Nelayan Meulaboh Mulai Berburu Hiu

Oleh: Redaksi
Minggu, 03/12/2017 15:32 WIB
Dibaca: 34 kali
Foto: sinarharapan.co

ACEH BARAT - Para nalayan di wilayah perairan Provinsi Aceh saat ini mulai menemukan daerah tangkapan ikan hiu dan tuna sirip kuning, sejak memasuki puncak pergantian musim angin di wilayah Samudera Hindia-Indonesia.

Samsul Bahri, salah seorang nelayan Aceh Barat, di Meulaboh, Sabtu (2/12/2017) menuturkan, beberapa hari terkahir, mereka dihadang cuaca ekstrem, sehingga ketinggian gelombang di laut mengkhawatirkan, tapi juga ditemukan banyak ikan bernilai ekonomis.

"Mulai bulan Desember ini, masuk musim hiu, kepulangan lalu (Rabu), dalam perjalanan sempat memancing beberapa ekor hiu dengan bobot badan terkecil 70 kilogram dan terbesar saya dapat 120 kilogram," sebutnya.

Daerah penangkapan ikan (fishing ground) masih dalam perairan barat selatan Aceh, terutama menuju arah barat Kabupaten Simeulue, lokasi penangkapan ikan secara geografis tidak begitu jauh dari pulau-pulau kecil di perairan setempat.

Ia menjelaskan, tidak semua armada nelayan yang bisa menemukan atau menerobos gelombang tinggi menuju daerah penangkapan hiu yang disampaikannya, kapasitas armada yang bisa masuk ke kawasan itu 20 Grosstonage (GT) ke atas.

Dirinya sebagai pawang (kapten/nahkoda) kapal berkapasitas 29 GT, tidak begitu sulit menerobos gelombang tinggi, namun yang dikhawatirkan adalah lokasi penangkapan yang cukup dekat dengan pulau, kapal bisa terhempas ke bebatuan apabila tidak mahir.

"Posisinya tidak jauh, kita bisa dekat dengan pulau, kalau ada gelombang besar, nah disitu takutnya. Sampai sejauh ini boad saya tidak apa-apa. Setelah dapat kami bongkar di Susoh, Aceh Barat Daya, di sana lebih mudah," imbuhnya.

Ikan hiu dan tuna ditangkap dengan memancing, umpan ikan hiu adalah sejenis ikan tongkol ukuran 1,5 kg, setelah terkena mata kail barulah hiu tersebut diangkat secara perlahan, mereka tidak menggunakan alat mesin/ katrol untuk mengangkat hiu.

Begitu hiu sudah lemas dan tidak berdaya, barulah kepala ikan tersebut diikat dengan tali, kemudian ditariknya ke atas boad. Walaupun berat akan tetapi cara demikian sudah menjadi kebiasaan lama yang mungkin tidak mampu dilakukan nelayan luar Aceh.

"Kami tidak pakai alat derek mesin atau katrol seperti nelayan-nelayan luar, setelah hiu kena, maenkan sekitar 1,5 sampai 2 jam, kalau sudah lemas baru diseret pelan-pelan. Ngerinya saat mengangkat ke atas, hiu belum mati, mulutnya masih terbuka," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat, Mahli, menuturkan, nelayan harap berhati-hati walaupun bernilai secara ekonomis, akan tetapi keselamatan jauh lebih utama.

"Kita memintakan agar nelayan berhati-hati, jangan sampai karena mengejar ikan-ikan besar, tidak mempedulikan resiko. Jangan lupa bawa alat komunikasi karena kondisi cuaca saat ini sangat ekstrem di perairan laut Aceh Barat dan sekitarnya," sebutnya.

Menurut Mahli, bagi nelayan Aceh Barat, terhadap musim jenis ikan sudah menjadi peta untuk jadwal penangkapan, namun demikian tidak semua bisa memanfaatkan momen tersebut karena keterbatasan armada dan alat penangkapan ikan yang tidak ideal.

Ia juga mengingatkan, tidak melakukan penangkapan hiu berlebihan apalagi jenis ikan tersebut ada jenis tertentu yang sudah dilarang, demikian halnya ikan tuna sirip kuning yang paling banyak di perairan Aceh, juga tidak boleh ditangkap berlebihan.

Sumber: antaranews.com

T#g:Aceh BaratIkan HiuNelayan
Berita Terkait
  • Kamis, 30/11/2017 22:28 WIB

    18 Warga Aceh Barat Dicambuk di Depan Umum

    ACEH BARAT - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Aceh Barat, Aceh, mengeksekusi uqubah atau hukum cambuk terhadap 18 pria yang terbukti melakukan pelanggaran Qanun Jinayah Nomor 6/2014 tentang Huku

  • Rabu, 06/09/2017 21:16 WIB

    4 Nelayan Simeulue Dilaporkan Hilang di Laut

    SIMEULUE - Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan empat orang nelayan tradisional asal Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh hilang setelah melaut di tengah cuaca ektrem melanda wilayah perairan sete

  • Sabtu, 12/08/2017 11:21 WIB

    BKSDA Aceh Evakuasi Orangutan yang Masuk ke Kebun Warga

    ACEH BARAT - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengevakuasi seekor Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang memasuki perkebunan kelapa sawit milik warga. Tim menyelamatkan primata te

  • Kamis, 10/08/2017 16:14 WIB

    Ribuan Batang Rokok Ilegal di Aceh Barat Dimusnahkan

    ACEH BARAT - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat memusnahkan ribuan batang rokok ilegal tanpa cukai, Kamis (10/8/2017). Rokok yang sempat beredar di tengah masyarakat i

  • Rabu, 09/08/2017 07:20 WIB

    Hari Hilang, Nelayan di Lhokseumawe Ditemukan Terapung 250 Mil dari Pantai

    LHOKSEUMAWE - Jamaluddin alias Wak Din (47), seorang nelayan asal Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, dilaporkan hilang saat memancing ikan di laut. Lima hari berselang Jam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir