• Home
  • Peristiwa
  • Pemulangan Nelayan Aceh dari Thailand, Kadinsos Aceh: Ini Hasil Kerjasama Semua Pihak

Pemulangan Nelayan Aceh dari Thailand, Kadinsos Aceh: Ini Hasil Kerjasama Semua Pihak

Oleh: Satria
Sabtu, 18/07/2020 22:04 WIB
Foto: Biro Humas Pemerintah Aceh
Kepala Dinas Sosial Aceh Drs. Alhudri, MM, saat menyambut kedatangan 6 nelayan remaja Asal Aceh Utara dan Aceh Timur di ruang kerjanya, Banda Aceh, Sabtu (18/7/2020).

BANDA ACEH - 6 nelayan remaja asal Aceh Utara dan Aceh Timur akan diantarkan pulang oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh ke kampung halamannya sore ini, Sabtu 18 Juli 2020. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM kepada wartawan, saat menyambut kedatangan 6 nelayan ramaja di ruang kerjanya, Sabtu 18 Juli 2020 tadi pagi.

“Ke enam nelayan remaja ini sudah kita terima dari Jakarta, nanti malam akan kita pulangkan ke kampung halamannya masing-masing,” kata Alhudri.

Turut hadir petugas dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementrian Kelautan, dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh.

Menurut Alhudri, keberhasilan Pemerintah Aceh memulangkan 6 nelayan remaja dari Thailand merupakan hasil kerja keras semua pihak. Ke 6 nelayan remaja tersebut terdiri dari Mawardi (16 tahun) Ikbal (16 tahun), dan Abdul (16 tahun) ketiganya di tangkap pada 10 Maret 2020 lalu, sementara Israkil (17 tahun), Hamdan (16 tahun), dan Mustafa (16 tahun) di tangkap pada 21 Januari 2020 lalu. Lima orang diantara mereka berasal dari Aceh Timur, satu diantaranya dari Aceh Utara.

“Pemulangan ini adalah hasil kerjasama semua pihak yang ikut memikirkan serta berupaya untuk mempercepat pemulangan. Baik itu dari eksekutif sendiri maupun legislatif, bahkan juga oleh tokoh masyarakat dan tokoh nelayan,” kata Alhudri.

Alhudri menuturkan, urusan pemulangan, Dinas Sosial Aceh selalu berkoordinasi dengan Kementrian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI (KBRI) yang ada di negara-negara dimana warga Aceh atau dalam hal ini nelayan Aceh ditangkap. Hal ini tentunya tidak lepas dari arahan Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT yang sangat menginginkan agar dapat memulangkan semua nelayan Aceh.

“Namun tentunya kita harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku di negara-negara orang,” kata Alhudri.

Menurut Alhudri, saat ini masih ada sejumlah nelayan Aceh yang masih ditahan di Thailand, kesemuanya sedang mengikuti masa hukuman setelah dihukum bersalah oleh pengadilan di Thailand. Sementara ke 6 remaja ini dibebaskan setelah mengikuti prosedur pembinaan dari Pemerintah Thailand karena diketahui masih berusia di bawah umur.

“Untuk nelayan Aceh di sana tetap ada pendampingan dari pemerintah , tentunya dari KBRI kita yang ada di Thailand. Tapi kita tetap berdoa dan berupaya semoga ada pengampunan untuk pengurangan masa hukumanlah,” kata Alhudri.

Pada kesempatan itu menghimbau, agar para nelayan senantiasa menjaga tapal batas negara saat melaut, sehingga kejadian yang sama tidak kembali terulang di kemudian hari.

Pemerintah Aceh melalui dinas teknis tentunya akan senantiasa mensosialisasikan tapal batas wilayah yang bias melaut. Kepada para orang tua dia juga berpesan untuk tidak mempekerjakan dulu anak-anak mereka untuk menjadi nelayan.

“Sekolahkan lah dulu mereka. Seperti yang disampaikan Pak Plt Gubernur, jika pun nanti jadi nelayan, nelayan yang handal karena pendidikan, kalaupun jadi pengusaha ikan, pengusaha ikan yang handal dan seterusnya,” ujar Alhudri.

Sementara itu Mustafa, salah seorang nelayan remaja yang ikut dipulangkan dari Thailand mengatakan, mereka memasuki perairan Thailand bukanlah suatu kesengajaan melainkan karena boat yang mereka pakai mesinnya rusak.

Mustafa berkisah, tiga hari – tiga malam mereka terhanyut dibawa ombak hingga kemudian ditangkap oleh otoritas Thailand karena memasuki daerah mereka. Setelah dibawa ke daratan, dia bersama teman-temannya dibariskan untuk difoto dan diperiksa identitas masing-masing.

Pihak otoritas Thailand memisahkan nelayan dewasa dengan nelayan yang masih berusia anak. Para nelayan dewasa ditahan di daerah Phuket Thailand.

“Karena dilihat kami masih di bawah umur maka kami dipisahkan dari orang ni. Orang ini di bawah ke Phuket, 25 hari kemudian di bawa ke sidang dan dipenjara 1 tahun,” katanya.

Dalam masa pembinaan di Thailand, Mustafa bersama teman-temannya mengaku mendapat perlakuan yang cukup baik di sana.

“Perlakuan orang Thailand kepada kami cukup baik, kami tidak mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan selama masa pembinaan,” kata remaja tamatan sekolah dasar yang mengaku baru pertama kalinya melaut.

Tag:nelayan acehnelayan terdampar
Berita Terkait
  • Jumat, 17/07/2020 16:04 WIB

    Terkait Pemulangan Nelayan Anak, Nova Iriansyah: Terima Kasih Pemerintah Pusat

    JAKARTA - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah menangani pemulangan enam warga Aceh yang ditangkap di perairan Andaman Thailand pad

  • Selasa, 09/06/2020 17:54 WIB

    Nelayan Aceh Lihat Kapal Rohingya di Selat Malaka

    BANDA ACEH - Personel Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh mendapat laporan adanya kapal etnis Rohingya berlayar ke arah perairan Selat Malaka. Polisi meningkatkan patroli untuk me

  • Rabu, 03/06/2020 18:40 WIB

    Bekerja di Kapal Asing, ABK Asal Aceh Dilaporkan Sudah Meninggal Dunia

    BANDA ACEH - Seorang anak buah kapal (ABK) asal Gampong Rawa, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, bernama Fadhil (26) yang bekerja di kapal asing dilaporkan hilang sejak November 2019. Rusli Ahmad (53)

  • Jumat, 29/05/2020 10:52 WIB

    Panglima Laot Aceh Minta Pemerintah Bantu 116 Nelayan Ditahan di 3 Negara

    BANDA ACEH - Sebanyak 116 nelayan Aceh ditahan di tiga negara karena melewati perbatasan saat melaut. Pihak keluarga mengaku khawatir karena sudah lima bulan tidak mendapat kabar terbaru terkait penan

  • Selasa, 31/03/2020 18:15 WIB

    Nelayan Aceh Tetap Melaut Meski Corona

    BANDA ACEH - Nelayan Aceh tetap melaut seperti biasa meski virus Corona mewabah. Para nelayan berharap pemerintah tidak menerapkan status lockdown yang dapat menyulitkan mereka mencari ikan. "Hingga

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir