• Home
  • PERISTIWA
  • Pengadilan Banda Aceh Tolak Permohonan Suntik Mati Korban Tsunami

Pengadilan Banda Aceh Tolak Permohonan Suntik Mati Korban Tsunami

Oleh: Redaksi
Jumat, 19/05/2017 20:42 WIB
Dibaca: 298 kali
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH -  Hakim tunggal Pengadilan Negeri Banda Aceh menolak permohonan euthanasia atau suntik mati yang diajukan Berlin Silalahi (46) yang juga korban tsunami tahun 2004 silam.

Putusan penolakan permohonan euthanasia disampaikan hakim tunggal Ngatemin dalam persidangan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Banda Aceh, Jumat (19/5/2017).

Sidang tersebut tidak dihadiri langsung Berlin Silalahi karena kondisinya lumpuh dan sakit pernapasan kronis.

Sidang hanya dihadiri kuasa hukum pemohon, yakni Mila Kesuma dan Yusi Muharnina dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

"Menolak permohonan euthanasia yang diajukan Berlin Silalahi karena tidak ada aturan hukum yang mengaturnya. Euthanasia dilarang di Indonesia," kata Ngatemin.

Menurut majelis hakim, permohonan euthanasia melanggar Undang Undang HAM. Mengabulkan euthanasia sama saja mencabut hak asasi seseorang dalam mempertahankan hidup.

"Euthanasia merupakan pelanggaran hak mutlak seseorang. Setiap orang punya hak untuk hidup. Apalagi agama Islam, euthanasia dilarang keras," kata Ngatemin.

Hakim Ngatemin mengatakan, pemohon beragama Islam. Dalam Islam kematian adalah takdir. Kematian karena euthanasia mendahului takdir, sehingga sama saja dengan bunuh diri.

"Euthanasia dilarang di Indonesia. Setiap orang hanya boleh meninggal secara alamiah berdasarkan takdirnya. Euthanasia bertentangan norma hukum dan adat di Indonesia," kata Ngatemin.

Sebelumnya, Berlin Silalahi, korban tsunami yang selama ini menetap di hunian sementara Barak Bakoy, Aceh Besar mengajukan permohonan euthanasia atau suntik mati ke Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Berlin Silalahi mengajukan permohonan euthanasia atas kesadaran sendiri. Permohonan tersebut diajukan karena kondisinya sekarang ini lumpuh dan sakit-sakitan.

Berlin Silalahi kini tidak mampu menafkahi keluarganya. Sedangkan istrinya, Ratna Wati hanya ibu rumah tangga dan tidak memiliki pekerjaan. Untuk hidup sehari-hari, Berlin Silalahi hanya mengandalkan bantuan sesama korban tsunami ketika tinggal di Barak Bakoy. Kini, barak tersebut sudah dibongkar.

Selain itu, Berlin Silalahi juga sudah berupaya mengobati penyakitnya ke sejumlah rumah sakit di Aceh. Bahkan, ia juga berupaya mengobati penyakitnya dengan pengobatan alternatif. Namun, penyakitnya tidak kunjung sembuh.

Sumber: Antara

T#g:Banda AcehKorban TsunamiSuntik Mati
Berita Terkait
  • Minggu, 15/10/2017 12:38 WIB

    Laskar Digital Aceh Siap Meriahkan Sanger Day+ Fest 2017

    BANDA ACEH - Setelah sukses dilaksanakan  selama tiga tahun terakhir sejak ditetapkan  tanggal 12 Oktober 2014 sebagai Hari Sanger atau Sanger  Day di Kota Banda Aceh, maka  pad

  • Sabtu, 09/09/2017 11:02 WIB

    Bantu Rohingya, Wali Kota Banda Aceh Keluarkan Sedaran Untuk PNS

    BANDA ACEH - Konflik yang terjadi di Rakhine State yang mengakibatkan etnis Rohingya dibantai oleh Junta Militer Myanmar telah banyak jatuh korban. Berdasarkan itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah

  • Rabu, 09/08/2017 11:25 WIB

    Pemprov Aceh Minta Tambahan 3.072 PNS Baru

    BANDA ACEH - Pemerintah Aceh membutuhkan 3.072 pegawai baru untuk ditempatkan diberbagai formasi. Penambahan pegawai ini bertujuan agar kinerja pemerintah Tanah Rencong dapat lebih optimal. Keb

  • Rabu, 26/07/2017 21:30 WIB

    Dinsos Aceh Amankan 15 Pengemis di Masjid Baiturrahman

    BANDA ACEH - Sebanyak 15 pengemis yang biasa meminta-minta di pekarangan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Aceh diamankan petugas Dinas Sosial. Mereka akan ditampung di panti asuhan untuk pembin

  • Jumat, 21/07/2017 10:05 WIB

    Kalapas Banda Aceh Sangkal Tudingan BNN Soal Setoran Napi

    BANDA ACEH - Menanggapi tudingan Kepala BNN Brigjen Eldi terkait adanya oknum petugas yang berinitial Rah yang menerima uang setoran dari AS napi bos narkoba setiap bulannya 10 juta, akhirnya Kepal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir