• Home
  • Peristiwa
  • Syukurlah, PDP Asal Aceh Utara yang Meninggal Negatif Virus Corona

Syukurlah, PDP Asal Aceh Utara yang Meninggal Negatif Virus Corona

Oleh: Redaksi
Rabu, 01/04/2020 14:10 WIB
Dibaca: 62 kali
Foto: ilustrasi

BANDA ACEH - Pasien dalam pengawasan (PDP) berinisial EY asal Kabupaten Aceh Utara yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh beberapa waktu lalu dinyatakan negatif COVID-19.

"Benar, kami baru terima (hasil swab), (EY) negatif COVID-19," kata Direktur RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin di Banda Aceh, Rabu (1/4/2020).

Hal senada juga disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh Utara Andree Prayuda bahwa mereka telah menerima hasil sampel lendir (swab) EY yang diterima pada Rabu (1/4/2020) dari Balitbangkes Kemenkes RI yang menunjukkan EY negatif COVID-19.

“Hasilnya negatif, ini sesuai dengan keyakinan bapak Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib yang pernah diberitakan sebelumnya, bahwa yang bersangkutan meninggal dunia bukan karena terpapar virus corona, tapi karena sakit infeksi empedu,” katanya di Aceh Utara.

EY meninggal dunia dalam status PDP ketika mendapat perawatan di respiratory intensive care unit (RICU) RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh pada Rabu (25/3) sekitar pukul 18.40 WIB.

Dia merupakan warga Desa Pulo Bang Trieng, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Ditetapkan sebagai PDP karena memiliki gejala menyerupai COVID-19 dan baru kembali ke Aceh dari negara transmisi Malaysia.

Ia menyebutkan dengan keluarnya hasil swab EY dari Balitbangkes tersebut maka pihaknya telah menyampaikan ke aparatur kecamatan Syamtalira Bayu bahwa status isolasi terhadap desa Pulo Blang tersebut telah dicabut.

“Alhamdulillah, hasil ini sesuai dengan harapan bapak bupati, juga harapan kita semua, khususnya warga masyarakat Pulo Blang Kecamatan Syamtalira Bayu yang sempat diisolasi. Hari ini status isolasi telah dicabut,” katanya.

Ia menyebutkan pada Jumat (27/3) lalu Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib juga menyampaikan bahwa EY yang berstatus PDP COVID-19 itu meninggal karena menderita infeksi empedu. Hal itu disampaikan ke publik untuk mengantisipasi kecemasan masyarakat karena status PDP.

Sementara, tambah dia, jenazah EY saat tiba di Aceh Utara dari RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh dibuka dan dimandikan kembali oleh pihak keluarga. Maka hal ini dikhawatirkan dapat menularkan COVID-19, karena saat itu belum ada hasil swabnya.

“Saya katakan masalah daripada warga kita di Kecamatan Syamtalira Bayu itu, pada dasarnya almarhum itu bukan sakit karena virus corona,” katanya.

Sumber: Antara

Tag:negatif coronapdp aceh utaravirus corona
Berita Terkait
  • Selasa, 02/06/2020 19:41 WIB

    MPU Aceh Nilai Terlalu Dini Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji 2020

    BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menilai Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama RI terlalu cepat mengeluarkan kebijakan membatalkan keberangkatan jamaah haji Indonesia 2020, m

  • Selasa, 02/06/2020 08:34 WIB

    Wings Air Enggan Terbang ke Aceh karena Sepi Penumpang

    NAGAN RAYA - Maskapai berjadwal Wings Air dipastikan masih menunda penerbangan ke sejumlah bandar udara di Provinsi Aceh akibat sepinya calon penumpang yang akan menggunakan jasa transportasi pesawat

  • Senin, 01/06/2020 17:15 WIB

    Unimal Buka Kampus Mulai 2 Juni

    ACEH UTARA - Dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Universitas Malikussaleh (Unimal) mulai 2 Juni 2020 kembali masuk kampus untuk memulai aktivitas perkantoran seperti biasa. Keputusan

  • Senin, 01/06/2020 15:57 WIB

    Selama Pandemi Virus Corona, 2.303 Pasangan Menikah di Aceh

    BANDA ACEH - Sebanyak 2.303 calon pengantin di Provinsi Aceh telah melaksanakan akad nikah sepanjang masa pandemi COVID-19, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus yang b

  • Sabtu, 30/05/2020 13:29 WIB

    Ini Syarat Angkutan Umum Bisa Masuk Aceh Pada 4 Juni

    BANDA ACEH - Angkutan umum bakal diizinkan masuk lagi ke Aceh mulai 5 Juni. Namun ada sejumlah syarat ketat yang harus dipenuhi demi mencegah penyebaran virus Corona di Aceh. "Angkutan umum diperbole

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir