• Home
  • Peristiwa
  • Pemda Upayakan Legitimasi Monumen Radio Rimba Raya

Pemda Upayakan Legitimasi Monumen Radio Rimba Raya

Oleh: Redaksi
Sabtu, 07/07/2018 11:15 WIB
Dibaca: 1.033 kali
Foto: lintasgayo.com

BENER MERIAH - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, mulai mengupayakan legitimasi monumen Radio Rimba Raya agar mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Pusat sebagai salah satu monumen bersejarah di Tanah Air.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bener Meriah, Irmansyah kepada wartawan di Redelong, Jumat (6/7/2018) menuturkan, pihaknya hingga saat ini terus melakukan langkah-langkah dalam upaya mendapatkan legitimasi tersebut. 

Diantaranya, kata Irmansyah, pihaknya pada Rabu (4/7/2018) telah menggelar kegiatan bertajuk "Mengenang Perjuangan Radio Rimba Raya" yang dipusatkan di komplek monumen Radio Rimba Raya di Kampung Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. 

Kegiatan tersebut turut mengundang Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, walau akhirnya Menhan batal hadir namun tetap diwakili oleh utusan kementerian. 

"Tujuannya untuk menggaungkan peran dan fungsi Radio Rimba Raya dalam mempertahankan Kemerdekaan RI di saat terjadinya agresi militer Belanda ke-2 tahun pada 1948-1949," tutur Irmansyah. 

Selain ditujukan untuk menjadi bukti sejarah, kata Irmansyah, monumen Radio Rimba Raya juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi bangsa kedepannya, untuk mengetahui hal-hal terkait peran perjuangan Radio Rimba Raya. 

Lanjutnya dalam upaya memperoleh legitimasi, pihaknya juga mewacanakan kemungkinan peresmian monumen Radio Rimba Raya oleh Presiden Joko Widodo pada serangkaian kegiatan Gayo Alas Mountain Internasional Festival (GAMIFest) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang di Dataran Tinggi Gayo. 

"Dengan momentum GAMIFest kita upayakan bagaimana Presiden RI bisa meresmikan Tugu Rimba Raya menjadi salah satu monumen bersejarah dalam mempertahankan Kemerdekaan Indonesia di saat agresi militer Belanda II," tutur Irmansyah. 

Dijelaskan bahwa Radio Rimba Raya pernah mengudara di belantara hutan dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah pada masa lalu sebagai media siaran yang gencar menyuarakan perjuangan rakyat Indonesia. 

"Dari koordinat Radio Rimba Raya inilah pejuang kita ketika itu mampu mematahkan kebohongan Belanda yang mengatakan bahwa Indonesia sudah takluk. Tanpa radio ini belum tentu republik ini ada seperti yang kita rasakan saat ini," ujarnya. 

Lanjutnya, peran Radio Rimba Raya di masa lalu juga sebagai sarana diplomasi dalam menyampaikan informasi kepada perwakilan RI di luar negeri. 

Radio ini, kata Irmansyah, tercatat sebagai satu-satunya media siaran di Tanah Air saat itu yang tidak mampu dilumpuhkan oleh serdadu penjajah, hingga akhirnya melalui siaran yang dipancarkan ke sejumlah negara mempergunakan tujuh bahasa mengabarkan bahwa Indonesia masih ada. 

Lengkapnya seperti yang tercatat oleh sejarah, Radio Rimba Raya saat itu menyiarkan pernyataan yakni "Republik Indonesia masih ada, pemimpin republik masih ada, tentara republik masih ada, pemerintahan republik masih ada, wilayah republik masih ada, dan di sini adalah Aceh". 

Dampak dari siaran tersebut disebut sangatlah krusial, yakni untuk mematahkan propaganda Belanda di mata dunia yang saat itu menyatakan bahwa republik telah takluk. 

"Dengan adanya berita Radio Rimba Raya akhirnya PBB mendesak Belanda untuk melakukan perundingan yang sekarang kita kenal sebagai Konfrensi Meja Bundar di Denhag Belanda sampai munculnya pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda," sebutnya.

Sumber: Antara

Tag:Bener MeriahRadio PerjuanganRadio Rimba Raya
Berita Terkait
  • Senin, 25/02/2019 20:29 WIB

    Polisikan Sandiaga-Dahnil, Eks Kombatan GAM: Kami Difitnah

    BANDA ACEH - Sebelas eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Bener Meriah melaporkan cawapres Sandiaga Uno ke Mapolda Aceh. Mereka menilai pernyataan Sandiaga terkait lahan Prabowo Subianto dipakai ek

  • Senin, 25/02/2019 18:12 WIB

    11 Mantan GAM Polisikan Sandiaga dan Dahnil

    BANDA ACEH - 11 eks Kombatan GAM Bener Meriah, Aceh mempolisikan Cawapres Sandiaga Uno ke Mapolda Aceh. Mereka melaporkan terkait pernyataan Sandi yang menyebut lahan Prabowo Subianto di Aceh dipakai

  • Selasa, 19/02/2019 20:29 WIB

    Ini Penjelasan Mantan Panglima GAM Wilayah Linge tentang Lahan Pinus Milik Prabowo

    ACEH TENGAH - Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Linge Fauzan Azima membeberkan proses capres Prabowo Subianto memperoleh ribuan hektare lahan di Aceh. Proses izin menguasai hutan pinu

  • Senin, 11/02/2019 03:10 WIB

    BKSDA Aceh Giring Kawanan Gajah Liar di Pintu Rime Gayo

    BENER MERIAH - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menggiring kawanan gajah liar sumatera (elephas maximus sumatranus ke kawasan hutan dari pemukiman warga di Gampong (desa) Negeri Anta

  • Jumat, 08/02/2019 18:07 WIB

    Bejat, Seorang Ayah di Bener Meriah Tega Cabuli Anak Sendiri

    BENER MERIAH - Seorang ayah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, tega mencabuli anak kandungnya yang masih di bawah umur. Motifnya karena sudah tidak punya hubungan harmonis dengan istri. Tersangka berin

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir