• Home
  • Ragam
  • Pernah Bantu Aceh, Muhammad Mursi Dahulukan Azan daripada Pidato

Pernah Bantu Aceh, Muhammad Mursi Dahulukan Azan daripada Pidato

Oleh: Redaksi
Minggu, 23/06/2019 10:14 WIB
Dibaca: 154 kali
Foto: BBC

BANDA ACEH - Muhammad Mursi meninggal dunia pada Senin (17/6/2019). Dunia Muslim turut berduka atas kepergian pria yang dikenal saleh itu. Mursi tak hanya dikenal sebagai presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, tapi juga adalah seorang guru besar dan pernah pergi ke Aceh.

Seperti dilansir BBC, Mursi kuliah di jurusan teknik Universitas Kairo pada 1970-an sebelum pindah ke Amerika Serikat untuk menyelesaikan program doktoral dan meraih gelar PhD. 

Aktivitasnya di organisasi Ikhwanul Muslimin mengantarkannya menjadi calon presiden, dan dalam pemilu pada Juni 2012 ia dinyatakan sebagai pemenang dengan meraih 51,7% suara.

Saat menjadi presiden Mesir, ia pernah mengutamakan melafalkan azan daripada melanjutkan pidato penting. 

Rekaman video yang diunggah ke situs YouTube pada Juni 2013 memperlihatkan Mursi tengah berpidato. Namun ia tiba-tiba menghentikan pidato saat waktu salat tiba. 

Biasanya, di negara-negara Muslim, ketika orang menyampaikan sambutan mendengar azan, ia biasanya akan berhenti sejenak guna menghormati azan.

Lafalkan Azan Saat Pidato 

Dalam video yang diunggah oleh situs berita Mesir Almogaz, Mursi menirukan suara azan itu keras-keras, seperti yang biasa dilakukan oleh seorang muazin. 

Rekaman video memperlihatkan, hadirin menirukan dengan lirih azan yang dilantunkan Mursi.Sekitar sebulan setelah kejadian ini, militer mengambilalih kekuasaan dan melengserkan Mursi, yang melapangkan jalan bagi Jenderal Abdel Fattah Al Sisi untuk naik ke tampuk kekuasaan.

Setelah ditumbangkan, Mursi ditahan dan menjalani proses hukum. Ia diadili bersama 14 pejabat senior Ikhwanul Muslimin yang dituduh menghasut para pendukung untuk membunuh seorang wartawan dan dua demonstran dari kubu oposisi, serta memerintahkan penyiksaan dan penahanan terhadap pemrotes lainnya. 

Tuduhan ini terkait dengan rangkaian bentrokan antara demonstran oposisi dan pendukung Ikhwanul Muslimin di luar istana kepresidenan Ittihadiya di Kairo, pada Desember 2012. Pada sidang pertama, Morsi berteriak dari kursi terdakwa bahwa dirinya adalah korban kudeta militer. 

Ia menolak semua tudingan terhadapnya dan menolak aparat hukum mengadilinya. Dia dibebaskan dari tuduhan pembunuhan. Tuduhan ini terkait dengan rangkaian bentrokan antara demonstran oposisi dan pendukung Ikhwanul Muslimin di luar istana kepresidenan Ittihadiya di Kairo, pada Desember 2012. 

Pada sidang pertama, Morsi berteriak dari kursi terdakwa bahwa dirinya adalah korban "kudeta militer" dan menolak aparat hukum mengadilinya. Dia dibebaskan dari tuduhan pembunuhan, namun divonis 20 tahun penjara setelah dinyatakan memerintahkan penyiksaan dan penahanan sejumlah demonstran. Namun ia akhirnya divonis 20 tahun penjara. 

Kebaikan Mursi 

Ketika tsunami menerjang Aceh pada Desember 2004, banyak organisasi asing atau internasional mengirim bantuan atau personel, termasuk di antaranya Mursi. Ia mengunjungi Aceh sebagai bagian dari satu misi bantuan kemanusiaan. Ia turut membantu warga Aceh yang sedang kena musibah saat itu. 

Foto yang beredar di media sosial menunjukkan Mursi, bersama beberapa orang, difoto dengan latar belakang satu kawasan yang rusak berat. Mari kita berdoa agar pemimpin besar itu damai dalam tidur abadinya. Semoga Allah menerima semua amal kebaikannya, termasuk pada warga Aceh.

Sumber: okezone.com

Tag:ikhwanul musliminmuhammad mursipresiden mesirTsunami Aceh
Berita Terkait
  • Kamis, 20/12/2018 12:46 WIB

    45 Korban Tsunami di Kajhu Telah Dikuburkan Kembali

    BANDA ACEH - Sebanyak 45 kantong jenazah berisi tulang belulang manusia sebagai korban gempa dan tsunami di Aceh 14 tahun silam, telah dikuburkan kembali di tempat pemakaman umum Gampong Kajhu, Aceh B

  • Senin, 28/05/2018 15:41 WIB

    Tsunami Pernah Melanda Aceh 7.400 Tahun Lalu

    BANDA ACEH - Selain bencana tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 lalu, ternyata Aceh juga pernah mengalami bencana serupa sekitar 7.400 tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya sebuah g

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir