• Home
  • RAGAM
  • Indahnya Wajah Baru Masjid Baiturrahman dari Ketinggian

Indahnya Wajah Baru Masjid Baiturrahman dari Ketinggian

Oleh: Redaksi
Minggu, 14/05/2017 20:24 WIB
Dibaca: 41 kali
Foto: detik.com

BANDA ACEH - Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh kini tampilannya semakin menawan. Dilihat dari ketinggian masjid tampak memesona.

Wajah baru Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Aceh resmi dibuka untuk umum. Wisatawan lokal dan nusantara ramai mengunjunginya. Mereka menghabiskan waktu di bawah payung ala Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi atau pun bermain di atas marmer.

Peresmian landskap dan infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Sabtu (13/5/2017) kemarin. Setelah diresmikan, warga diperbolehkan melihat keindahan masjid yang dibangun Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 masehi.

Lantai halaman depan masjid kini sudah berganti menjadi marmer. Dua belas unit payung bergaya Masjid Nabawi dibangun di sisi utara dan selatan masjid. Lokasi ini juga dapat digunakan untuk salat, ibadah dan lainnya.

Menjelang sore hari, wisatawan yang berkunjung ke masjid semakin ramai. Untuk berada di lokasi bawah payung atau pun marmer, pengunjung harus menanggalkan alas kaki. Jangan khawatir hilang. Panitia masjid menyediakan tempat penitipan sepatu atau pun sandal.

Para pengunjung dapat berkeliling untuk melihat lebih dekat wajah baru Masjid Baiturrahman. Pengunjung rata-rata menghabiskan waktu berswafoto (selfie) dengan latar masjid atau pun payung. Ada seloroh yang muncul di beberapa kalangan, "Belum sah ke Banda Aceh jika belum foto di depan Masjid Raya Baiturrahman."

Selain payung, kolam yang terletak tengah-tengah halaman masjid juga menjadi daya tarik tersendiri. Bunga aneka warna ditanam di sekeliling kolam. Jika ditengok dari atas, bentuknya menyerupai sajadah.

Untuk masuk ke pekarangan masjid, ada beberapa pintu yang dibuka yaitu selatan, utara dan barat. Sementara pintu timur masih ditutup. Lokasi sekitar menara yang menjulang tinggi juga sudah diperbolehkan untuk dikunjungi.

Setelah meminta izin pada seorang petugas, para wartawan diizinkan naik dengan syarat harus berhati-hati. Pasalnya, objek wisata menara ini sudah lama ditutup untuk umum.

"Naik ke atas boleh tapi kalian jangan sampai jatuh, jangan sampai ada yang terluka," kata petugas tersebut sambil membawa toa.

Untuk naik ke atas, harus melewati puluhan anak tangga. Setelah tsunami menerjang Aceh pada 26 Desember 2004 silam, masyarakat umum tidak diizinkan lagi untuk naik ke atas menara.

Dulunya di sana ada lift yang dioperasikan setiap hari. Pengunjung yang ingin naik puncak menara tinggal berdiri manis di dalam dan keluar ketika pintu terbuka. Di lantai paling atas juga dipasang kawat pengaman. Tapi kini harus menguras tenaga. Itu pun tidak sampai ke lokasi paling atas.

Meski berada pada posisi setengah dari ketinggian menara, detikTravel dapat melihat keindahan masjid yang terletak di jantung Kota Banda Aceh. Selain itu, di atas sana juga dapat digunakan untuk melihat bangunan-bangunan lain yang ada di ibu kota Provinsi Aceh.

Boleh dibilang, menara ini satu-satunya bangunan paling tinggi di Aceh. Di Tanah Rencong, tidak ada gedung pencakar langit layaknya di kota-kota besar lain di Indonesia.

Kembali ke soal masjid, kala azan magrib berkumandang, lampu yang dipasang di payung menyala. Warnanya berubah setiap saat. Hal ini menambah kesan keindahan masjid. Untuk melaksanakan salat, dapat dilakukan di dalam atau pun di luar masjid.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah, mengatakan, Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid bersejarah yang menjadi ikon bagi Aceh sekaligus sebagai simbol peradaban Islam di Tanah Rencong dalam menjalankan misi perjuangan dan penyebaran Islam di tanah air.

Kala tsunami melanda Aceh 2004 silam, masjid ini juga menjadi saksi sejarah tempat warga menyelamatkan diri.

"Dengan latar belakang sejarah itu, wajar kalau keberadaan masjid ini mengundang banyak perhatian masyarakat Indonesia dan internasional, yang ingin mengetahui sejarah peradaban Islam di Aceh maupun perkembangan Islam di nusantara," kata Zaini dalam sambutannya saat peresmian Masjid Baiturrahman, Sabtu (13/5/2015).

"Predikat itu tentunya menjadi landasan bagi kita untuk memperkuat keberadaan masjid ini bagi pengembangan peradaban Islam di masa depan," jelas Zaini.

Sumber: detik.com

T#g:Banda AcehMasjid Raya Baiturrahman
Banner Affiliate Cloudmediabiz
Berita Terkait
  • Jumat, 19/05/2017 20:42 WIB

    Pengadilan Banda Aceh Tolak Permohonan Suntik Mati Korban Tsunami

    BANDA ACEH -  Hakim tunggal Pengadilan Negeri Banda Aceh menolak permohonan euthanasia atau suntik mati yang diajukan Berlin Silalahi (46) yang juga korban tsunami tahun 2004 silam. Putusa

  • Selasa, 16/05/2017 08:43 WIB

    Sejumlah Artis dan Bintang Tamu Meriahkan Aceh Islamic Fashion Parade 2017

    BANDA ACEH - Perhelatan akbar fashion dan desainer Aceh Islamic Fashion Parade (AIFP) 2017 mulai digelar hari ini, Selasa (16/5/2017) yang menghadirkan sejumlah artis dan bintang tamu nasional

  • Minggu, 14/05/2017 15:43 WIB

    Pesona Gowes Nusantara Angkat Pariwisata dan Budaya Lokal

    BANDA ACEH - Hujan rintik di area tugu Simpang Lima Banda Aceh pada Minggu (14/5/2017), tak menyurutkan animo masyarakat Aceh untuk menyukseskan salah satu program andalan Kemenpora di bawah komand

  • Sabtu, 13/05/2017 19:12 WIB

    Wajah Baru Masjid Baiturrahman Siap Pikat Wisatawan

    BANDA ACEH - Aceh makin mempercantik diri dengan tampilan baru dari Masjid Baiturrahman. Memamerkan diri di hadapan Wapres JK, masjid ini siap pikat wisatawan. Gubernur Aceh Zaini Abdullah mema

  • Kamis, 11/05/2017 08:27 WIB

    Jaksa Tuntut 80 Kali Cambuk Pasangan Homoseksual di Banda Aceh

    JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut dua pemuda homoseksual dengan hukuman 80 kali cambuk. Keduanya akan dijatuhi hukuman pekan depan dan akan menjadi dua o

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir