• Home
  • Ragam
  • Menangis tapi Tetap Yakin Honorer K2 Pasti jadi CPNS

Menangis tapi Tetap Yakin Honorer K2 Pasti jadi CPNS

Oleh: Redaksi
Selasa, 24/07/2018 17:30 WIB
Dibaca: 379 kali
Foto: ilustrasi/google.com

JAKARTA - Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengakui banyak anggotanya yang meratapi hasil rapat kerja gabungan tujuh komisi dengan pemerintah pada Senin (23/7/2018). Namun, sebagai ketua, dia berusaha mengembalikan semangat anggotanya bahwa perjuangan mereka akan berhasil.

"Saya katakan kepada anggota kalau itu cuma raker. Bukan hasil rapat paripurna DPR RI sehingga sudah pasti terjadi," ujar Titi, Selasa (24/7/2018). 

Di mata Titi, tidak ada yang enggak mungkin terjadi di Indonesia. Selama Presiden Jokowi memenuhi janjinya, apapun kesepakatan DPR RI dan pemerintah semua bisa berubah. 

"Saya percaya dengan takdir dan kekuasaan Allah. Kalau Allah bilang kun fayakun, tidak ada yang tidak mungkin. Semua yang mustahil bisa terjadi dan saya yakin honorer K2 pasti jadi PNS," ujarnya. 

Rasa optimistis juga diungkapkan Koordinator Honorer K2 DKI Jakarta Nurbaiti. Dia merasa, peluang menjadi PNS terbuka lebar walaupun harus melewati jalan yang panjang. 

Sumarni Azis, koordinator wilayah FHK2I Sulawesi Selatan juga harus berjuang dengan dirinya. Berusaha membangkitkan semangat rekan-rekannya meski hatinya juga tercabik-cabik karena kecewa dengan hasil raker gabungan yang tidak berpihak ke honorer K2.

Sumarni yakin, tidak ada perjuangan yang sia-sia. Hanya butuh waktu kesabaran dan ikhtiar yang panjang. Baginya satu pintu ditutup masih ada jalan lain yang bisa dilewati. 

"Kami tetap optimistis PNS akan kami raih. Sebesar apapun halangan yang merintangi jalan kami akan kami hadapi," tuturnya. 

Semangat yang sama juga diungkapkan Nia Kurniasih, koordinator daerah FHK2I Bandung Barat. Menurut dia, tidak ada yang mustahil di bumi ini bila Allah SWT berkehendak. Apalagi ada ratusan ribu honorer K2 yang terus berdoa agar jalan menjadi PNS terbuka lebar. 

"Kami akan mengawal pembahasan revisi UU ASN. Hanya ini jalan satu-satunya menjadi PNS. Semoga Allah membukakan pintu hati pemerintah dan DPR," ucapnya. 

Beban empat srikandi honorer K2 ini sangat berat. Di satu sisi mereka harus menata hatinya yang juga terluka. Di sisi lain harus berusaha membangkitkan semangat anggotanya.

Nur, sapaan karib Nurbaiti, yang sempat menangis karena menahan kekecewaan ini berusaha tegar di depan anggotanya. Dia tidak ingin anggotanya menjadi lemah karena melihat koordinatornya loyo. 

"Semuanya menangis bombay, bagaimana saya tidak menangis juga? Untung saya bisa menguasai diri dan kembali membangkitkan semangat teman-temannya," ucapnya.

Sumber: jpnn.com

Tag:CPNSHonorer K2pengawar honorer
Berita Terkait
  • Senin, 11/02/2019 10:35 WIB

    Pemerintah Undur Pendaftaran PPPK

    JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunda waktu pendaftaran pegawai setara PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Seharusnya, pendaftaran dibuka pada tanggal 10 Februari ke

  • Kamis, 07/02/2019 22:46 WIB

    Pembukaan Lowongan Pegawai Setara PNS di Daerah Tergantung APBD

    JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan mengumumkan pembukaan untuk pegawai setara PNS. Namun ingat, tak semua daerah membuka lowongan tersebut. Menurut Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan, s

  • Kamis, 07/02/2019 22:28 WIB

    Pendaftaran Pegawai Setara PNS Baru Dimulai 10 Februari

    JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan pembukaan lowongan bagi pegawai setara PNS besok. Namun, pendaftarannya baru dimulai pada tanggal 10 Februari mendatang. Hal itu disampaikan oleh

  • Sabtu, 02/02/2019 17:28 WIB

    Alhamdulillah, Guru Honorer Usia 35 Tahun Bisa Ikut Tes CPNS

    JAKARTA - Guru honorer usia 35 tahun ke atas bisa mengikuti tes CPNS, setelah ada keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan sebagian gugatan guru honorer terhadap PermenPAN-RB Nomor 36 Tahun

  • Sabtu, 02/02/2019 09:44 WIB

    Honorer K2 Butuh PP Khusus agar Jadi PNS, Bukan PPPK

    JAKARTA - Terobosan pemerintah yang menerbitkan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang menjadi payung hukum pengangkatan P3K dipandang bukan me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir