• Home
  • RAGAM
  • Nikmat Berbuka dengan Mie Aceh Plus Kelapa Muda

Nikmat Berbuka dengan Mie Aceh Plus Kelapa Muda

Oleh: Redaksi
Minggu, 11/06/2017 15:03 WIB
Dibaca: 154 kali
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH - Jelang waktu berbuka pada Ramadan ini, salah satu warung mie Aceh yang terletak di Ulee Kareng, Banda Aceh, ramai pelanggan. Mereka menunggu pesanan sambil duduk-duduk di kursi warung. Sebagian berdiri.

"Mie goreng dua, jangan pedas," pesan Didi, warga yang baru datang ke tempat yang bernama Warung Mie Cek Mun, merujuk pada nama pemiliknya, Jumat, 9 Juni 2017.

Menurut Didi, mie Aceh adalah favoritnya dan keluarga saat berbuka puasa. Sangat pas, kalau dipadukan dengan es kelapa muda. "Tapi mie-nya jangan pedas, tidak bagus buat lambung," katanya.

Muntasi, pemilik warung mie tersebut, mengatakan warung buka pukul lima sore. "Dan baru ramai sekitar pukul enam sore," ujar Muntasir kepada Tempo. Waktu berbuka di Banda Aceh Aceh kurang lebih pukul 18.52 WIB.

Menurut Muntasir, mie Aceh yang dipesan pelangan di warungnya beragam. Ada mie goreng (tanpa kuah), mie tumis (sedikit kuah), dan mie rebus (banyak kuah). Tiga belanga ada di warungnya, untuk mengolah makanan khas Aceh itu.

Mie Aceh goreng paling banyak dipesan warga selama Ramadan, alasannya karena dimakan harus menunggu waktu berbuka. Jika disimpan agak lama, jenis tumis dan rebus tak sedap lagi disantap, karena mienya akan membesar.

Mie Aceh memang khas. Perbedaan dengan mie lainnya adalah pada bentuknya. Mienya terbuat dari tepung dan berwarna kuning atau kerap disebut mie kuning serta diolah tanpa bahan pengawet. Ukurannya sedikit lebih besar dari mie biasanya. Mungkin mirip mie hokkian atau spaghetti.

Meraciknya tak susah. Muntasir mengatakan bahan dasar yang dipergunakan hanya mie kuning dan bumbu. Pada bumbulah terletak rahasia Mie Aceh yang nikmat.

Bumbunya terdiri rempah-rempah. Ada cabai, bawang putih, dan kemiri, bawang merah dan juga kacang tanah, serta sedikit lada. Bumbu digiling halus dan berwarna merah. Saat memasak mie Aceh, penjual kerap mencampurkan daging, udang dan kepiting yang semakin menggugah selera.

Rasanya dijamin makin maknyus. Saat memakan, ditambah acar, irisan bawang dan kerupuk melinjo.

Di Banda Aceh, warung-warung mie Aceh bertebaran di setiap sudut kota. Beberapa yang menjadi favorit selain Warung Mie Cek Mun, ada warung Mie Lala di Kampung Mulia, Warung Mie Razali di Peunayong, Warung Mie Midi di Peuniti, dan warung-warung kopi yang menjual Mie Aceh. Semua tersebar di seluruh pelosok Ibukota Provinsi Aceh itu.

Di bulan Ramadan ini, mie Aceh juga nikmat disantap usai tarawih. Jika malam, pengunjung umumnya menyantap mie sembari ngopi di warung-warung kopi. "Jika saat berbuka banyak yang pesan jenis mie goreng, kalau malam banyak yang suka mie Aceh rebus," jelas Muntasir.

Sumber: tempo.co

T#g:Air KelapaMie AcehRamadan
Berita Terkait
  • Minggu, 11/06/2017 11:04 WIB

    Warga Tionghoa di Banda Aceh Bagi Sembako Ramadhan ke Penduduk Miskin

    BANDA ACEH - Warga Tionghoa di Banda Aceh yang tergabung pada Yayasan Hakka Aceh membagikan 1.950 paket sembako kepada warga muslim di Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Utara, Sabtu (10/6/2017). Ini

  • Jumat, 21/10/2016 12:00 WIB

    Sejarah Mi Aceh, Kelezatan Dari Tanah Rencong

    BANDA ACEH - Aceh memiliki beragam keunikan, tidak terkecuali ragam kulinernya yang dapat membuat rindu akan rasanya. Sebut saja ayam tangkap, kopi Aceh, kuah pilek, kuah asam, serta mi Aceh yang p

  • Selasa, 20/09/2016 14:00 WIB

    Wow, Mie Aceh Populer di Qatar

    DOHA - Masyarakat Serambi Mekah di Qatar yang dikenal dengan nama Masmeqar, jumlahnya cukup besar. Terkhusus di kota Alkhor, terdapat komunitas Aceh yang bermukim di Qatar sejak dasawarsa '80-a

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir