• Home
  • RAGAM
  • Disbudpar Aceh Berburu Wisatawan Malaysia Melalui Sales Mission

Disbudpar Aceh Berburu Wisatawan Malaysia Melalui Sales Mission

Oleh: Redaksi
Minggu, 30/04/2017 00:54 WIB
Dibaca: 220 kali
Disbudpar Aceh
Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh memberikan paparan paket-pekat wisata yang ada di Serambi Mekkah

MALAYSIA - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia terus melakukan berbagai strategi dalam rangka memperluas jaringan kerjasama promosi Wonderful Indonesia di luar negeri, salah satunya melalui kegiatan penjualan paket wisata atau “Sales Mission” di tiga kota di Malaysia selama 3 hari, 26-28 April.

Malaysia sebagai salah satu pasar prioritas di Asia Tenggara ini dianggap menjadi lokasi yang pas untuk menggeberkan pariwisata Indonesia dalam rangka menarik jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia dengan target 20 juta hingga tahun 2019 nanti.

Rangkaian Sales Mission yang dimulai Rabu (26/4/2017) tersebut di Royale Bintang Resort - Seremban, Malaysia turut dihadiri oleh Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara, yang diwakili oleh Kabid Misi Penjualan Asia Tenggara, Pupung Thariq Fadillah yang ikut memberikan sambutan dan dilanjutkan dengan Pemaparan Potensi Destinasi Wisata Daerah oleh Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rahmadhani dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat, Didit Permadi Santoso.

Selain unsur Kemenpar RI, acara Sales Mission juga dihadiri oleh KBRI Kuala Lumpur, KJRI Johor Bahru dan Garuda Indonesia dan menggunakan apron untuk menjamu makan siang peserta sebagai sebuah simbolis Indonesia siap dan komit melayani wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani sebagai salah satu narasumber pada acara tersebut menyatakan bahwa kegiatan Sales Mission tersebut sangat penting dalam rangka mempertemukan para agen perjalanan wisata (sellers meet buyers) dengan memperkenalkan paket-paket wisata menarik di daerah.

“Kegiatan Sales Mission bisa menjadi salah satu strategi pemasaran pariwisata berkaitan dengan transaksi penjualan paket-paket wisata selain mempromosikan potensi wisata daerah melalui kegiatan branding dan advertising," sebut Rahmadhani.

Sales Mission yang diawali dengan presentasi tentang kondisi Aceh, yang disampaikan oleh Rahmadhani juga mengangkat soal branding baru wisata Aceh "The Light of Aceh" yang merupakan bagian dari Wonderful Indonesia.

"Kemajuan industri pariwisata Aceh saat ini dan isu-isus strategis lainnya sangat penting untuk dibahas dan diklarifikasikan tidak hanya menyangkut tentang industri pariwisata yang makin berkembang, aksesibilitas, amenitas dan atraksi yang makin baik, tapi juga tentang pencitraan Aceh yang masih negatif di luar, salah satunya seperti pemakaian hijab, keamanan, konektifitas, dan lainnya," papar Rahmadhani dalam sesi presentasi tersebut.

Menurut Rahmadhani, kegiatan Sales Mission di Malaysia juga menjadi momen penting dalam memperbaiki pencitraan Aceh yang masih negatif oleh sebahagian pelaku industri di Malaysia, sehingga dari Aceh sendiri juga hadir pelaku industri pariwisata, yakni Mahlizar dari Biro Perjalanan Wisata “The Great Wall” yang diundang oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

“Beberapa paket wisata menarik dan tematik lainnya juga berhasil meramaikan kegiatan Sales Misson di Malaysia, seperti “Wonderful Ramadhan in Aceh”, “Discover Aceh”, “Aceh Adventure”, “Aceh Underwater”, “Tsunami Heritage”, “Banda Aceh-Sabang”, “Wonderful Idul Adha in Aceh”, “Muharram di Aceh”, “Muhibbah Sejarah & Budaya di Aceh”. Semoga kunjungan wisatawan Mancanegara, khususnya Malaysia makin meningkat yang sekarang jumlahnya sudah mencapai sekitar 30.038 orang tahun 2016, dibandingkan tahun 2015 berjumlah hanya 21.046 orang," tambah Rahmadhani dengan optimis.

Selain di Royale Bintang Resort - Seremban, kegiatan Sale Mission juga berlangsung berturut-turut di Novotel - Melaka dan di Mutiara Hotel - Johor Bahru yang dihadiri 15 seller dari berbagai daerah, seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Kepri, Jakarta, Jatim, Yogjakarta dan Bali dan sekitar 20 buyers dari masing-masing kota melalui sistem Round Robin (sellers meet buyers) dengan waktu per sesi 6 menit.[]

Editor: Aulia Fitri

T#g:Disbudpar AcehMalaysiapesona acehsales missionwonderful indonesia
Berita Terkait
  • Minggu, 15/10/2017 12:02 WIB

    Duta Wisata Aceh 2017 dan Tantangan Masa Depan

    BANDA ACEH - Tanpa terasa setahun telah berlalu saat Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar kegiatan Pemilihan Duta Wisata Aceh 2016 di Kota Langsa yang berhasil men

  • Rabu, 04/10/2017 11:18 WIB

    PDWA Ditutup, Panitia Paparkan Sejumlah Hasil Verifikan Data

    BANDA ACEH - Sejak dibuka pendaftaran per September lalu hingga 1 Oktober, pendaftaran Pemilihan Duta Wisata Aceh (PDWA) 2017 berlangsung lancar dan tepat waktu. Hal tersebut dikemukakan Kepala Din

  • Rabu, 27/09/2017 15:38 WIB

    Promosikan Paket Wisata, Aceh Sales Mission Incar Medan dan Batam

    MEDAN - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh terus menggenjot promosi pariwisata lewat berbagai cara, khususnya menyasar sejumlah pasar calon wisatawan nusantara dengan targ

  • Rabu, 20/09/2017 10:25 WIB

    Pendaftaran Duta Wisata Aceh 2017 Berakhir 1 Oktober Ini!

    BANDA ACEH - Memasuki satu dekade Pemilihan Duta Wisata Aceh (PDWA) tahun ini akan mengangkat sesuatu yang beda dari tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ace

  • Rabu, 06/09/2017 22:15 WIB

    Turis Dari Malaysia Banyak Berkunjung ke Aceh

    BANDA ACEH - Sebanyak 18.534 orang wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Aceh sepanjang Januari-Juli 2017 yang didominasi wisman asal Malaysia. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir