• Home
  • PERISTIWA
  • Soal Rohingya, Masyarakat Diimbau tak Mudah Terprovokasi

Soal Rohingya, Masyarakat Diimbau tak Mudah Terprovokasi

Oleh: Redaksi
Sabtu, 09/09/2017 11:40 WIB
Dibaca: 738 kali
Foto: Asia News

JAKARTA - Masyarakat diminta untuk waspada akan politisasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya yang terjadi di Rakhine State, Myanmar yang dapat berakibat memicu konflik di dalam negeri sendiri.

Apalagi krisis etnis Rohingya ini ‘dibumbui’ isu agama tentunya akan dapat merusak persatuan bangsa kalau tidak disikapi dengan cermat duduk permasalahannya.

“Kita harus bisa mendudukkan persoalan masalah etnis Rohingya ini dengan cermat. Sebenarnya ini kan masalahnya multi konflik atau multi faktor yang sudah lama berkembang. Ada faktor geopolitik, ada faktor sumber daya alam, etnis dan faktor-faktor lainnya,” ujar Peneliti dari Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Adnan Anwar, Jumat (8/9/2017).

Dijelaskan mantan wakil sekjen PB NU ini, masalah konflik etnis Rohingya di Myanmar ini bukanlah konflik agama, meski  banyak umat muslim yang menjadi korban dalam kekerasan di Rakhine, Myanmar tersebut.

“Lalu jangan serta merta disimpulkan menjadi konflik antar agama. Ini kan konflik multi faktor, multi sektoral.  Jadi kalau ada yang mengatakan ini pembantaian terhadap umat islam sudah pasti tidak benar lah. Masalah ini harus didudukkan yang sebenarnya,” ujar tokoh muda NU ini.

Menurutnya, adanya upaya mobilisasi masyarakat muslim dunia termasuk masyarakat di Indonesia yang menyatakan bahwa konflik di Rakhine ini  masalah konflik agama tentunya sama sekali tidak dibenarkan.

“Dan tentunya itu sangat salah sekali. Masyarakat harus lebih cerdas mencermati masalah tersebut dan jangan sampai terprovokasi. Kalau isu masalah agama itu terus dikembangkan bisa-bisa masyarakat kita yang terpecah,” ujarnya.

Sumber: Antara

T#g:IslamMyanmarRohingya
Berita Terkait
  • Kamis, 07/12/2017 22:02 WIB

    Langgar Qanum Jinayah, 8 Warga Meulaboh Dicambuk

    ACEH BARAT - Tujuh orang pria dan seorang wanita di Aceh Barat, Provinsi Aceh menjalani Uqubah atau hukuman cambuk di dapan umum karena terbukti melakukan pelanggaran Qanun Jinayah Nomor 6 Tahun 20

  • Kamis, 30/11/2017 22:28 WIB

    18 Warga Aceh Barat Dicambuk di Depan Umum

    ACEH BARAT - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Aceh Barat, Aceh, mengeksekusi uqubah atau hukum cambuk terhadap 18 pria yang terbukti melakukan pelanggaran Qanun Jinayah Nomor 6/2014 tentang Huku

  • Sabtu, 09/09/2017 11:02 WIB

    Bantu Rohingya, Wali Kota Banda Aceh Keluarkan Sedaran Untuk PNS

    BANDA ACEH - Konflik yang terjadi di Rakhine State yang mengakibatkan etnis Rohingya dibantai oleh Junta Militer Myanmar telah banyak jatuh korban. Berdasarkan itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah

  • Rabu, 06/09/2017 23:03 WIB

    Anggota DPR Soal FPI Mau Jadi Relawan: PBB Saja Tak Dapat Akses Masuk Myanmar

    JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengaku tidak setuju dengan rencana ormas FPI yang ingin berangkat ke Myanmar dan menjadi relawan untuk membantu etnis Rohingya. Menurutnya, tak semb

  • Minggu, 11/06/2017 17:41 WIB

    Dituduh Hujat Islam di Facebook, Pria Pakistan Dijatuhi Hukuman Mati

    ISLAMABAD - Taimoor Raza dijatuhi hukuman mati lantaran dianggap menghujat soal Islam di Facebook. Hakim Shabbir Ahmad Awan menyebut pria Pakistan itu bersalah. Menurut Jaksa Shafiq Qureshi, ka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir