• Home
  • RAGAM
  • Penyakit yang Paling Banyak di Indonesia versi Pakar asal Austria

Penyakit yang Paling Banyak di Indonesia versi Pakar asal Austria

Oleh: Redaksi
Minggu, 07/05/2017 22:26 WIB
Dibaca: 113 kali
Foto: ilustrasi/google.com

JAKARTA - Pakar penyakit infeksi asal Austria, Prof. Dr. Wolfgang Graninger, memberikan kuliah umum mengenai berbagai penyakit yang terdapat di daerah tropis di Medical University of Vienna, Austria, Rabu (3/5/2017), waktu setempat.

Dalam kuliahnya, Graninger menyebutkan beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit, seperti tetanus, hepatitis A dan B, tifus, demam berdarah, malaria, chikungunya, dan HIV yang kerap terjadi di wilayah ekuator. Selain memaparkan jenis penyakit beserta gejala dan penularannya, Graninger juga menunjukkan data terkait angka prevalensi masing-masing penyakit di setiap negara di kawasan tropis, khususnya negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Indonesia.

“Iklim ekuator berperan besar dalam proses penyebaran penyakit tropis, khususnya dalam kasus penyebaran virus yang dibawa oleh nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah,” ujar Graninger. Kemudian, dalam sesi pembahasan mengenai penyakit flu burung, Graninger menujukkan sejumlah strategi yang telah diambil Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi penyebaran virus tersebut pada 2005, termasuk program kampanye ke daerah-daerah, provinsi, dan kabupaten di wilayah Jawa.

Graninger merupakan pakar penyakit infeksi, khususnya penyakit tropis, dan obat-obatan laboratorium. Pada 1990 dia diangkat sebagai profesor di Medizine Universität Wien atau Universitas Kedokteran Wina. Dia juga pernah mengepalai Departemen Klinis Bidang Infeksi dan Obat-Obatan Tropis di Allgemeines Krankenhaus der Stadt Wien (Rumah Sakit Umum di Wina).

Di samping aktif dalam berbagai riset dan menjadi editor dalam beberapa jurnal ilmiah di bidang medis, Graninger juga telah menghasilkan ratusan publikasi ilmiah. Pria kelahiran Salzburg, 26 November 1948 tersebut, juga aktif dalam berbagai organisasi, seperti American Society of Microbiology dan International Society of Infectious Disease.

Hasil risetnya mengenai penggunaan antibiotik clindamycin dalam terapi malaria menjadi rujukan WHO terkait rekomendasi penanganan kasus malaria tropika. Peraih gelar "Teacher of The Year 1996" tersebut pensiun dari Medizine Universität Wien pada tahun 2014.

Acara kuliah umum Prof. Graninger di Medical University of Vienna itu dibuka oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Wina Febrian A. Ruddyard. Dalam sambutannya di hadapan sekitar 50 orang undangan dari kalangan akademisi di Austria tersebut, Febrian menyampaikan apresiasi atas inisiatif Austrian–Indonesia Society yang telah menggagas kegiatan tersebut.

Austrian-Indonesia Society (AIS) merupakan sebuah organisasi yang beranggotakan komunitas diaspora Indonesia di seluruh Austria. Organisasi nirlaba yang dibentuk 8 Mei 1959 tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas kontak antarmanusia antara masyarakat Indonesia dan Austria. AIS saat ini diketuai oleh Prof. Dr. A Min Tjoa, seorang Warga Negara Austria keturunan Indonesia yang juga menjabat sebagai Direktur Institute of Software Technology and Interactive Systems di Vienna University of Technology. Prof. Graninger sendiri menjabat sebagai wakil ketua AIS.

Sumber: tempo.co

T#g:KesehatanPakar AustraliaPenyakit
Banner Affiliate Cloudmediabiz
Berita Terkait
  • Sabtu, 18/03/2017 11:20 WIB

    10-20% Anak-Anak di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mata

    YOGYAKARTA - Sekitar 10—20% anak-anak Indonesia usia sekolah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar hingga SMP, memiliki masalah kesehatan mata. Setidaknya, sebagian mengalami gangguan rabu

  • Rabu, 19/10/2016 17:37 WIB

    Ini Cara Dokter Malaysia Pantau Kualitas Kesehatan RI

    JAKARTA - Kesehatan nasional tidak hanya menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Kalangan medis dari Negeri Jiran Malaysia pun turut pantau kualitas layanan kesehatan di Tanah Air. Direktur Clini

  • Rabu, 12/10/2016 08:06 WIB

    Survei: 70 Persen Ortu Indonesia Tak Gosok Gigi di Malam Hari

    JAKARTA - Kebanyakan masyarakat lebih fokus menggosok gigi di pagi dibandingkan malah hari. Hasil riset Pepsodent membuktikan, sebanyak 70 persen orang tua tidak menggosok gigi di malam hari. &

  • Minggu, 09/10/2016 11:55 WIB

    BPJS Kesehatan Akui Kenaikan Iuran Beratkan Masyarakat

    JOGJAKARTA - Pemerintah resmi menaikkan iuran BPJS Kesehatan per 1 April 2016. Kenaikan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Perpres Nomo

  • Jumat, 07/10/2016 18:15 WIB

    15 Calon Pengganti Kepala Daerah di Aceh Jalani Tes Kesehatan

    BANDA ACEH – Sebanyak 15 orang pengganti calon kepala daerah Aceh, hari ini mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Calon pengganti tersebut akan d

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir