• Home
  • Ragam
  • Warga Aceh di Malaysia Gelar Malam Cinta Rasul

Warga Aceh di Malaysia Gelar Malam Cinta Rasul

Oleh: Redaksi
Minggu, 20/01/2019 10:28 WIB
Dibaca: 129 kali
Foto: Antara

KUALA LUMPUR - Komunitas Aceh di Malaysia menyelenggarakan "Malam Cinta Rasul Komuniti Acheh Melayu Berselawat 2019" di Lorong Raja Laut, Kuala Lumpur, Sabtu (19/1/2019) malam, dengan menghadirkan pembicara dari Aceh, Tengku Yusri Putih.

Kegiatan turut dihadiri sejumlah tamu diantaranya Sekretaris Politik Perdana Menteri Malaysia Muhammad Zahid bin Mat Arip, Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat, Direktur Eksekutif Pembangunan Sosial Ekonomi Bandaraya Kuala Lumpur Datuk Ibrahim bin Yusoff.

Kemudian Ketua Lembaga Ahlus Sunnah Wal Jamaah Wilayah Persekutuan, Ustadz H Azizi yang juga Imam Masjid Jamik Kampung Baru dan Presiden Persatuan Aceh Sepakat Suriadin Noernikmat.

Presiden Komunitas Aceh di Malaysia, Datuk Mansyur Usman dalam sambutannya mengatakan kegiatan bertujuan memperingati Maulud Nabi Muhammad dan untuk menguatkan kegiatan perekonomian masyarakat Aceh di Kuala Lumpur.

"Apabila kita kalah bersaing dengan bangsa-bangsa yang lain di perantauan maka kita akan tertinggal jauh. Namun kita harus bekerja sama dengan masyarakat setempat yaitu warga Malaysia yang sudah memberikan kesempatan berniaga dengan bantuan Datuk Ibrahim bin Yusoff," katanya.

Mansyur Usman mengatakan sebagaimana Pemerintah Malaysia yang membantu masyarakat Aceh saat terkena tsunami maka relawan Aceh yang ada di Malaysia tidak tinggal diam manakala terjadi musibah di dalam negeri Malaysia karena itu masyarakat Aceh dikenal sebagai sukarelawan yang suka membantu yang lain.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat dalam sambutannya mengatakan turut menyambut baik terselenggaranya Malam Cinta Rasul yang diselenggarakan Komunitas Masyarakat Aceh di Malaysia dalam rangka meneguhkan spiritualitas kepada Allah SWT dan memperteguh warga Aceh.

"Kontribusi masyarakat Aceh dalam sejarah pergerakan Indonesia sudah tercatat dengan begitu kuatnya dalam sejarah NKRI. Begitu pula dukungan masyarakat Aceh terhadap masyarakat Melayu di Malaysia melawan penjajahan Portugis juga terukir dalam sejarah Malaysia," katanya.

Agung juga menyampaikan KBRI ingin memperkokoh hubungan dengan komunitas Aceh di Malaysia baik kepada saudara-saudara Aceh yang masih menjadi WNI maupun yang sudah menjadi warga Malaysia.

"KBRI terus berinovasi dalam meningkatkan layanan publik dengan membuka layanan 24 jam kepada warga yang mengurus paspor maupun SPLP. Selain itu kami juga melayani pendidikan dalam kejar paket A, B dan C untuk tingkat SD, SMP dan SMA secara gratis," katanya.

Sumber: Antara

Tag:Acehkuala lumpurmaulid nabiwarga aceh di malaysia
Berita Terkait
  • Rabu, 26/06/2019 20:46 WIB

    Airport Tax dari Banda SIM ke Luar Negeri Naik Jadi Rp 150.000

    BANDA ACEH - Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau biasa dikenal airport tax untuk penerbangan internasional dari Bandara Sultan Iskandar Muda, naik. Biaya yang dikenakan kepada se

  • Rabu, 26/06/2019 15:45 WIB

    Ingat, PNS di Aceh Tidak Boleh Pakai Gas Elpiji 3 Kg

    BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Tanah Rencong menggunakan gas elpiji 3 Kg. Larangan itu tertuang dalam surat edaran yang dikirim ke pimpinan pegawa

  • Rabu, 26/06/2019 14:19 WIB

    Arab Saudi Gelar Festival PUBG Mobile

    JEDDAH - Di Indonesia, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh telah mengeluarkan fatwa haram bermain game Playerunknown's Battleground (PUBG) dan sejenisnya. Di Arab Saudi, turnamen PUBG Mobile

  • Selasa, 25/06/2019 22:13 WIB

    Polisi Tetapkan 4 Tersangka Tahanan Kabur Rutan Lhoksukon

    ACEH UTARA - Penyidik Polres Aceh Utara menetapkan empat tersangka terkait kasus kaburnya narapidana dan tahanan Rutan Lhoksukon yang terjadi Ahad (16/6/2019) lalu.Empat tersangka itu masing-masing be

  • Selasa, 25/06/2019 15:40 WIB

    Cuaca Buruk, Seluruh Pelayaran Banda Aceh-Sabang Dihentikan

    BANDA ACEH - Pelayaran dari Banda Aceh menuju Sabang dan sebaliknya dihentikan sementara akibat ombak tinggi dan angin kencang. Kapal kembali berlayar besok pagi. "Seluruh pelayaran hari ini kita h

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir