Tiga Warga Aceh Bebas di Mahkamah Johor

Oleh: Redaksi
Selasa, 28/08/2018 10:13 WIB
Dibaca: 619 kali
Foto: ilustrasi/google.com

JOHOR - Tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh yang diduga pengguna narkoba bebas dari hukuman di Mahkamah Majistret Kulai Johor, Malaysia, Senin (27/8/2018).

"Senin ini sidang putusan di Mahkamah Majistret Kulai Johor terhadap tiga warga Aceh atas tuduhan mengkonsumsi narkoba jenis ganja," ujar pengacara dari Kantor Hukum MZA & Partners, Dato' Muhammad Zainul Arifin, di Johor.

Zainul mengatakan tiga WNI tersebut adalah Zulfan, Ermia dan Herman. 

"Kronologis kejadian mereka ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Kulai pada tanggal 27 Juli 2018 pukul 12.00 malam pada saat mereka duduk santai beristirahat di daerah Kulai Johor," tuturnya. 

Pada saat kejadian, ujar dia, tiga orang ini tidak tahu atas tuduhan apa mereka disergap dan ditangkap oleh polisi, tetapi tiba-tiba langsung dibawa ke Balai Polis Kulai Johor dan diminta untuk tes urine. 

"Mereka diyatakan positif dan ditahan 14 hari dan diperpanjang tujuh hari sambil menunggu panggilan sidang Mahkamah Majistret," ungkapnya. 

Akan tetapi, ujar pengurus PPP Malaysia ini, pihak keluarga mencurigai masalah yang menimpa keluarga mereka karena ada kejanggalan dan keanehan hasil dari tes urine tersebut.

"Keluarga korban lantas melaporkan kepada lembaga AP3IS (Asosiasi Penempatan Perlindungan Pekerja Indonesia Swasta) yang dipimpin oleh Bapak Brigjen Wage Mulyono. Atas Laporan tersebut AP3IS meminta bantuan Kerja sama kepada Kantor Hukum MZA & Partners," paparnya.

Zainul mengatakan pihaknya sangat perhatian dengan kasus yang menimpa tiga orang WNI di Kulai Johor tersebut.

"Kami curiga ada kejanggalan sehingga kami bekerja sama dengan AP3IS dan Kantor Hukum Daut & CO di Johor Baru mengawal berjalanannya proses hukum tersebut," ucapnya.

Mereka mempertanyakan hasil tes urine tersebut, dan hasilya bahwa tes urine tersebut negatif sehingga hasil putusan Mahkamah Majistret tiga WNI tidak terbukti sebagai pemakai dan pengedar narkoba.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Puan Hang yang tergabung dalam Law Office Daut and CO atas jasa mereka sehingga tiga WNI bisa bebas.

"Kami juga berterima kasih kepada pihak keluarga serta AP3IS dan pihak KJRI sudah respon dan membantu," katanya.

Caleg PPP DPR RI Dapil 2 Jakarta ini juga berterima kasih kepada hakim Mahkamah Majistret Kulai yang sudah berlaku adil dan mengabulkan permintaan dan pertimbangan banding.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) PPP Malaysia Dato Mail Saleh mengatakan pihaknya sangat memperhatikan kasus-kasus yang menimpa WNI di Malaysia karena partai-nya peduli memperjuangkan hak-hak WNI di Malaysia.

Sumber: Antara

Tag:Narkobawarga acehwarga aceh di malaysia
Berita Terkait
  • Selasa, 08/10/2019 22:03 WIB

    Kapalo, Aceh Pintu Masuk Narkoba ke Indonesia

    BANDA ACEH - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Heru Winarko menyebutkan, Provinsi Aceh merupakan pintu masuk narkoba, terutama sabu-sabu, ke Indonesia, dari luar negeri. "Narkoba te

  • Selasa, 08/10/2019 13:07 WIB

    Hotel di Aceh Bakal Dijaga Polisi Syariah

    BANDA ACEH - Walikota Banda Aceh Aminullah Usman akan menempatkan personel polisi syariah (Wilayatul Hisbah/WH) di setiap hotel yang rawan terjadi pelanggaran hukum. Kebijakan ini diambil usai ditangk

  • Senin, 07/10/2019 16:38 WIB

    6 Keluarga Asal Aceh Pilih Bertahan di Papua

    BANDA ACEH - Enam keluarga asal Aceh memilih menetap di Papua di tengah gelombang eksodus ke berbagai daerah. Mereka akan kembali ke Wamena setelah kondisi kembali membaik. "Masyarakat Aceh yang suda

  • Minggu, 06/10/2019 21:20 WIB

    Warga Aceh di Papua Sehat dan Tidak Ada Masalah

    BANDA ACEH - Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Alhudri, menegaskan semua warga perantau asal Aceh yang menetap di Provinsi Papua hingga kini dipastikan aman dan dalam kondisi sehat."Warga Aceh yang a

  • Minggu, 06/10/2019 19:21 WIB

    Dampak Kerusuhan, Perantau Aceh di Papua Mulai Didata

    BANDA ACEH - Sejumlah warga Aceh yang bekerja dan merantau di Provinsi Papua kini mulai dilakukan pendataan agar memudahkan komunikasi sesama warga perantau yang ada di daerah itu."Kami sedang mengupa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir