Partai Aceh Laporkan Denni Siregar ke Mabes Polri

Oleh: Redaksi
Selasa, 16/07/2019 16:37 WIB
Dibaca: 123 kali
Muhammad Saleh (kanan) bersama Ketua DPA Partai Aceh Muzakir Manaf. (Foto: Antara)

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA) melaporkan Denni Siregar ke Bareskrim Mabes Polri di Jakarta, karena yang bersangkutan dinilai telah melanggar Undang Undang tentang Informasi, Transaksi Elektronik (ITE) .

"Kami menilai Denni Siregar telah memfitnah dan menebar kebencian terhadap umat Islam, Pemerintah Aceh, DPR Aceh, khususnya ulama Aceh," kata juru bicara DPA PA Muhammad Saleh dalam siaran pers yang diterima di Banda Aceh, Selasa (16/7/2019).

"Insya Allah, siang ini kami melaporkan Denni Siregar," jelas Muhammad Saleh.

Selain itu, senator asal Aceh Fahrurrazi juga ikut serta melaporkan Denni Siregar.

Laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian Partai Aceh kepada rakyat Aceh, terhadap pihak mana pun yang dengan sadar, melakukan provokasi, penistaan dan menebar kebencian dengan menjatuhkan harkat dan martabat umat Islam di Bumi Serambi Mekkah.

Jubir Partai Aceh juga mengajak Pemerintah Aceh, DPR Aceh, elemen mahasiswa, santri serta masyarakat Aceh lainnya untuk bersama-sama menyikapi masalah ini secara serius.

"Kami bukan antikritik, tapi cara yang dilakukan Denni Siregar secara terbuka, sangat menyudutkan hak-hak kekhususan Aceh, terutama pelaksanaan syariat Islam di Aceh," kata Muhammad Saleh.

Sebelumnya, melalui jejaring media sosial youtube yang diunggah, 9 Juli 2019 lalu, Denni Siregar sangat tendensius, melontarkan kata-kata dan kalimat terkait rencana pelaksanaan Qanun hukum keluarga, yang salah satu pasalnya mengatur tentang tata cara poligami di Aceh.

Karenanya ia menilai pernyataan Denni tersebut provokatif, menista dan menebar kebencian. Contoh, Denni menyebut Aceh sebagai Negara di Serambi Mekkah, padahal Aceh adalah bagian dari Indonesia.

Kedua, Denni juga mengatakan Aceh masih berputar pada masalah mabuk, judi, mesum dan cambuk. "Ini sangat menista dan provokatif," kata Muhammad Saleh.

Ketiga, Denni mengatakan, Aceh adalah contoh penerapan khilafah massa depan di Indonesia.

"Pernyataan ini sangat berbahaya dan sesat, menyesatkan," tegas Muhammad Saleh.

Keempat, Denni menyebutkan seluruh rakyat, pemerintah dan ulama Aceh semuanya setuju poligami. "Padahal, kebijakan ini sedang dibahas di parlemen Aceh dan belum final," kata jubir PA.

Atas dasar itulah, Denni Siregar dinilai telah melanggar Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 2, UU ITE.

"Sebagai partai politik lokal yang sah secara hukum Indonesia, Partai Aceh memiliki tangungjawab membawa masalah ini ke ranah hukum," tegas Muhammad Saleh.

Sumber: Antara

Tag:denni siregarpartai acehqanum poligami
Berita Terkait
  • Rabu, 10/07/2019 20:13 WIB

    Akademisi Aceh: Jika Mau Poligami, Menikahlah dengan Janda

    BANDA ACEH - Praktik poligami sudah hadir sebelum Islam, praktik ini liar di masa jahiliyah di mana lelaki bisa menikah tanpa batas dan tanpa aturan yang membatasinya. Islam datang memberi batasan da

  • Sabtu, 06/07/2019 22:05 WIB

    Ini Kata Anggota DPRA Soal Pro Kontra Legalisasi Poligami

    BANDA ACEH - Pro dan kontra bergulir usai DPRA menjelaskan ketentuan poligami dalam Rancangan Qanun Hukum Keluarga yang digodok Komisi VII DPRA. Wakil Ketua Komisi VII, Musannif kepada wartawan, Sabt

  • Kamis, 16/05/2019 14:18 WIB

    Perolehan Kursi Turun, Caleg Partai Aceh Dinilai Kurang Pengaruh

    BANDA ACEH - Perolehan kursi Partai Aceh di DPR Aceh (DPRA) kian merosot. Partai bentukan mantan pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini tidak mampu mencapai target mereka di Pemilu 2019. Perolehan

  • Rabu, 15/05/2019 10:33 WIB

    Kantor DPW Partai Aceh di Aceh Barat disegel dan diobrak-abrik kader

    ACEH BARAT -  Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, Selasa (14/5/2019) malam diobrak-abrik dan disegel oleh sejumlah pria yang diduga sebagai kader

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir