• Home
  • Peristiwa
  • Panglima Laot Aceh Minta Pemerintah Bantu 116 Nelayan Ditahan di 3 Negara

Panglima Laot Aceh Minta Pemerintah Bantu 116 Nelayan Ditahan di 3 Negara

Oleh: Redaksi
Jumat, 29/05/2020 10:52 WIB
Foto: Ilustrasi

BANDA ACEH - Sebanyak 116 nelayan Aceh ditahan di tiga negara karena melewati perbatasan saat melaut. Pihak keluarga mengaku khawatir karena sudah lima bulan tidak mendapat kabar terbaru terkait penanganan para nelayan tersebut.

"(Sebanyak) 116 nelayan yang ditahan di Andaman, India; Thailand; dan Myanmar belum ada info lanjutannya. Tidak ada pemberitahuan (dari KBRI) sejak lima bulan terakhir," kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek kepada wartawan, Kamis (29/5/2020).

Para nelayan tersebut berangkat melaut dalam waktu dan kapal berbeda. Menurut Miftach, dari 116 nelayan, 62 orang di antaranya ditahan di Thailand; 53 nelayan ditahan di Andaman, India; serta satu orang di Myanmar.

Miftach memerinci, ada empat kasus nelayan yang ditahan di India. Pertama, tiga nelayan yang berangkat melaut dengan KM Mata Ranjau, yang ditahan sejak 22 Maret 2019.

Kemudian tiga nelayan menggunakan KM Athiya ditangkap sejak 7 September 2019, 59 nelayan melaut dengan KM Selat Malaka ditahan sejak 25 Desember 2019, dan 28 nelayan ditahan sejak 3 Maret 2020.

Sementara itu, nelayan yang ditahan di Thailand adalah 30 orang berangkat dengan KM Perkasa Mahera mendekam di penjara sejak 12 Januari lalu, tiga ABK KM Voltus ditahan mulai 12 Januari, dan 29 ABK KM TSB 2016 ditangkap pada 9 Maret.

Satu nakhoda KM Bintang Jasa bernama Jamaluddin ditahan di Myanmar sejak 6 November 2018. Dia sudah divonis bersalah dan dihukum tujuh tahun penjara.

"Panglima Laot Aceh meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia agar dapat mengadvokasi mereka yang berada di luar negeri tersebut," jelas Miftach.

Menurut Miftach, pihak Panglima Laot dan keluarga sangat membutuhkan informasi terkini terkait keadaan para nelayan tersebut. Dia berharap, pihak KBRI di negara tersebut segera memberi informasi terbaru terkait penanganan para nelayan.

"Setiap hari keluarga mereka menghubungi kami dan menanyakan kondisi orangtua dan suami mereka yang ditahan di Andaman, India; dan Thailand tersebut," ungkap Miftach.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima pihaknya, jelas Miftach, tiga nelayan sudah dibebaskan. Namun hingga kini mereka belum dipulangkan.

"Infonya tiga nelayan KM Athiya atas nama Munazir, Kaharuddin, dan Azmansyah yang ditahan di Andaman sudah dibebaskan. Tapi belum dipulangkan sejak dua bulan lalu," ujar Miftach.

Sumber: Antara

Tag:nelayan acehpanglima laot aceh
Berita Terkait
  • Selasa, 09/06/2020 17:54 WIB

    Nelayan Aceh Lihat Kapal Rohingya di Selat Malaka

    BANDA ACEH - Personel Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh mendapat laporan adanya kapal etnis Rohingya berlayar ke arah perairan Selat Malaka. Polisi meningkatkan patroli untuk me

  • Rabu, 03/06/2020 18:40 WIB

    Bekerja di Kapal Asing, ABK Asal Aceh Dilaporkan Sudah Meninggal Dunia

    BANDA ACEH - Seorang anak buah kapal (ABK) asal Gampong Rawa, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, bernama Fadhil (26) yang bekerja di kapal asing dilaporkan hilang sejak November 2019. Rusli Ahmad (53)

  • Selasa, 31/03/2020 18:15 WIB

    Nelayan Aceh Tetap Melaut Meski Corona

    BANDA ACEH - Nelayan Aceh tetap melaut seperti biasa meski virus Corona mewabah. Para nelayan berharap pemerintah tidak menerapkan status lockdown yang dapat menyulitkan mereka mencari ikan. "Hingga

  • Jumat, 11/10/2019 19:53 WIB

    Lagi, Tiga nelayan Aceh Ditangkap Otoritas India di Andaman

    BANDA ACEH - Tiga nelayan Aceh, warga Kabupaten Aceh Timur, ditangkap otoritas India di perairan Kepulauan Andaman, kata Anggota DPR Aceh Iskandar Usman Al Farlaky. "Ketiganya ditangkap setelah Kedut

  • Senin, 07/10/2019 20:42 WIB

    3 Nelayan Aceh Diduga Nyasar ke Negara Lain

    BANDA ACEH - Tiga nelayan asal Kampung Jawa, Banda Aceh, Aceh, yang melaut untuk menangkap ikan tuna sudah 20 hari tidak pulang. Biasanya, mereka melaut selama 12 hari. "(Sampai hari ini) belum ada k

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir