• Home
  • PERISTIWA
  • Pengadilan Banda Aceh Tolak Permohonan Suntik Mati Korban Tsunami

Pengadilan Banda Aceh Tolak Permohonan Suntik Mati Korban Tsunami

Oleh: Redaksi
Jumat, 19/05/2017 20:42 WIB
Dibaca: 233 kali
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH -  Hakim tunggal Pengadilan Negeri Banda Aceh menolak permohonan euthanasia atau suntik mati yang diajukan Berlin Silalahi (46) yang juga korban tsunami tahun 2004 silam.

Putusan penolakan permohonan euthanasia disampaikan hakim tunggal Ngatemin dalam persidangan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Banda Aceh, Jumat (19/5/2017).

Sidang tersebut tidak dihadiri langsung Berlin Silalahi karena kondisinya lumpuh dan sakit pernapasan kronis.

Sidang hanya dihadiri kuasa hukum pemohon, yakni Mila Kesuma dan Yusi Muharnina dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

"Menolak permohonan euthanasia yang diajukan Berlin Silalahi karena tidak ada aturan hukum yang mengaturnya. Euthanasia dilarang di Indonesia," kata Ngatemin.

Menurut majelis hakim, permohonan euthanasia melanggar Undang Undang HAM. Mengabulkan euthanasia sama saja mencabut hak asasi seseorang dalam mempertahankan hidup.

"Euthanasia merupakan pelanggaran hak mutlak seseorang. Setiap orang punya hak untuk hidup. Apalagi agama Islam, euthanasia dilarang keras," kata Ngatemin.

Hakim Ngatemin mengatakan, pemohon beragama Islam. Dalam Islam kematian adalah takdir. Kematian karena euthanasia mendahului takdir, sehingga sama saja dengan bunuh diri.

"Euthanasia dilarang di Indonesia. Setiap orang hanya boleh meninggal secara alamiah berdasarkan takdirnya. Euthanasia bertentangan norma hukum dan adat di Indonesia," kata Ngatemin.

Sebelumnya, Berlin Silalahi, korban tsunami yang selama ini menetap di hunian sementara Barak Bakoy, Aceh Besar mengajukan permohonan euthanasia atau suntik mati ke Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Berlin Silalahi mengajukan permohonan euthanasia atas kesadaran sendiri. Permohonan tersebut diajukan karena kondisinya sekarang ini lumpuh dan sakit-sakitan.

Berlin Silalahi kini tidak mampu menafkahi keluarganya. Sedangkan istrinya, Ratna Wati hanya ibu rumah tangga dan tidak memiliki pekerjaan. Untuk hidup sehari-hari, Berlin Silalahi hanya mengandalkan bantuan sesama korban tsunami ketika tinggal di Barak Bakoy. Kini, barak tersebut sudah dibongkar.

Selain itu, Berlin Silalahi juga sudah berupaya mengobati penyakitnya ke sejumlah rumah sakit di Aceh. Bahkan, ia juga berupaya mengobati penyakitnya dengan pengobatan alternatif. Namun, penyakitnya tidak kunjung sembuh.

Sumber: Antara

T#g:Banda AcehKorban TsunamiSuntik Mati
Banner Affiliate Cloudmediabiz
Berita Terkait
  • Minggu, 18/06/2017 13:12 WIB

    Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Bawah Jembatan Ulee Lheue

    BANDA ACEH - Warga Gampong Ulee Lheue, Kecamatan Ulee Lheue, Banda Aceh, dihebohkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas. Mayat itu ditemukan mengapung di bawah jembatan Ulee Lheue, Minggu (1

  • Minggu, 18/06/2017 06:48 WIB

    Banda Aceh Salurkan Zakat Rp 4,39 M untuk 6.523 Fakir Miskin

    BANDA ACEH - Sebanyak 6.523 fakir miskin di Banda Aceh menerima zakat konsumtif dari Baitul Mal. Total dana yang disalurkan untuk zakat ini sebesar Rp 4,39 miliar. Penyaluran zakat untuk fakir

  • Sabtu, 17/06/2017 20:02 WIB

    Polsek Kuta Alam Ringkus PSK dan Pelanggan yang Tengah Transaksi

    BANDA ACEH - Polsek Kuta Alam, Banda Aceh berhasil meringkus seorang germo, satu pekerja seks komersil (PSK) dan seorang pria sebagai pelanggan masih berstatus mahasiswa. Penangkapan ini pada opera

  • Minggu, 11/06/2017 23:20 WIB

    Tiga Penjual Petasan di Banda Aceh Ditangkap Polisi

    BANDA ACEH - Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh menangkap tiga tersangka penjual petasan serta mengamankan barang bukti berbagai jenis bahan peledak tersebut. Kepala Satuan Res

  • Minggu, 11/06/2017 09:15 WIB

    Buka Hingga Dini Hari, Salon di Banda Aceh Digerebek Warga

    BANDA ACEH - Salon Angeel di Jalan Kartini, Peunayong, Banda Aceh digerebek oleh warga. Rumah kecantikan tersebut diduga telah melanggar peraturan syariat Islam di Banda Aceh dan telah dijadikan te

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir