Soal Daftar 200 Mubalig, Menteri Agama Mohon Maaf

Oleh: Redaksi
Senin, 21/05/2018 10:47 WIB
Dibaca: 299 kali
Foto: kabarmakasar.com

JAKARTA - Kontroversi rilis 200 mubalig yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) makin meluas. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun kembali memberikan klarifikasi.

Dia menegaskan, rilis itu dalam rangka memberi pelayanan atas pertanyaan masyarakat yang membutuhkan nama mubalig. "Ini bukan seleksi, bukan akreditasi, apalagi standardisasi. Ini cara kami layani permintaan publik," terang Menteri Lukman, Senin (21/5/2018).

Menurut dia, rilis itu juga bukan dalam rangka memilah-milah penceramah. Rilis dibuat sesuai dengan usulan beberapa kalangan yang sudah masuk ke Kemenag dan akan terus di-update alias bisa bertambah.

Untuk itu, dalam rilis yang disampaikan, Kemenag juga menyertakan nomor WhatsApp yang bisa dijadikan sarana menyampaikan masukan (08118497492).

"Kami menerima banyak sekali masukan dari masyarakat. Dengan senang hati kami akan merilis beberapa yang belum masuk. Kami sudah menyatakan bahwa rilis ini sifatnya dinamis. Silakan saja publik menyampaikan. Kami membuka diri selebarnya untuk menerima masukan," bebernya.

Disinggung apakah ada motif politik dalam rilis tersebut, Menag menegaskan, sama sekali tidak ada. Daftar mubalig dibuat secara alamiah sesuai daftar usulan yang masuk dari pengurus ormas keagamaan, masjid besar, dan lainnya.

Jika ada mubalig dengan jutaan viewer tapi belum masuk dalam daftar, hal itu semata karena belum masuk dalam usulan.

"Itu bukti tidak ada motif politik di sini. Sama sekali tidak ada. Kalau kami berpolitik praktis, tentu kami hanya akan masukan yang pengikutnya besar saja," ujarnya.

Tentang mubalig yang merasa tidak nyaman karena namanya masuk dalam daftar rilis, dia menyampaikan permohonan maaf.

"Atas nama Kementerian Agama, selaku Menteri Agama, saya memohon maaf kepada nama yang ada dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada di sana," tandasnya.

Sumber: jpnn.com

Tag:KemenagMubalig
Berita Terkait
  • Selasa, 07/04/2020 20:39 WIB

    Kemenag Aceh Tunggu Putusan Ulama soal Pelaksanaan Tarawih di Tengah Corona

    BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh akan berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) terkait pelaksanaan Surat Edaran (SE) Menteri Agam

  • Senin, 16/03/2020 11:44 WIB

    Cegah Penyebaran Corona, Kemenag Aceh Imbau Mesjid Tak Pakai Karpet

    BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengimbau masjid atau musala di Tanah Rencong sementara waktu tidak menggunakan karpet. Imbauan ini dikeluarkan untuk mencegah penyebaran vi

  • Rabu, 02/10/2019 14:47 WIB

    Kompak Banget, Pegawai Kemenag Aceh Berseragam Batik di Hari Batik Nasional

    BANDA ACEH - Aparatur sipil negara (ASN) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh serentak menggunakan batik, dalam rangka peringatan hari batik nasional yang selalu diperingati setiap 2 Oktober

  • Rabu, 25/09/2019 13:34 WIB

    Kemenag Aceh Sambut Positif UU Pesantren

    BANDA ACEH - DPR sudah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pesantren (RUU Pesantren) menjadi UU. Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Aceh menilai UU tersebut menjadi kado terindah bagi santri pada 2019.

  • Selasa, 26/03/2019 15:05 WIB

    Mahasiswa STAIN Meulaboh Keluarkan Dosen dari Kampus

    ACEH BARAT - Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat, mengeluarkan para dosen dan pegawai di penguruan tinggi tersebut pada Selasa. (26/3/201

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir