• Home
  • Peristiwa
  • Vendor: Penggunaan Mobil MPLIK di Nagan Raya Oleh Caleg Bukan Milik Pemerintah

Vendor: Penggunaan Mobil MPLIK di Nagan Raya Oleh Caleg Bukan Milik Pemerintah

Oleh: Redaksi
Minggu, 03/02/2019 14:34 WIB
Dibaca: 227 kali
Bukti bahwa mobil MPLIK bukan milik pemerintah. (Foto: Antara)

NAGAN RAYA - Manajemen PT Raharjasa Media Internet melalui CV Tazki menegaskan penggunaan kendaraan operasional berlogo Kominfo di Nagan Raya, oleh seorang caleg dipastikan bukan milik pemerintah.

"Mobil yang sudah dipasang stiker oleh seorang caleg DPRA di Nagan Raya bukanlah milik bantuan pemerintah, akan tetapi milik PT Raharjasa Media Internet yang dikelola oleh CV Tazki," kata Muhammad Zubir selaku operator kendaraan,seperti dilansir Antara, Ahad (3/2/2019).

Ia menjelaskan, selama ini kendaraan tersebut disewa jasa internet oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sejak tahun 2013 hingga tahun 2017, sesuai dengan kontrak kerja untuk menyediakan layanan internet keliling di pedesaan.

Namun sejak berakhirnya kontrak tersebut, pihaknya tidak lagi menyediakan layanan internet ke masyarakat.

"Pada tahun 2019 ini, kebetulan ada teman saya di Nagan Raya yang maju sebagai caleg DPRA, saya berniat membantu beliau kendaraan operasional kampanye. Tapi saat dipasang stiker, saya lupa menutup logo Kominfo sehingga hal ini terjadi kesalahpahaman," kata Muhammad Zubir.

Atas kejadian ini, iameminta maaf atas kekeliruan tersebut dan dia pastikan bahwa saat ini, kendaraan tersebut tidak lagi difungsikan untuk kegiatan Kemenkominfo RI, karena kontrak kerjanya sudah selesai.

"Jadi kesilapan pada kami, lupa mencabut stiker kominfo di bagian dinding mobil. Saya pastikan ini bukan mobil pemerintah, melainkan mobil resmi perusahaan dan tak ada kaitan dengan aset negara," tambahnya.

Muhammad Zubir juga menambahkan, mobil operasional tersebut memiliki nomor polisi B 9532 SCA, milik PT Rahajasa Media I yang beralamat di Jalan HR Rasuna Said Kavling X-7 Nomor 6, Jakarta Selatan dan operasionalnya selama ini dilakukan di Aceh Barat ketika masih ada kontrak kerja.

Sementara itu, Edi Kamal selaku caleg DPRA yang menerima bantuan operasional kampanye dari rekannya tersebut, sama sekali bukanlah kendaraan milil pemerintah, melainkan milik perusahaan rekannya.

"Sebagai caleg saya sangat mengapresiasi ketulusan teman-teman dalam mensupport saya, sehingga saya berniat memasang stiker di kendaraan miliknya," kata Edi Kamal.

Ia mengaku menggunakan kendaraan tersebut setelah memastikan bahwa kendaraan ini bukanlah aset pemerintah, melainkan milik pribadi.

Edi Kamal berharap dengan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, khususnya kepada dirinya sendiri.

Seperti diberitakan, Sebuah mobil bantuan pemerintah yang diperuntukkan untuk penyediaan internet pedesaan di Kabupaten Nagan Raya, kini diduga telah disulap menjadi mobil kampanye seorang calon anggota legislatif yang maju di Pileg 2019.

Berdasarkan penelusuran sejak Jumat hingga Sabtu (1-2/2/2019) siang, mobil yang digunakan oleh seorang caleg untuk daerah pemilihan 10 meliputi wilayah Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Simeulue tersebut, berasal dari bantuan pemerintah.

Temuan ini semula diketahui rekan media di Nagan Raya setelah diposting di sebuah akun facebook, beserta video pemasangan stiker.

Dalam foto-foto tersebut juga muncul mobil bantuan pemerintah sebelum dibalut dengan stiker sang caleg, hingga selesai pemasangan stiker.

Di bagian mobil ini tertulis bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, dengan warna dasar biru muda dan kombinasi biru tua.

Hanya saja, perangkat internet yang sebelumnya terdapat di bagian kendaraan diduga telah dicabut. Adapun nomor polisi mobil tersebut yakni B 9532 SCA dengan dasar pelatnya berwarna hitam.

Tag:calegNagan RayaPemilu 2019
Berita Terkait
  • Minggu, 21/04/2019 16:42 WIB

    Banyak Anggota KPPS, Polri, Panwas Meninggal Dunia, Pemilu Serentak Harus Dievaluasi

    JAKARTA - Tidak sedikit anggota KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) yang meninggal saat menjalankan tugas di TPS Pemilu 2019. Anggota Polri dan Panwas juga tidak sedikit yang meninggal duni

  • Minggu, 21/04/2019 11:00 WIB

    Kelelahan, Ketua PPK Samudera Dilarikan ke Rumah Sakit

    ACEH UTARA - Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Tasrijal, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kasih Ibu, Kota Lhokseumawe, Jumat (19/4/2019). Pria itu diduga kelelahan s

  • Jumat, 19/04/2019 14:30 WIB

    Di Aceh Utara Ditemukan Ratusan Surat Suara Tercoblos

    ACEH UTARA - Ratusan surat suara untuk DPRD, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan presiden ditemukan sudah tercoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara.

  • Kamis, 18/04/2019 14:29 WIB

    Pengakuan TKD Aceh, Jokowi Kalah karena Isu Hoax

    BANDA ACEH - Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Aceh kalah telak dalam Pilpres 2019. Tim Kampanye Daerah (TKD) Aceh mengaku tidak mampu melawan fitnah dan hoax kepada pasangan capres nomor 01 tersebu

  • Rabu, 17/04/2019 20:37 WIB

    Kabid Humas Polda: Pemilu di Aceh Berlangsung Kondusif

    BANDA ACEH - Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono menyatakan pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di provinsi ujung barat Indonesia tersebut berlangsung kondusif. "Sampa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir