• Home
  • Peristiwa
  • Wakil Ketua MPU Aceh Dukung Qanun Potong Tangan Koruptor

Wakil Ketua MPU Aceh Dukung Qanun Potong Tangan Koruptor

Oleh: Redaksi
Rabu, 25/07/2018 16:37 WIB
Dibaca: 503 kali
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Faisal Ali mendukung usulan pembuatan qanun potong tangan bagi koruptor. Meski demikian, diperlukan kajian lebih dalam, termasuk proses hukumannya.

"Kalau misalnya kaitan pembuatan qanun ada hubungannya dengan hukum kan harus dilihat dulu ketentuannya apakah koruptor itu misalnya masuk ke dalam kata-kata 'pencuri' dan sebagainya," kata Faisal, Rabu (25/7/2018). 

"Tetapi upaya atau tuntutan pihak-pihak untuk membuat qanun tentang hukum yang mengatur tentang potong tangan koruptor di Aceh itu kita dukung. Bagaimana prosesnya nanti itu kan perlu kajian," jelas Faisal.  

Menurutnya, ulama di Aceh mendukung pembuatan qanun tersebut, tapi untuk substansinya harus dimusyawarahkan lebih dulu. Selain itu, diperlukan kajian untuk mengetahui masuk-tidaknya koruptor dalam kategori pencuri atau orang yang merampas atau merampok.  

"Makanya itu kan perlu kajian-kajian secara umum. Tuntutan dorongan untuk melahirkan qanun itu kita dukung," ungkapnya.  

Untuk saat ini, belum begitu mendesak untuk dibuatkan qanun potong tangan koruptor. Faisal berharap upaya pihak terkait lebih mengoptimalkan qanun-qanun yang sudah ada, termasuk pencegahan terhadap korupsi.  

"Jadi kita optimalisasi dulu pencegahan itu sangat penting. Tapi mendesak sekali untuk itu (koruptor potong tangan) belum. Karena mendesak dengan tidaknya itu kita lihat perlu kita teliti dulu, perlu kita dalami dulu apakah kasus-kasus korupsi itu sudah betul-betul merajalela, sudah mewabah. Tapi kan kita belum tahu ini seperti apa," jelas Tgk. Faisal.  

Seperti diberitakan sebelumnya, massa yang tergabung dalam Gerakan Penegak Keadilan menggelar aksi di dua lokasi di Banda Aceh, Selasa, 24 Juli. Dalam aksinya, massa mendukung pemberantasan korupsi dan meminta DPR Aceh membuat qanun tentang potong tangan bagi koruptor. 

"Kami mendesak agar DPR Aceh segera membuat qanun potong tangan bagi koruptor," kata Koordinator Aksi Abu Syuja'.

Sumber: detik.com

Tag:koruptormpu acehqanun potong tangansyariat islam di aceh
Berita Terkait
  • Jumat, 06/09/2019 20:30 WIB

    Tahun 2020, Seluruh Perbankan di Aceh Terapkan Sistem Syariah

    ACEH BARAT - Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh, Aminullah Usman mengharapkan agar seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Aceh dapat mensosialisasikan secara masif qanun terbaru

  • Kamis, 27/06/2019 14:25 WIB

    Saudi Gelar Turnamen PUBG, Ulama Aceh: Ukuran Kita Bukan Arab

    BANDA ACEH - Turnamen game Playerunknown's Battleground (PUBG) baru saja digelar di Arab Saudi. Bagaimana respons Ulama Aceh yang lebih dahulu mengeluarkan fatwa haram permainan tersebut? "Kit

  • Senin, 24/06/2019 22:11 WIB

    PSI: Fatwa Haram PUBG Preseden Buruk Bagi Industri Game Indonesia

    JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai fatwa haram untuk permainan PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) yang dikeluarkan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sebagai tindakan ya

  • Senin, 24/06/2019 09:11 WIB

    Tanggapan Tim eSport Atas Fatwa Haram Game PUBG

    JAKARTA - Tim eSports Rex Regum Qeon (RRQ) menyayangkan adanya fatwa haram Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh terhadap permainan daring PlayerUnknown's Battlegrounds atau PUBG. Berdasarkan

  • Minggu, 23/06/2019 21:38 WIB

    Aliansi Masyarakat Dukung Fatwa Ulama Haramkan PUBG

    BANDA ACEH - Organisasi masyarakat dan elemen lainnya yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pengawal Fatwa Ulama Aceh (AMPF), tegas mendukung fatwa Ulama Aceh, terkait penggunaan game Player Unknown

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir