• Home
  • Peristiwa
  • Tersengat Aroma Suap, Event Aceh Marathon Kemungkinan Ditunda

Tersengat Aroma Suap, Event Aceh Marathon Kemungkinan Ditunda

Oleh: Redaksi
Kamis, 12/07/2018 17:41 WIB
Dibaca: 880 kali
Foto: detik.com

BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah memperkirakan, penyelenggaraan Aceh Marathon yang semula dijadwalkan 29 Juli mendatang kemungkinan ditunda. Soalnya, tender untuk pembelian baju dan medali yang dilakukan BPKS Sabang hingga kini belum selesai prosesnya.

Menurut Nova, tender yang dilakukan BPKS Sabang dengan alokasi dana Rp 2,7 miliar yang bersumber dari APBN hingga kini masih berlangsung. Setelah tender selesai, pemenangnya juga akan meminta waktu untuk membeli barang.

"Kalau tetap penyelenggaraannya 29 Juli kemungkinan tidak selesai. Artinya pemenang tender nanti kan minta waktu untuk beli barang. 29 Juli kayaknya mustahil. Kalau kita paksakan nanti bermasalah lagi," kata Nova kepada wartawan saat ditemui di Gedung DPR Aceh, Kamis (12/7/2018).

"Itu lagi kita hitung-hitung sepertinya kemungkinan paling besar ditunda," jelas Nova.

Proses tender yang dilakukan yaitu hanya dana Rp 2,7 miliar. Sementara dana yang bersumber dari APBA tidak ada yang dilakukan proses tender karena biayanya rata-rata di bawah Rp 200 juta.

"Yang Rp 2,7 miliar ini lelang pengadaan jersey dan medali. Lelang ini butuh waktu. Dulu kita perkirakan lelangnya cepat sehingga marathon-nya 29 Juli. Seiring berjalannya waktu BPKS molor melakukannya. Kemungkiann 29 Juli tidak cukup waktu," ungkap Nova.

Penyelenggaraan event Aceh Marathon sumber dananya dari Dispora Aceh, BPKS Sabang, dan Dispora Kota Sabang. Pihak BPKS melakukan tender untuk pembelian medali dan baju sementara hadiah Rp 3 miliar disiapkan oleh Dispora Aceh.

Nasib Aceh Marathon mulai tidak jelas setelah Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Irwandi kemudian ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait setoran Bupati Bener Meriah sebagai ijon proyek yang dibiayai Dana Otonomi Khusus (Otsus). Duit suap Rp 500 juta diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018.

"Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

Sumber: detik.com

Tag:Aceh MarathonAroma SuapKorupsi di Aceh
Berita Terkait
  • Rabu, 15/08/2018 11:37 WIB

    Periksa Plt Gubernur Aceh, KPK Telusuri Dugaan Korupsi Dana Otsus

    JAKARTA - Penyidik KPK memanggil Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah sebagai saksi. Nova akan diperiksa dalam perkara dugaan suap terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh Tahun

  • Selasa, 14/08/2018 23:04 WIB

    KPK Telusuri Kaitan Steffy Burase dengan Proyek di Aceh

    JAKARTA - KPK mendalami soal perintah dan penerimaan lain oleh Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf terkait sejumlah proyek di Aceh. Salah satunya soal penerimaan terkait proyek Aceh Mararthon. "P

  • Senin, 30/07/2018 21:13 WIB

    KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Suap Irwandi untuk Aceh Marathon 2018

    JAKARTA - KPK terus menelisik aliran dana suap yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf melalui pemeriksaan sejumlah saksi. Salah satunya saksi tersebut yakni Kepala Dinas Kepemudaan dan Ola

  • Kamis, 19/07/2018 09:43 WIB

    Steffy Burase: Hubungan dengan Irwandi Yusuf Profesional

    JAKARTA - Fenny Steffy Burase mengklarifikasi soal hubungannya dengan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Menurutnya, hubungan mereka adalah hubungan kerja yang profesional."Saya punya hubungan kerj

  • Rabu, 18/07/2018 22:39 WIB

    Korupsi Dana RSUD, Ketua PDIP Lhokseumawe Dibekuk di Kalibata City

    JAKARTA - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Lhokseumawe, Husaini Setiawan, ditangkap tim intel kejaksaan. Husaini diciduk karena buron di kasus korupsi yang merugikan negara Rp 4,8 miliar. "Husaini Set

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir