• Home
  • Peristiwa
  • Nazar: Saya Tidak Pernah Kirim Orang Minta Uang Proyek BPKS

Nazar: Saya Tidak Pernah Kirim Orang Minta Uang Proyek BPKS

Oleh: Redaksi
Selasa, 26/02/2019 14:43 WIB
Dibaca: 151 kali
Foto: zonadamai.com

BANDA ACEH - Mantan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar menegaskan dirinya tidak pernah mengirim orang untuk minta uang dari proyek-proyek Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

"Selama saya Wagub, saya tidak pernah mengintervensi proyek-proyek BPKS, tidak pernah saya kirim orang untuk minta uang dan juga Alhamdulillah saya tidak menerimanya," katanya dalam pernyataan tertulis seperti diliris Antara, Selasa (26/2/2019).

"Nah, kalau ada orang dikasih uang karena mengaku orang saya maka carilah orang itu dan minta kembali sama orang itu, karena saya tidak menerimanya," tegasnya lagi.

Ia menyatakan, Ketua dewan kawasanya adalah Gubernur dan karena itu dirinya tidak pernah mengintervensi meskipun mungkin sering mempromosikan pelabuhan Sabang. Namun kebijakan-kebijakan termasuk proyek di BPKS tidak mengurusnya.

"Kalau Ijil atau Ayah Merin membawa nama saya untuk minta uang itu berarti pemerasan untuk memperbanyak uang ke dia dan tidak dia kasih ke saya dan juga tidak pernah saya minta. Jadinya Ayah Merin dapat double atau multi fee dengan membawa nama pejabat. Maka yang pernah kasih uang ke dia ya minta balik atau kejar tangkap kalau dia lari," katanya.

Selain itu, lanjut Nazar, meskipun Ayah Merin pernah menjadi timses dirinya tetapi dalam keseharian tugas dan dinamika sebagai Wagub dulu semua orang dalam timnya paham bahwa dia tidak terlalu akrab dengan dirinya.

"Dalam arti urusan proyek, dia tidak pernah datang ke saya," kata Nazar yang juga ketua Umum Partai SIRA, salah satu partai lokal di Aceh.

Karena itu, ia menyarankan saksi yang menyatakan memberikan uang ke Ayah Merin untuk tujuan ke dirinya lebih baik yang bersangkutan dicari untuk minta kembali dan proses secara hukum yang berlaku.

"Kalau urusan Pak Gubenur Irwandi dengan Ayah Merin saya tidak paham, tapi kalau dengan saya, Ayah Merin tak pernah kasih uang. Bahkan selama saya Wagub, Ayah Merin justru termasuk sering mendiskriminasikan saya dan memicu perbedaan antara Gubernur dan Wagub waktu itu, tetapi saya tidak gubris karena itu hal biasa dalam fenomena politik, apalagi waktu itu Aceh dalam keadaan transisi dari konflik ke perdamaian," katanya.

Sebelumnya dalam persidangan terdakwa Gubernur Aceh non aktif, Irwandi terungkap bahwa Wakil Gubernur Aceh periode 2007 hingga 2012 Muhammad Nazar disebut mendapat Rp700 juta dari proyek pembangunan Dermaga Sabang Aceh yang dibiayai APBN.

"Ada untuk Wakil Gubernur Rp700 juta Pak Muhammad Nazar selaku NAD 2," kata Board of Management (BOM) Nindya Sejati Joint Operation (JO) Bayu Ardhianto dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

Bayu bersaksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf yang didakwa melakukan tiga perbuatan, yaitu pertama menerima suap sebesar Rp1,05 miliar terkait dengan proyek-proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

Kedua, menerima gratifikasi sepanjang menjadi Gubernur Aceh periode 2017 s.d. 2022 sebesar Rp8,717 miliar, dan ketiga gratifikasi saat menjabat Gubernur Aceh 2007 s.d. 2012 sebesar Rp32,454 miliar sehingga seluruhnya mencapai Rp42,221 miliar.

Proyek pembangunan Dermaga Sabang dikerjakan oleh Joint Operation (JO) Nindya Karya dan Tuah Sejati terbukti ada korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp116 miliar dalam periode 2006 s.d. 2011 dengan anggaran sekitar Rp760 miliar.

Dalam proyek itu, sudah ada beberapa orang yang divonis penjara, yaitu kuasa Nindya Sejati JO Heru Sulaksono yang divonis 9 tahun penjara, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Ramadhani Ismy divonis 6 tahun penjara, dan mantan Gubernur Bener Meriah Ruslan Abdul Gani divonis 5 tahun penjara.

Uang untuk Wakil Gubernur Muhammad Nazar itu disebut Bayu diminta oleh mantan Panglima GAM Sabang Izil Azhar yang juga orang dekat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

"Ada untuk NAD 1 (Gubernur Aceh), ada untuk NAD 2 Pak Muhammad Nazar, ada catatannya," ungkap Bayu.

Bayu mengaku menyerahkan uang tersebut kepada Izil Azhar secara tunai.

"Prosedurnya permintaan Izil Azhar disampaikan kepada Pak Taufik (Muhammad Taufik Reza)," tambah Bayu.


Sumber: Antara

Tag:Acehkorupsi irwandimantan wagub acehmuhammad nazar
Berita Terkait
  • Kamis, 21/11/2019 14:54 WIB

    Dispora Gelar Kejuaraan Motocross dan Grastrack Aceh Open 2019

    BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Alfa Otomotif Club (AOC) Aceh kembali menggelar event Motocross dan Grastrack Aceh Open 2019 di Kabupaten Nagan

  • Senin, 18/11/2019 21:52 WIB

    Bawa Misi Anak Aceh Hebat, 5 Pelari Tempuh 250 Kilometer dari Meulaboh ke Banda Aceh

    MEULABOH - Memiliki mimpi dan masa depan adalah harapan dari ratusan anak di Aceh. Tak dapat menolak lupa peristiwa 15 tahun lalu, mereka jadikan kenangan itu sebagai awal kebangkitan untuk menge

  • Kamis, 14/11/2019 17:18 WIB

    Putra Aceh Ini, Harumkan Nama Indonesia di Pentas Debat Bahasa Arab di Malaysia

    SUKABUMI - Mahasiswa Aceh mencatatkan prestasi gemilang sekaligus mengharumkan Indonesia di pentas internasional.Hal ini dibuktikan Muhammad Zaki mampu meraih juara dua debat bahasa Arab dalam ajang A

  • Jumat, 08/11/2019 01:36 WIB

    Pecinta Batu Mulia, Jangan Lewatkan Festival Satu Ini

    BANDA ACEH -Setelah berjaya empat tahun silam lewat batu giok, Aceh kembali pikat pecinta batu mulia dalam agenda menarik November ini dengan menghadirkan festival batu terbesar di Indonesia.Mengangka

  • Rabu, 06/11/2019 16:14 WIB

    Aceh Perlu Membentuk BPJKA

    BANDA ACEH - Anggota DPR Aceh dr Purnama Setia Budi SPOG mengusulkan agar Pemerintah Aceh membentuk lembaga pengelola dana jaminan kesehatan masyarakat secara mandiri dalam bentuk Badan Pelayanan Jami

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir