• Home
  • Peristiwa
  • Perolehan Kursi Turun, Caleg Partai Aceh Dinilai Kurang Pengaruh

Perolehan Kursi Turun, Caleg Partai Aceh Dinilai Kurang Pengaruh

Oleh: Redaksi
Kamis, 16/05/2019 14:18 WIB
Dibaca: 41 kali
Foto: detik.com

BANDA ACEH - Perolehan kursi Partai Aceh di DPR Aceh (DPRA) kian merosot. Partai bentukan mantan pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini tidak mampu mencapai target mereka di Pemilu 2019.

Perolehan kursi Partai Aceh setelah Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh merampungkan pleno rekapitulasi pada Minggu (12/5/2019) lalu, hanya 18 kursi. Jumlah ini di luar ekspektasi karena mereka menargetkan perolehan kursi lebih banyak dari pileg sebelumnya, yakni 35 kursi.

Suara Partai Aceh terbanyak diperoleh dari dapil V meliputi Kabupaten Aceh Utara dan Lhokseumawe. Partai berwarna merah ini berhasil meloloskan 4 calegnya ke DPR Aceh.

Sementara di dapil IV, yang meliputi Aceh Tengah dan Bener Meriah, Partai Aceh, keok. Di sana, hanya partai nasional yang mengirimkan kadernya ke DPR Aceh. Sedangkan di dapil lain, perolehan kursi Partai Aceh antara satu hingga tiga kursi.

Menilik perolehan-perolehan Partai Aceh, perolehan suara mereka selalu menurun dalam setiap pileg. Pada pileg pertama yang diikutinya pada 2009, Partai Aceh berhasil menguasai parlemen dengan perolehan 33 kursi dari 69 kursi yang tersedia.

Pada Pileg 2014, Partai Aceh kehilangan empat kursi di tengah bertambahnya jumlah kursi di parlemen. Partai Aceh saat itu hanya mengantongi 29 dari total 81 kursi di DPRA.

Berkurangnya kursi Partai Aceh dinilai sebagai imbas dari kekecewaan masyarakat. Partai Aceh dianggap tidak bisa memenuhi apa yang menjadi aspirasi para pemilihnya.

"Saya pikir menurunnya (suara) Partai Aceh itu punya faktor. Pertama, bahwa masyarakat sudah bisa menilai ketika mereka pada 2014 mereka sudah memperoleh kursi yang dominan. Tapi kenyataannya masyarakat sangat kecewa dengan program-program yang tidak mengarah kepada rakyat," kata pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah, Aceh Effendi Hasan.

Menurut Effendi, penyebab lainnya adalah banyaknya kader yang hengkang. Tak bisa dimungkiri, memang banyak kader Partai Aceh yang hengkang karena maju sebagai calon anggota DPR RI.


"Kader yang dipasang sekarang rata-rata kurang berpengaruh di kalangan masyarakat. Jadi sangat bergantung pada figur. Masyarakat memilih juga melihat pada figur, kadang kala mereka memilih tidak melihat partai tapi figur," jelas Wakil Dekan I Fisip Unsyiah ini.

Meski suara merosot, Partai Aceh untuk tahun ini masih menjadi penguasa parlemen. Sementara perolehan terbanyak kedua, yaitu Demokrat (10 kursi), disusul Golkar (9 kursi), Gerindra (8 kursi), PNA (6 kursi), PAN (6 kursi), PKS (6 kursi), PPP (6 kursi), PKB (3 kursi), PDA (3 kursi), NasDem (2 kursi), SIRA (1 kursi), Hanura (1 kursi), PDIP (1 kursi), PKPI (1 kursi). 

Sumber: detik.com

Tag:partai acehPemilu 2019
Berita Terkait
  • Rabu, 22/05/2019 22:06 WIB

    Koordinator Relawan Prabowo di Aceh Sebagai Tersangka

    BANDA ACEH - Kepolisian menetapkan koordinator relawan Prabowo Sandi Provinsi Aceh Don Muzakir sebagai tersangka terkait video provokasi dan ajakan massa ke Jakarta. Kapolresta Banda Aceh Kombes Po

  • Selasa, 21/05/2019 22:53 WIB

    Plt Gubernur Aceh Ucapkan Selamat ke Jokowi-Ma'ruf Amin

    BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengucapkan selamat kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin yang memenangi Pilpres. Nova mengajak semua pihak bersama-sama membangun Indones

  • Selasa, 21/05/2019 15:47 WIB

    Penyebar Hoaks Mar'ruf Amin Pakai Kostum Sinterklas Dibui 7 Bulan

    LHOKSEUMAWE - PN Lhokseumawe, Aceh menjatuhkan vonis 7 bulan penjara kepada Tgk Safwan. Ia terbukti menyebarkan hoaks Ma'ruf Amin berkostum sinterklas. Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan

  • Rabu, 15/05/2019 10:33 WIB

    Kantor DPW Partai Aceh di Aceh Barat disegel dan diobrak-abrik kader

    ACEH BARAT -  Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, Selasa (14/5/2019) malam diobrak-abrik dan disegel oleh sejumlah pria yang diduga sebagai kader

  • Selasa, 14/05/2019 14:07 WIB

    Ulama Aceh: Harusnya Bulan Ramadhan Bisa Sejukkan Suhu Politik

    BANDA ACEH - Seorang ulama dari Aceh, Masrul Aidi Lc mengatakan, seharusnya bulan Ramadhan yang telah berjalan bisa menyejukkan suhu politik Tanah Air menjelang penetapan suara Pemilu Serentak dilakuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir