• Home
  • Peristiwa
  • Sebar Hoax, 2 Pria dan 1 Wanita Ditangkap Tim Pores Lhokseumawe

Sebar Hoax, 2 Pria dan 1 Wanita Ditangkap Tim Pores Lhokseumawe

Oleh: Redaksi
Rabu, 17/07/2019 15:40 WIB
Dibaca: 110 kali
foto detik.com

LHOKSEUMAWE - Polisi menangkap tiga pria yang diduga menyebarkan kabar bohong (hoax) terkait kasus pencabulan oleh pimpinan pesantren di Lhokseumawe, terhadap murid yang masih anak-anak. Dalam unggahan yang mereka sebarkan, kasus itu dianggap fitnah dan seolah dipaksakan oleh penyidik.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang mengatakan ketiga pria itu adalah HS (29) asal Bireun, IM (19) dan NA (21) asal Lhokseumawe. Mereka menyebarkan berita bohong di media sosial Facebook dan WhatsApp. Akibat ulah mereka, terjadi kegaduhan di tengah masyarakat. 

"Setelah kita dalami postingan mereka, telah terjadi kegaduhan dan keresahan di masyarakat. Kita kemudian amankan mereka atas kasus berita bohong di medsos. Ada yang menyebarkan melalui Facebook dan juga WhatsApp," kata AKP Indra kepada para wartawan, Rabu (17/7/2019). 

Indra menyebutkan unggahan yang mereka sebarkan itu ada kaitannya dengan kasus sedang mencuat saat ini. Pekan lalu, polisi merilis kasus pimpinan pesantren di Lhokseumawe ditangkap terkait pencabulan santrinya yang masih anak-anak.  

Nah, setelah kasus ini diperbincangkan, mereka kemudian memposting berita ke media sosial dengan narasi menuding bahwa perkara itu dipaksakan oleh penyidik. 

"Mereka memposting tentang perkara pesantren tersebut. Bahwa perkara itu fitnah. Perkara itu dipaksakan oleh penyidik. Oleh sebab itu, mereka kita amankan dan tetapkan sebagai tersangka kemarin," sebut Indra. 

Pelaku HS bertugas meng-upload berita bohong tersebut ke media sosial Facebook. IM bertugas mem-posting berita tersebut ke grup WhatsApp yang di dalamnya ada tersangka HS. Terakhir, pelaku NA juga menyebarkan ke grup WhatsApp.

Polisi terus melakukan pengembangan untuk memburu pembuat berita bohong yang disebarkan oleh ketiga tersangka ini. "Kita sedang kembangkan. Ada tiga orang lagi yang sedang kita kembangkan. Di antaranya kemungkinan pembuat berita tersebut," ujar Indra.

Diberitakan sebelumnya, ketua yayasan di salah satu pesantren, AI (45), dan guru ngaji MY (26) di Kota Lhokseumawe, Aceh, ditangkap polisi. Keduanya ditangkap diduga melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santrinya yang masih anak-anak.

"AI dan MY sudah kita amankan dan kita lakukan pemeriksaan lanjutan. Peristiwa itu terjadi di salah satu pesantren yang ada di Kota Lhokseumawe, di mana AI bertindak sebagai pimpinan pesantren sementara MY merupakan guru di tempat tersebut," kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan didampingi Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang saat konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (11/7/2019).

Ari menyebutkan dari hasil pemeriksaan, ada sekitar 15 orang anak yang menjadi korban perlakuan mereka. Namun baru 5 orang yang sudah melapor secara resmi ke pihak kepolisian. 

Sumber: detik.com

Tag:Lhokseumawepencabulan pimpinan pesantrenpesantren an nahlasebar hoax
Berita Terkait
  • Jumat, 05/07/2019 11:04 WIB

    Gelaran Liga Sepakbola Putri di Lhokseumawe Ditolak Ormas Islam

    LHOKSEUMAWE - Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat dan Organisasi Kepemudaan Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe mengecam penyelenggaraan sepakbola putri Liga Kemenpora beberapa waktu lalu di Lh

  • Senin, 01/07/2019 19:52 WIB

    Pencuri Uang Bank Mandiri Syariah Karyawan Sendiri

    LHOKSEUMAWE - Satreskrim Polres Lhokseumawe akhirnya berhasil mengungkap tuntas misteri kasus pencurian uang kas Kantor Bank Mandiri Syariah Komplek PT. PAG di Batuphat Timur, Muara Satu, dan mengaman

  • Rabu, 26/06/2019 18:53 WIB

    Kantor Kas Bank Mandiri Syariah di Lhokseumawe Dibobol Maling

    LHOKSEUMAWE - Kantor Kas Bank Mandiri Syariah yang ada di Komplek Perumahan Perta Arun Gas, Gampong Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe dibobol maling. Akibatnya, uang senilai Rp 19 juta

  • Selasa, 25/06/2019 18:59 WIB

    Warga Grebek Salon di Lhokseumawe

    LHOKSEUMAWE - Anak bawah umur diduga kerab menjadi korban jual-beli oleh mucikari yang ngepos di salah satu salon di Pasar Buah Kota Lhokseumawe. Hal ini terungkap setelah warga Pusong melakukan pengg

  • Kamis, 18/04/2019 16:34 WIB

    Pengakuan Bocah yang Picu Massa Geruduk Pos TNI AL Pusong

    LHOKSEUMAWE - Massa di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pusong, Lhokseumawe, menggeruduk Pos TNI AL Pusong karena kabar ada bocah dipukul oknum tentara. Ini pengakuan si bocah. "Saya bersama teman-teman

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir