Soal Daftar 200 Mubalig, Menteri Agama Mohon Maaf

Oleh: Redaksi
Senin, 21/05/2018 10:47 WIB
Dibaca: 75 kali
Foto: kabarmakasar.com

JAKARTA - Kontroversi rilis 200 mubalig yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) makin meluas. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun kembali memberikan klarifikasi.

Dia menegaskan, rilis itu dalam rangka memberi pelayanan atas pertanyaan masyarakat yang membutuhkan nama mubalig. "Ini bukan seleksi, bukan akreditasi, apalagi standardisasi. Ini cara kami layani permintaan publik," terang Menteri Lukman, Senin (21/5/2018).

Menurut dia, rilis itu juga bukan dalam rangka memilah-milah penceramah. Rilis dibuat sesuai dengan usulan beberapa kalangan yang sudah masuk ke Kemenag dan akan terus di-update alias bisa bertambah.

Untuk itu, dalam rilis yang disampaikan, Kemenag juga menyertakan nomor WhatsApp yang bisa dijadikan sarana menyampaikan masukan (08118497492).

"Kami menerima banyak sekali masukan dari masyarakat. Dengan senang hati kami akan merilis beberapa yang belum masuk. Kami sudah menyatakan bahwa rilis ini sifatnya dinamis. Silakan saja publik menyampaikan. Kami membuka diri selebarnya untuk menerima masukan," bebernya.

Disinggung apakah ada motif politik dalam rilis tersebut, Menag menegaskan, sama sekali tidak ada. Daftar mubalig dibuat secara alamiah sesuai daftar usulan yang masuk dari pengurus ormas keagamaan, masjid besar, dan lainnya.

Jika ada mubalig dengan jutaan viewer tapi belum masuk dalam daftar, hal itu semata karena belum masuk dalam usulan.

"Itu bukti tidak ada motif politik di sini. Sama sekali tidak ada. Kalau kami berpolitik praktis, tentu kami hanya akan masukan yang pengikutnya besar saja," ujarnya.

Tentang mubalig yang merasa tidak nyaman karena namanya masuk dalam daftar rilis, dia menyampaikan permohonan maaf.

"Atas nama Kementerian Agama, selaku Menteri Agama, saya memohon maaf kepada nama yang ada dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada di sana," tandasnya.

Sumber: jpnn.com

Tag:KemenagMubalig
Berita Terkait
  • Senin, 27/08/2018 20:07 WIB

    Kejati Periksa Kepala Kemenag Aceh Terkait Kasus Korupsi

    BANDA ACEH - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memeriksa Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kemenag (Kemenag) Aceh Daud Pakeh terkait kasus korupsi perencanaan pembangunan Kantor Wilayah Kemenag Ace

  • Kamis, 09/08/2018 20:47 WIB

    Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Kemenag Aceh Ditahan

    BANDA ACEH - Satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Kementerian Agama (Kemenag) Aceh ditahan Kejati. Tersangka Hendra Saputra merupakan Direktur PT Supernova yang menjadi rekanan

  • Jumat, 03/08/2018 19:04 WIB

    Kemenag dan UIN Kerja Sama Buat Terjemahan Alquran ke Bahasa Aceh

    BANDA ACEH - Tujuh orang penerjemah dan tiga panitia menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Aceh. Proses penerjemahan saat ini sudah masuk pada tahap validasi terakhir sebelum lanjut ke proses cetak.

  • Jumat, 25/05/2018 13:15 WIB

    Aceh Tengah Bangun Gedung Balai Nikah

    ACEH TENGAH - Kekuatan masyarakat akan terwujud ketika bersatu, ini terlihat dari semangat masyarakat Bintang Kabupaten Aceh Tengah yang telah berswadaya untuk menghadirkan satu gedung Balai Nikah dan

  • Selasa, 22/05/2018 18:55 WIB

    Muncul Istilah Mubalig Pelat Merah? Ah, gak Enak

    JAKARTA - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menegaskan bahwa daftar nama 200 mubalig yang dikeluarkan kemenag hanya sebatas rekomendasi. Nah, rekomendasi diserahkan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir