• Home
  • Peristiwa
  • Warga Kute Pedesi di Aceh Tenggara Resah Akibat Galian C Ilegal

Warga Kute Pedesi di Aceh Tenggara Resah Akibat Galian C Ilegal

Oleh: Redaksi
Kamis, 05/09/2019 22:21 WIB
Dibaca: 75 kali
Foto: waspadaaceh.com
Alat berat terlihat sedang mengambil material Galian C di DAS Sungai Alas Kute Pedesi Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara. (Foto: wasadaaceh.com)

ACEH TENGGARA - Warga Kute Pedesi Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, mengaku kecewa dan resah melihat aktivitas pengambilan material (batu dan pasir) ilegal di sepanjang DAS yang membahayakan keselamatan dan kenyamanan warga setempat.

Pasalnya, penggalian dan pengambilan material galian C tanpa izin oleh salah satu rekanan tersebut dapat mengancam terjadinya abrasi Sungai Alas. Sementara material yang diangkut dump truck, tercecer di jalan umum antara Kute Pedesi menuju Biakmuli, sehingga mengancam keselematan dan kenyamanan pengguna jalan. 

Beberapa warga Pedesi yang ditemui, Kamis (5/9/2019), mengaku heran melihat bebas beraktivitasnya rekanan yang mengambil material galian C di sepanjang DAS Sungai Alas, kendati tanpa izin. Apalagi pengambilan material tersebut jaraknya hanya beberapa puluh meter dari jembatan Pedesi-Ngkeran Lawe Alas, yang sedang dikerjakan pihak rekanan lain.

“Kita tak tahu siapa rekanan yang mengambil material galian C tersebut dan kemana dibawa. Namun yang jelas material tersebut diperjual-belikan, kendati sepengetahuan warga, lokasi tersebut tak diperbolehkan maengambil material,” ujar salah seorang warga setempat.

Daerah sepanjang DAS di Kute Pedesi, kata Syarifuddin, warga setempat, merupakan daerah rawan bencana alam dan rawan abrasi.

Syarifuddin bersama ratusan warga lainnya mendesak pihak berkompeten agar menegur dan menghentikan aktifitas penambangan material tanpa izin di sepanjang DAS Pedesi tersebut.

Kadis Perkimtan Agara, Suprianto kepada Waspada, Rabu (4/9/2019), mengaku tak tahu siapa rekanan atau oknum yang mengambil material galian C di sepanjang DAS Kute Pedesi tersebut.

”Jika di seberang Sungai Alas di Kecamatan Lawe Alas memang ada izinnya, namun jika DAS Sungai Alas di Kute Pedesi tak ada izinnya. Namun demikian untuk lebih jelasnya, siapa rekanan yang mengambil material galian C dan untuk apa dipergunakan, coba tanyakan pada Kadis PU-PR Agara,” ujar Suprianto menyarankan.

Kadis PU-PR Agara, Rasid Efendi Desky kepada Waspada via telepon selular, Rabu (4/9/2019), mengaku tak tahu menahu terkait pengambilan material galian C di DAS sepanjang sungai Alas.

”Yang jelas material yang diambil tersebut bukan untuk mendukung pembangunan jembatan Pedesi-Ngkeran yang menghubungkan Kecamatan Bambel dengan Kecamatan Lawe Alas,” ujar Rasid Efendi Desky.

Kepala Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu, (PMPTSP) Aceh Tenggara, Edisah melalui Kabid Perizinan, Dewi Sartika, melalui selulernya Kamis (5/9/2019), juga membenarkan jika di sekitar DAS Sungai Alas di kawasan Kute Pedesi tak ada izinnya.

Karena itu, kata dia, siapa pun yang mengambil material galian C di situ, sudah jelas ilegal karena tak memiliki izin.

Sumber: waspadaaceh.com

Tag:aceh tenggaradas sungai masgalian c ilegalkecamatan bambelkute pedesi
Berita Terkait
  • Senin, 30/09/2019 15:36 WIB

    13 Ton Kayu Ilegal logging Ditemukan Petugas TNLG di Hutan Lawe Alas

    ACEH TENGGARA - Aksi perambahan hutan dan pencurian kayu, kembali terjadi di dalam kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Aceh Tenggara, sejak beberapa bulan terakhir ini. Ketua tim Pat

  • Jumat, 30/08/2019 22:14 WIB

    Mantan Wakil Bupati Aceh Tenggara Ajak Mahasiswa Optimis Jadi Guru

    BANDA ACEH - Mantan Wakil Bupati Aceh Tenggara H Ali Basrah mengajak mahasiswa baru Fakultas Ilmu Keguruan Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala untuk tetap optimis menjadi guru setelah menyelesai

  • Minggu, 20/01/2019 18:48 WIB

    Istri Plt Gubernur Aceh Jenguk Korban Banjir Bandang

    ACEH TENGGARA - Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati meninjau beberapa lokasi bencana banjir bandang serta menyalurkan bantuan di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara, Ahad (

  • Rabu, 16/01/2019 22:50 WIB

    KIP Aceh Ambil Alih Tugas Komisioner di Tiga Kabupaten

    BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mengambil alih tugas komisioner di tiga KIP kabupaten di provinsi itu menyusul masih terjadinya kekosongan keanggotaan lembaga penyelenggara pemilih

  • Rabu, 28/11/2018 13:55 WIB

    Jembatan Putus Diterjang Banjir, 6 Desa di Aceh Tenggara Terisolir

    ACEH TENGGARA - Enam desa di Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara (Agara), Aceh yang sempat terisolir akibat banjir bandang, kini mulai dapat ditembus. Akses ke sana hanya lewat sungai karena jembatan peng

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir