• Home
  • PERISTIWA
  • Sekolah Sementara di Pidie Jaya dan Bireuen Sudah Digunakan

Sekolah Sementara di Pidie Jaya dan Bireuen Sudah Digunakan

Oleh: Redaksi
Selasa, 07/03/2017 21:30 WIB
Dibaca: 172 kali
Foto: Istimewa/WartaAceh.com

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, membangun 24 sekolah sementara di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen. Sekolah itu digunakan untuk menggantikan gedung sekolah rusak akibat bencana gempa berkekuatan 6,4 pada skala Richter pada 7 Desember 2016.

“Sekolah-sekolah sementara tersebut sudah selesai pada pekan ketiga Februari 2017. Semuanya sudah dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga yang juga bertindak sebagai Ketua Satgas Percepatan Penanganan Dampak Bencana Gempa Bumi di Aceh.

Bangunan sekolah sementara tersebut adalah SDN Tampui, SMPN Tampui 4, SD Peudeuk Tunong, MIN 2 Beuracan, SDN Masjid Trienggadeng, SDN Peulandok Tunong, PAUD Kasih Ibu, SDN 3 Meureudu, MTS Pangwa, MAN Trienggadeng, SMK I Bandar Baru, MIN Paru Bandar Baru, SMPN 3 Bandar Baru, SDN Jiem Jiem, MAS Ulumul Qurán, SD Malem Dagang Bandar Dua, MTSN Meuredu, TK Raudhatul An Nur Pangwa, SMK I Bandar Dua, SMP I Samalanga, SMP I Samalanga, SMP 2 Panteraja Trienggading, SDN Muka Blang, MIN Panteraja, dan MAS Panteraja.

Selain ruang kelas, sekolah sementara yang tersebar di tiga zona terdampak, juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet, ruang guru, perpustakaan, mushola dan laboratorium dengan biaya sebesar Rp 16,04 miliar yang berasal dari dana siap pakai BNPB.

Dalam pembangunannya, Kementerian PUPR melibatkan BUMN Karya untuk konstruksi maupun konsultan pengawasnya yakni PT Waskita Karya, PT Hutama Karya, PT Adhi Karya, PT Nindya Karya, PT Wijaya Karya, PT Brantas Abripraya, PT PP, PT Waskita Karya, PT Yodya Karya, PT Bina Karya, dan PT Virama Karya.

Tugas khusus ini menindaklanjuti hasil Rapat Terbatas Kabinet tentang penanggulangan bencana di Aceh dan instruksi Presiden RI Bapak Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Pidie Jaya Aceh meninjau korban bencana pada tanggal Kamis 15 Desember 2016. 

Konstruksi yang digunakan adalah pengembangan dari teknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) yang dikembangkan Balitbang dan dikenal sebagai bangunan tahan gempa. Selain itu pengerjaannya dilakukan dengan sistem modular sehingga dapat dilakukan bongkar pasang secara cepat. Bila sekolah permanen sudah terbangun, modul-modul tersebut dapat disimpan untuk digunakan kembali bila diperlukan.

Sedangkan untuk kebutuhan anggaran bangunan sekolah permanen adalah sebesar Rp74,34 miliar dan diperkirakan akan selesai dalam waktu 10 sampai 12 bulan.

“Untuk melakukan perbaikan dan pembangunan sekolah permanen tersebut saat ini telah disiapkan rencana teknisnya dan sudah disampaikan usulan pendanaannya kepada Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Selain membangun sekolah sementara, Kementerian PUPR juga ditugaskan untuk membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya sementara, Masjid At Taqarub dan STAI Al Azziziyah yang rusak akibat bencana gempa. Hingga hari ini progres fisik pembangunan RSUD sementara sudah mencapai 37,62 persen dan ditargetkan bisa selesai akhir Maret 2017.

Untuk pembangunan Masjid, desain masjid baru telah disiapkan dan sudah dilakukan kegiatan sondering test dan test borring untuk mengetahui kondisi lapisan tanah. Sementara progres pembangunan STIA Azziziyah juga telah diselesaikan desain dan dimulai pekerjaan dilapangan dengan dilakukannya sondering test sehingga ditargetkan dapat selesai sebelum Idul Fitri 2018.

Sumber: netralitas.com

T#g:BireuenGempa AcehPidie Jaya
Berita Terkait
  • Kamis, 07/09/2017 20:16 WIB

    BEI Ajak Warga Desa di Aceh Jadi Investor Pasar Modal

    JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menyasar warga desa untuk menjadi investor pasar modal melalui program Desa Nabung Saham. Dalam waktu dekat, regulator pasar modal itu akan  menge

  • Selasa, 15/08/2017 21:52 WIB

    Bendera Alam Peudeung Berkibar di Pidie Jaya

    PIDIE JAYA - Bendera milik Kerajaan Aceh tempo dulu berkibar di sejumlah titik di Daerah Istimewa Aceh. Beberapa langsung diturunkan oleh kepolisian dan TNI, namun tetap bermunculan. Belum dike

  • Kamis, 20/07/2017 21:50 WIB

    Pemerintah Yakin Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh Tuntas 2018

    JAKARTA - Proses rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap empat kabupaten di Aceh yang dilanda gempa pada tahun 2016 terus dilakukan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

  • Sabtu, 08/07/2017 15:54 WIB

    Yonif 113 di Bireuen Akan Jadi Batalyon Raider

    BIREUEN - Sebanyak 538 personel Yonif 113/JS mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam rangka Latihan Pembentukan Batalyon Raider di Mako Yonif 113/JS, Juli Kabupaten Bireuen, Jumat (7/7/17). Danto

  • Sabtu, 17/06/2017 22:40 WIB

    Koramil Trienggadeng Bersama Warga Perbaiki Embung

    PIDIE JAYA - Serka Maskur Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 18/Trienggading Kodim 0102/Pidie. Bergotong royong membantu petani desa Peulandok Tunong dalam pembuatan Dam parit/rehabilitasi embu

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir