Soal Daftar 200 Mubalig, Menteri Agama Mohon Maaf

Oleh: Redaksi
Senin, 21/05/2018 10:47 WIB
Dibaca: 189 kali
Foto: kabarmakasar.com

JAKARTA - Kontroversi rilis 200 mubalig yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) makin meluas. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun kembali memberikan klarifikasi.

Dia menegaskan, rilis itu dalam rangka memberi pelayanan atas pertanyaan masyarakat yang membutuhkan nama mubalig. "Ini bukan seleksi, bukan akreditasi, apalagi standardisasi. Ini cara kami layani permintaan publik," terang Menteri Lukman, Senin (21/5/2018).

Menurut dia, rilis itu juga bukan dalam rangka memilah-milah penceramah. Rilis dibuat sesuai dengan usulan beberapa kalangan yang sudah masuk ke Kemenag dan akan terus di-update alias bisa bertambah.

Untuk itu, dalam rilis yang disampaikan, Kemenag juga menyertakan nomor WhatsApp yang bisa dijadikan sarana menyampaikan masukan (08118497492).

"Kami menerima banyak sekali masukan dari masyarakat. Dengan senang hati kami akan merilis beberapa yang belum masuk. Kami sudah menyatakan bahwa rilis ini sifatnya dinamis. Silakan saja publik menyampaikan. Kami membuka diri selebarnya untuk menerima masukan," bebernya.

Disinggung apakah ada motif politik dalam rilis tersebut, Menag menegaskan, sama sekali tidak ada. Daftar mubalig dibuat secara alamiah sesuai daftar usulan yang masuk dari pengurus ormas keagamaan, masjid besar, dan lainnya.

Jika ada mubalig dengan jutaan viewer tapi belum masuk dalam daftar, hal itu semata karena belum masuk dalam usulan.

"Itu bukti tidak ada motif politik di sini. Sama sekali tidak ada. Kalau kami berpolitik praktis, tentu kami hanya akan masukan yang pengikutnya besar saja," ujarnya.

Tentang mubalig yang merasa tidak nyaman karena namanya masuk dalam daftar rilis, dia menyampaikan permohonan maaf.

"Atas nama Kementerian Agama, selaku Menteri Agama, saya memohon maaf kepada nama yang ada dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada di sana," tandasnya.

Sumber: jpnn.com

Tag:KemenagMubalig
Berita Terkait
  • Selasa, 26/03/2019 15:05 WIB

    Mahasiswa STAIN Meulaboh Keluarkan Dosen dari Kampus

    ACEH BARAT - Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat, mengeluarkan para dosen dan pegawai di penguruan tinggi tersebut pada Selasa. (26/3/201

  • Jumat, 15/03/2019 22:18 WIB

    Tahun Ini Ongkos Naik Haji di Aceh Sebesar Rp30 Juta

    BANDA ACEH - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menyebut, besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bagi Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Aceh (BTJ) untuk musim

  • Kamis, 24/01/2019 16:36 WIB

    Dana Haji Rp114 Triliun Diinvestasikan Penerbangan dan Katering

    JAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan menginvestasikan langsung potensi dana haji tersedia tahun 2018 sebesar Rp114 triliun pada sektor penerbangan dan katering, sekaligus untuk penin

  • Rabu, 23/01/2019 15:39 WIB

    Halo CPNS Kemenag, Anda Wajib Baca Berita Ini

    JAKARTA - Kementerian Agama memberikan waktu selama 15 hari kerja untuk mengumpulkan berkas data diri bagi peserta CPNS yang belum melengkapi administrasi. Waktu pemberkasan dibuka selama 15 hari kerj

  • Jumat, 11/01/2019 21:41 WIB

    Kemenag Rekomendasikan 14 Travel Umrah di Aceh

    BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh merekomendasi 14 travel umrah dan haji plus yang memiliki izin resmi di provinsi paling barat Indonesia itu. "Bagi masyarakat y

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir