Stasiun Karantina Aceh Musnahkan Ikan Aligator

Oleh: Redaksi
Kamis, 14/03/2019 20:17 WIB
Dibaca: 150 kali
Foto: Antara

BANDA ACEH  - Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Aceh memusnahkan ikan aligator gar atau biasa disebut ikan buaya karena merupakan ikan berbahaya dan bukan asli perairan setempat.

Pemusnahan ikan asal Amerika Latin tersebut dipusatkan di Kantor Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Aceh di kawasan Blangbintang, Aceh Besar, Kamis (14/3/2019)..

"Pemusnahan ikan tersebut dilakukan dengan jalan dibakar. Sebelum dibakar, ikan tersebut dimatikan terlebih dahulu," kata Kepala Subseksi Pengawasan Data dan Informasi Kantor Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Aceh Silvia Wijaya.

Ikan aligator yang dimusnahkan tersebut merupakan penyerahan dari pecinta ikan di Banda Aceh. Pemiliknya membeli ikan tersebut dari luar negeri sejak kecil dengan ukuran sekitar 10 sentimeter dan kini tumbuh lebih dari satu meter.

Menurut Silvia Wijaya, ikan aligator tersebut dimuskankan karena termasuk ikan invasif atau berbahaya. Jika ikan tersebut lepas di perairan, maka dipastikan ikan-ikan lainnya yang merupakan asli Aceh musnah dalam waktu singkat.

"Ikan aligator tersebut tidak hanya memangsa ikan setempat, tetapi juga memakan sumber makanan ikan lokal. Ikan aligator ini bukan asli Aceh, tetapi berasal Amazon, dari Amerika Latin," sebut Silvia Wijaya.

Selain ikan aligator, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Aceh juga memusnahkan 12 ekor ikan betta atau ikan cupang yang biasa juga disebut ikan laga.

Silvia Wijaya mengatakan, ikan betta tersebut diamankan di Bandara Sultan Iskandar Muda yang dikirim melalui jasa pengiriman barang dari Belawan, Sumatera Utara.

"Namun, pemilik ikan tidak mengurus dokumen karantina. Berdasarkan aturan, jika tiga hari tidak mengurus dokumen karantina, maka ikan betta tersebut wajib disita," sebut Silvia Wijaya.

Silvia Wijaya menegaskan, ikan betta tersebut juga dimusnahkan karena termasuk jenis ikan berbahaya. Ikan betta mengandung virus mematikan jika tertular ikan setempat.

"Ikan betta ini juga bukan ikan asli Aceh. Jika ikan ini lepas ke perairan umum, maka dalam waktu singkat, ikan setempat akan musnah karena dimangsa," kata Silvia Wijaya.

Sumber: Antara

Tag:Banda Acehikan aligator garikan bettaikan cupang
Berita Terkait
  • Jumat, 19/07/2019 21:16 WIB

    Tabrakan Beruntun Kembali Terjadi Lintas Banda Aceh - Calang

    ACEH JAYA -Tabrakan beruntun empat mobil, antara mobil barang jenis Isuzu Panther dengan mobil Toyota Kijang Inova, Suzuki Cary Pick Up dan Toyota Hi Ace terjadi di jalan nasional Calang – Meula

  • Rabu, 26/06/2019 20:46 WIB

    Airport Tax dari Banda SIM ke Luar Negeri Naik Jadi Rp 150.000

    BANDA ACEH - Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau biasa dikenal airport tax untuk penerbangan internasional dari Bandara Sultan Iskandar Muda, naik. Biaya yang dikenakan kepada se

  • Selasa, 25/06/2019 15:40 WIB

    Cuaca Buruk, Seluruh Pelayaran Banda Aceh-Sabang Dihentikan

    BANDA ACEH - Pelayaran dari Banda Aceh menuju Sabang dan sebaliknya dihentikan sementara akibat ombak tinggi dan angin kencang. Kapal kembali berlayar besok pagi. "Seluruh pelayaran hari ini kita h

  • Jumat, 31/05/2019 13:18 WIB

    Teka-teki Ikan Mati Massal di Pantai Banda Aceh

    BANDA ACEH - Keberadaan ikan yang disebut mati massal di pantai di Banda Aceh sempat membuat heboh. Terjawab sudah, ternyata ikan itu hasil tangkapan nelayan. "Ikan yang di pantai itu hasil tangkapan

  • Senin, 20/05/2019 17:45 WIB

    THR PNS Cair 24 Mei, Pemkot Banda Aceh Siapkan Rp 18 M

    BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh menyiapkan anggaran Rp 18 miliar untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) PNS. Rencananya, THR akan cair pada 24 Mei mendatang. "Peraturan Wali Kota

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir