• Home
  • Peristiwa
  • TNI AL Gagalkan Penyelundupan 7.000 Belangkas dari Aceh ke Thailand

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 7.000 Belangkas dari Aceh ke Thailand

Oleh: Redaksi
Minggu, 27/01/2019 09:14 WIB
Dibaca: 520 kali
Foto: Dok. TNI AL

ACEH TIMUR - Sebuah kapal motor bernama lambung KM Lumba-lumba yang diawaki 3 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia, diamankan TNI Angkatan Laut di Perairan Aceh Timur. Kapal itu diduga hendak menyelundupkan 7.000 ekor belangkas.

"Kali ini KRI Patimura-371 Satkor Koarmada I berhasil menangkap kapal membawa muatan ilegal yaitu 7.000 ekor belangkas yang merupakan hewan dilindungi. Diduga hewan tersebut akan dibawa ke wilayah Thailand," ujar Komandan KRI Patimura-371 Letkol Laut (P) Mandri Kartono dalam keterangan tertulisnya, Ahad (27/1/2019).

Penyelundupan itu digagalkan pada Kamis (24/12019) malam. Pengungkapan penyelundupan ini berawal saat KRI Patimura-371 melaksanakan patroli sektor.

"Saat itu kami mendapatkan kontak kapal yang mencurigakan tepatnya pada posisi 04° 18' 82" U - 098° 22' 98" T, di sekitar perairan Aceh Timur," kata Mandri.

"Menindaklanjuti hal tersebut, KRI Patimura-371 melaksanakan prosedur pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan (jarkaplid) yang dilanjutkan dengan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan, ABK dan dokumen kapal tersebut," sambung dia.

Baca juga: Laris di Pasar Gelap, Belangkas Jadi Makanan Favorit Orang Thailand

Berdasarkan hasil pemeriksaan muatan, ditemukan hewan belangkas yang disembunyikan di dalam palka. Sementara dari hasil pengecekan dokumen, nakhoda KM Lumba-lumba tidak dapat menunjukkan dokumen muatan yang sah.

"Selain itu, hewan belangkas merupakan hewan yang dilarang untuk diekspor. Oleh karena itu, KM Lumba-lumba diduga melakukan pelanggaran karena muatan tidak sesuai dengan dokumen serta diduga seluruh dokumen kapal palsu," tegas Mandri.

Dia menuturkan tiga ABK itu diduga melanggar Undang-undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta melanggar SK Menhut No 12/Kpts/II/1987.

"Atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, maka memerintahkan agar Kapal KM Lumba-lumba tersebut di-adhoc ke Lantamal I Belawan dengan cara ditunda karena kapal tangkapan mengalami kerusakan mesin untuk proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut," jelas Mandri.

Sumber: detik.com

Tag:Aceh TimurbelangkasTNI AL
Berita Terkait
  • Selasa, 02/06/2020 15:47 WIB

    Jembatan Diterjang Banjir, Lintas Aceh Timur dan Gayo Lues lumpuh

    ACEH TIMUR - Jembatan di ruas jalan yang menghubungi Lokop (Aceh Timur) dan Blang Kejeren, (Gayo Luwes) terputus diterjang banjir akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu, sehingga berdampak lu

  • Minggu, 31/05/2020 21:15 WIB

    Kecelakaan di Peureulak Rengut Nyawa Dua Anak

    ACEH TIMUR - Dua anak laki-laki meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarai ibunya dihantam truk Mitsubishi di jalan lintas Medan - Banda Aceh atau tepatnya Desa Alue Tho, Kecamatan Pereulak

  • Selasa, 26/05/2020 14:15 WIB

    Kapolres Aceh Timur Datangi Korban Penganiayaan Oknum Polisi

    ACEH TIMUR - Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro mendatangi rumah keluarga Ramlan (60), korban penganiayaan yang dilakukan dua anggota Polsek Nurussalam di Gampong Keude Bagok Dua, Kecamatan Nurus

  • Jumat, 15/05/2020 19:08 WIB

    Kodim 0104/Aceh Timur Terima Kunjungan Pangdam IM

    LANGSA - Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Hassanudin SIP MM beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Kodim 0104/Aceh Timur, yang diterima langsung oleh Da

  • Selasa, 05/05/2020 18:11 WIB

    Tragis, Nelayan Ini Meninggal Saat Melaut di Perairan Aceh Timur

    ACEH TIMUR - Salah satu anak buah kapal (ABK) KM Supra Baru asal Kota Langsa, Iskandar (48), dikabarkan meninggal dunia saat melaut, sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (5/5/2020). Kapolsek Idi, Ildani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir