• Home
  • Ragam
  • Peneliti China Sebut Golongan Darah O Lebih Resisten terhadap Virus Corona

Peneliti China Sebut Golongan Darah O Lebih Resisten terhadap Virus Corona

Oleh: Redaksi
Rabu, 18/03/2020 14:40 WIB
Dibaca: 165 kali
Foto: ilustrasi

WartaAceh.com - Sebuah studi pendahuluan di China menyebutkan, orang dengan golongan darah tipe O dinilai lebih resisten terinfeksi virus corona. Sementara, orang dengan golongan darah A dimungkinkan lebih rentan terhadap infeksi virus SARS-CoV-2 ini.

Dilansir dari South China morning Post, peneliti medis di China mengambil pola golongan darah dari 2.000 pasien yang terinfeksi virus di Kota Wuhan, China dan Shenzhen dan membandingkannya dengan populasi setempat.

Golongan darah A

Peneliti menemukan, pasien bergolongan darah A menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi dan mereka cenderung mengalami gejala yang lebih parah.

Sementara itu, para peneliti juga mengungkapkan, studi ini adalah langkah awal dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Meskipun demikian, peneliti mendesak pemerintah dan fasilitas medis untuk mempertimbangkan perbedaan golongan darah tersebut ketika merencanakan langkah-langkah mitigasi atau merawat pasien dengan Covid-19.

"Orang-orang dari golongan darah A mungkin secara khusus perlu memperkuat perlindungan pribadi untuk mengurangi kemungkinan terinfeksi virus corona," tulis para peneliti yang dipimpin oleh Wang Xinghuan dengan Pusat Pengobatan Berbasis Bukti dan Terjemahan di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan.

"Pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 dengan golongan darah A mungkin perlu menerima pengawasan yang ketat dan perawatan yang agresif," ujar Wang. 

Golongan darah O

Di sisi lain, sebuah makalah yang diterbitkan di situs pracetak untuk Ilmu Kesehatan di bawah lembaga penelitian dan pendidikan, Cold Spring Harbor Laboratory, di New York, AS, mengungkapkan golongan darah O memiliki resistensi terhadap virus corona dibandingkan dengan golongan darah non-O.

Hal itu bisa dilihat dari 206 pasien yang meninggal karena Covid-19 di Wuhan, 85 di antaranya mempunyai golongan darah A. Jumlah itu adalah 63 persen lebih banyak dari golongan darah O yang dimiliki 52 orang. Pola seperti ini juga ada pada kelompok usia dan jenis kelamin yang berbeda.

"Mungkin bermanfaat untuk memperkenalkan golongan darah A-B-O pada pasien dan tenaga medis untuk membantu menentukan opsi manajemen dan menilai tingkat paparan risiko orang," ujar Wang.

Diketahui, studi ini dilakukan oleh para ilmuwan dan dokter dari kota-kota di seluruh China, termasuk Beijing, Wuhan, Shanghai, dan Shenzen. Penulis mengingatkan, mungkin ada risiko dalam menggunakan penelitian untuk memandu praktik klinis saat ini. 

Keterbatasan penelitian

Seorang peneliti dari State Key Laboratory of Experimental Haematology di Tianjin yang tidak terlibat dalam penelitian ini, Gao Yingdai, menyampaikan, hal itu dapat ditingkatkan dengan ukuran sampel yang lebih besar.

Meskipun angka 2.000 tidaklah kecil, jumlah itu bisa dianggap kecil lantaran dibandingkan oleh jumlah total pasien global yakni 180.000 kasus.

Gao mengungkapkan, keterbatasan lain dari penelitian ini adalah tidak memberikan penjelasan yang jelas tentang fenomena tersebut, seperti interaksi molekuler antara virus dan berbagai jenis sel darah merah.

Sementara diketahui, golongan darah ditentukan oleh antigen. Antigen merupakan suatu komponen pada permukaan sel darah merah yang dapat memicu respons imun. 

Sementara, ahli biologi Austria, Karl landsteiner menemukan golongan darah utama yakni tipe A, B, AB, dan O pada 1901. Penemuan ini memungkinkan transfusi darah yang aman dengan mencocokan golongan darah pada pasien.

Penemuan ini memungkinkan transfusi darah yang aman dengan mencocokan golongan darah pada pasien.

Perbedaan golongan darah telah diamati pada penyakit menular lainnya, termasuk virus Norwalk, hepatitis B, dan sindrom pernapasan akut (SARS).

Terkait studi baru ini, Gao menjelaskan penelitian ini mungkin membantu para profesional medis, tetapi warga tidak harus menganggap data terlalu serius. "

Jika kamu tipe A, tidak perlu panik. Itu tidak berarti Anda akan terinfeksi 100 persen," ujar Gao.

"Kemudian, jika kamu tipe O, itu tidak berarti kamu juga benar-benar aman. Anda masih perlu mencuci tangan dan mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh pihak berwenang," lanjut dia. 


Sumber: kompas.com

Tag:golongan darah openeliti chinavirus corona
Berita Terkait
  • Kamis, 21/05/2020 14:24 WIB

    Masjid Baiturrahman Gelar Salat Id dengan Protokol Kesehatan

    BANDA ACEH - Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh tetap melaksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriah. Pemerintah Aceh meminta jemaah menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus Corona

  • Kamis, 21/05/2020 10:20 WIB

    Dilarang Mudik, ASN Aceh Absen Online via Video Call 2 Kali Sehari saat Lebaran

    BANDA ACEH - Pemerintah Provinsi Aceh melarang mudik Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Tenaga Kontrak (TK) demi mencegah penyebaran virus Corona. Pemantauan keberadaan mereka akan dilakukan atasan lew

  • Sabtu, 16/05/2020 19:20 WIB

    Perangkat Gampong Diminta Laksanakan Instruksi Menteri Desa Dalam Penyaluran BLT

    BANDA ACEH - Lembaga Gerakan Titipan Rakyat (Getar) Aceh meminta semua perangkat gampong agar menindaklanjuti Instruksi Menteri Desa agar segera percepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (B

  • Jumat, 15/05/2020 18:04 WIB

    Wow, Rekor Aceh 9 Hari Berturut-turut Nihil Kasus Corona

    JAKARTA - Pemerintah terus melakukan pembaruan data kasus Corona di seluruh Indonesia. Kabar baiknya, dalam sepekan ke belakang, Provinsi Aceh memegang rekor dengan catatan sembilan hari berturut-turu

  • Jumat, 15/05/2020 14:38 WIB

    MPU: Boleh Salat Id di Masjid dan Lapangan

    BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengizinkan warga menggelar salat Idul Fitri (Id) 1 Syawal 1441 Hijriah secara berjamaah, baik di masjid maupun di tempat-tempat terbuka seperti d

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir