• Home
  • Peristiwa
  • Terungkap di Persidangan Irwandi, Mantan Wagub Aceh Terima Rp700 Juta dari Proyek Sabang

Terungkap di Persidangan Irwandi, Mantan Wagub Aceh Terima Rp700 Juta dari Proyek Sabang

Oleh: Redaksi
Senin, 25/02/2019 21:44 WIB
Dibaca: 51 kali
Foto: Antara

JAKARTA - Wakil Gubernur Aceh periode 2007 hingga 2012 Muhammad Nazar disebut mendapat Rp700 juta dari proyek pembangunan Dermaga Sabang Aceh yang dibiayai APBN.

"Ada untuk Wakil Gubernur Rp700 juta Pak Muhammad Nazar selaku NAD 2," kata Board of Management (BOM) Nindya Sejati Joint Operation (JO) Bayu Ardhianto dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (25//2/2019).

Bayu bersaksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf yang didakwa melakukan tiga perbuatan, yaitu pertama menerima suap sebesar Rp1,05 miliar terkait dengan proyek-proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

Kedua, menerima gratifikasi sepanjang menjadi Gubernur Aceh periode 2017 s.d. 2022 sebesar Rp8,717 miliar, dan ketiga gratifikasi saat menjabat Gubernur Aceh 2007 s.d. 2012 sebesar Rp32,454 miliar sehingga seluruhnya mencapai Rp42,221 miliar.

Proyek pembangunan Dermaga Sabang dikerjakan oleh Joint Operation (JO) Nindya Karya dan Tuah Sejati terbukti ada korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp116 miliar dalam periode 2006 s.d. 2011 dengan anggaran sekitar Rp760 miliar.

Dalam proyek itu, sudah ada beberapa orang yang divonis penjara, yaitu kuasa Nindya Sejati JO Heru Sulaksono yang divonis 9 tahun penjara, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Ramadhani Ismy divonis 6 tahun penjara, dan mantan Gubernur Bener Meriah Ruslan Abdul Gani divonis 5 tahun penjara.

Uang untuk Wakil Gubernur Muhammad Nazar itu disebut Bayu diminta oleh mantan Panglima GAM Sabang Izil Azhar yang juga orang dekat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

"Ada untuk NAD 1 (Gubernur Aceh), ada untuk NAD 2 Pak Muhammad Nazar, ada catatannya," ungkap Bayu.

Bayu mengaku menyerahkan uang tersebut kepada Izil Azhar secara tunai.

"Prosedunya permintaan Izil Azhar disampaikan kepada Pak Taufik (Muhammad Taufik Reza)," tambah Bayu.

Bekas Bupati Bener Meriah sekaligus mantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ruslan Abdul Gani mengaku ada pengeluaran teknis maupun nonteknis saat pengerjaan Dermaga Sabang.

"Teknis karena fisik di lapangan harus aman, sedangkan non teknis yaitu ada kombatan GAM mengaku-ngaku mengambil sesuatu atau menghambat pekerjaan dan yang paling piawai adalah Izil Azhar karena bisa mengamankan jadi kegiatan bisa aman sesuai dengan arahan Gubernur," kata Ruslan.

Nonteknis yang dimaksud Ruslan, khususnya sejumlah permintaan dari para mantan kombatan GAM.

"Pandai-pandai kami saja sesuai dengan kondisi di lapangan karena saat itu 2011 sedang masa transisi, ya, biasalah teman-teman kami biasa tidak makan, sekadar minta ongkos pulang itu yang kami sebut nonteknis," ungkap Ruslan.

Sumber: Antara

Tag:Irwandi YusufKorupsimuhammad nazar wagub acehproyek dermaga sabang
Berita Terkait
  • Senin, 11/03/2019 23:18 WIB

    Mantan Kepala BAIS Ungkap Peran Irwandi Yusuf di Perjanjian Helsinki

    JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS), Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B Ponto mengungkapkan upaya bekas Koordinator Juru Runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Irwandi Yusuf saat me

  • Senin, 04/03/2019 19:49 WIB

    Sebelum Ditangkap, Irwandi Yusuf Sempat Surati KPK Tawarkan Kerja Sama

    JAKARTA - Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf ternyata menyurati KPK tiga bulan sebelum dirinya terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Surat tersebut berisi ajakan kerja sama Pemprov Aceh den

  • Selasa, 26/02/2019 14:43 WIB

    Nazar: Saya Tidak Pernah Kirim Orang Minta Uang Proyek BPKS

    BANDA ACEH - Mantan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar menegaskan dirinya tidak pernah mengirim orang untuk minta uang dari proyek-proyek Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS)."Selama saya Wagub, sa

  • Selasa, 29/01/2019 14:44 WIB

    Jaksa Banda Aceh Jebloskan Ibu dan Anak ke Penjara

    BANDA ACEH - Dua terpidana kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran, Dheni Okta Pribadi dan Ratziati Yusri dijebloskan ke penjara. Ibu dan anak ini terbukti korupsi Rp 17,5 miliar. Dheni adal

  • Selasa, 15/01/2019 08:05 WIB

    Gula Darah Naik, Irwandi Yusuf Minta Fasilitas Penyimpanan Obat ke KPK

    JAKARTA - Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf mengeluh sakit ketika hendak menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/1/2019). Sidang seharusnya dimulai sejak pagi tadi. Namu

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir