• Home
  • Ragam
  • Cerita Dosen Unsyiah yang Selamat dari Penembakan Christchurch

Cerita Dosen Unsyiah yang Selamat dari Penembakan Christchurch

Oleh: Redaksi
Minggu, 17/03/2019 23:11 WIB
Dibaca: 138 kali
Dian Fajrina, dosen FKIP Unsyiah yang selamat dari penembakan di Selandia Baru. (Foto: detik.com)

BANDA ACEH - Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP Unsyiah) Aceh, Dian Fajrina selamat dari tragedi penembakan di New Zealand. Hari itu, Dian bersama keluarga urung melaksanakan salat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch karena mobil mogok.

"Dari Senin lalu, kami berencana salat Jumat di masjid Christchurch," kata Dian seperti disampaikan Humas Unsyiah dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Ahad (17/3/2019).

Dian berkisah, keluarganya memang kerap melaksanakan salat di Masjid An Noor karena letaknya sekitar 3,7 kilometer dari tempat mereka tinggal. Pada minggu lalu, suami dan anak-anak Dian sudah mengagendakan untuk salat Jumat di masjid tersebut.

Rencana itu gagal karena mobil yang biasa mereka tumpangi bocor radiator sehingga dibawa ke bengkel. Proses perbaikan membutuhkan waktu karena spare part harus didatangkan dari Auckland dengan jarak satu jam perjalanan pesawat.

"Jadilah Jumat kemarin mobil masih di bengkel," jelas Dian yang telah menetap di New Zealand sejak 2017 silam.

Selain itu, pada Jumat itu empat anak Dian juga tiba-tiba enggan untuk berangkat sekolah. Sang suami juga mengaku tidak enak badan sehingga memilih di rumah.

Hari itu hanya Dian yang keluar rumah menuju kampus menggunakan bus. Menjelang siang, ia sempat berbelanja di supermarket.

"Saya tiba di rumah sudah pukul 1.40 pm, tepat di saat kejadian," ungkap Dian yang baru tiba kembali di Christchurch, setelah 11 bulan di Aceh menyelesaikan dua pilot study di Unsyiah dan UIN Ar Raniry.

Tak lama berselang, kabar penembakan di Masjid An Noor menyebar melalui pesan WhatApps. Dian yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Canterbury juga mendapat pesan serupa lewat grup PPI dan mereka kemudian didata.

Dari grup itu pula Dian mengetahui kondisi warga Indonesia yang berada di lokasi kejadian.

"Ada student yang selamat dari pembantaian. Wallahu a'lam bagaimana cara mereka bisa selamat dari berondongan peluru, karena kita yakin, semua peluru sudah ada alamatnya," ujar Dian yang saat ini menempuh pendidikan di University of Canterbury, School of Teacher Education.

Setelah pembantaian terjadi, sekolah dan kampus dikunci. Para siswa dan mahasiswa dilarang keluar hingga situasi aman.

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris ini, mengaku bersyukur sebab saat kejadian ia dan keluarganya berada di rumah. Ia turut berduka cita banyak jamaah masjid yang menjadi korban.

"Pukul 6 pm baru dikeluarkan pengumuman mereka yang terperangkap di sekolah dan kampus boleh pulang. Dan warga diarahkan tetap di rumah jika tidak ada keperluan," bebernya.

Di mata Dian, New Zealand adalah rumah nyaman bagi warga muslim. Ini terbukti banyak muslim dari berbagai negara yang tinggal di negara ini. Bahkan, menemukan perempuan berjilbab bukan perkara sulit.

"Di tempat saya kuliah ada beberapa orang muslim. Mereka berasal dari Mesir, Arab Saudi, Pakistan, Maladewa, Malaysia, bahkan Fiji," ujar Dian yang pernah mengisi kajian Islam di Masjid An Noor.

Sumber: detik.com

Tag:muslim christchurchsosen unsyiah di christchurchteroris christchurch
Berita Terkait
  • Sabtu, 16/03/2019 20:41 WIB

    Plt Gubernur Aceh Kutuk Penembakan Brutal di Selandia Baru

    BANDA ACEH - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengutuk aksi penembakan brutal yang di terjadi di dua masjid di Selandia Baru yang mengakibatkan 49 orang meninggal dunia, Jumat (15/3/2016).

  • Sabtu, 16/03/2019 15:29 WIB

    Masyarakat Aceh kecam penembakan muslim di Selandia Baru

    BANDA ACEH - Masyarakat Aceh yang tergabung dalam berbagai organisasi pemuda maupun mahasiswa serta relawan kemanusiaan mengecam aksi terorisme berupa penembakan terhadap komunitas Islam di Selandia B

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir