YARA Minta Kapolda Tangkap Penyebar Isu Konflik

Oleh: Redaksi
Selasa, 17/07/2018 21:49 WIB
Dibaca: 649 kali
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH - Aktifis Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak Kapolda menangkap orang-orang yang menyebar isu dan pengancaman untuk membuat Aceh kembali pada masa konflik bersenjata.

"Kami menolak unjuk rasa dengan menebar kebencian dan isu permusuhan antara Aceh dan Jakarta, kami meminta Kapolda Aceh menangkap orang-orang yang menyebar isu tersebut," kata Direktur Advokasi Hukum dan HAM YARA, Yudhistira Maulana, melalui siaran pers, Selasa (17/7/2018). 

Yudhistira mengatakan, pihaknya meminta Kapolda untuk menangkap orang-orang tersebut karena rakyat Aceh sudah senang dengan perdamaian saat ini.

Penebar isu konflik merupakan ancaman terhadap perdamaian dan ini menjadi teror bagi masyarakat Aceh, tambah dia. 

"Polisi bisa menggunakan Pasal 368 ayat (1) KUHP ?atau pasal Pasal 29 jo Pasal 45 ayat (3) UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk menjerat pelaku yang menebar ancaman untuk Aceh berkonflik dengan Jakarta seperti masa lalu," jelasnya. 

Ia berkata, pelaku yang menebar ancaman untuk Aceh berkonflik dengan Jakarta seperti masa lalu terkait dengan adanya demonstrasi yang dilakukan terhadap penangkapan Gubernur non aktif Irwandi Yusuf oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Kami mengimbau agar masyarakat Aceh menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK, karena KPK punya kewenangan yang diberikan oleh undang-undang, dan sebagai orang yang ditangkap Irwandi juga punya hak membela diri yang dijamin oleh undang-undang," katanya. 

Ia mengatakan, jika nanti dalam persidangan Irwandi Yusuf tidak bersalah, maka pihak KPK wajib membebaskannya, tapi jika bersalah maka Irwandi harus menjalani hukumannya, sedangkan salah tidaknya beliau nanti pengadilan yang akan memutuskan. 

"Kita semua masyarakat Aceh akan mengawal persidangannya," ungkap aktifis tersebut. 

Yudhistira mengatakan, YARA mendukung sepenuhnya langkah KPK dalam penegakan hukum, apalagi Aceh sebagai daerah bersyariat Islam tidak mentoleril prilaku korupsi. 

"Kami mendukung sepenuhnya langkah KPK dalam memberantas korupsi, khususnya di Aceh. Kita ingin Aceh sebagai daerah yang bersyariat Islam menjadi contoh madani dan bersih dalam peyelenggaraan pemerintahan," tambah dia. 

"Apalagi, nilai-nilai Islam yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Aceh juga tidak mentolerir terhadap prilaku yang korupsi," demikian Yudhistira.

Sumber: Antara

Tag:Konflik AcehPenyebar IsuYARA
Berita Terkait
  • Selasa, 25/06/2019 15:40 WIB

    Cuaca Buruk, Seluruh Pelayaran Banda Aceh-Sabang Dihentikan

    BANDA ACEH - Pelayaran dari Banda Aceh menuju Sabang dan sebaliknya dihentikan sementara akibat ombak tinggi dan angin kencang. Kapal kembali berlayar besok pagi. "Seluruh pelayaran hari ini kita h

  • Kamis, 16/05/2019 21:42 WIB

    TNI Terima Penyerahan 12 Pucuk Senjata Api Sisa Konflik Aceh

    BANDA ACEH - TNI melalui Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) menerima penyerahan 12 pucuk senjata api berbagai jenis, magasin dan ratusan amunisi serta bahan peledak lainnya sisa konflik A

  • Sabtu, 16/03/2019 20:41 WIB

    Plt Gubernur Aceh Kutuk Penembakan Brutal di Selandia Baru

    BANDA ACEH - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengutuk aksi penembakan brutal yang di terjadi di dua masjid di Selandia Baru yang mengakibatkan 49 orang meninggal dunia, Jumat (15/3/2016).

  • Sabtu, 16/03/2019 15:29 WIB

    Masyarakat Aceh kecam penembakan muslim di Selandia Baru

    BANDA ACEH - Masyarakat Aceh yang tergabung dalam berbagai organisasi pemuda maupun mahasiswa serta relawan kemanusiaan mengecam aksi terorisme berupa penembakan terhadap komunitas Islam di Selandia B

  • Kamis, 21/02/2019 20:25 WIB

    Masyarakat Aceh Doakan Kesembuhan Ibu Ani

    BANDA ACEH - Masyarakat di Provinsi Aceh menggelar doa dan zikir bersama guna mendoakan kesembuhan Ani Yudhoyono istri Presiden Ke-6 RI yang saat menjalani perawatan di Singapura. Doa dan zikir bersa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir