• Home
  • Peristiwa
  • Mantan Walkot Sabang Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan

Mantan Walkot Sabang Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan

Oleh: Redaksi
Kamis, 05/09/2019 16:45 WIB
Dibaca: 122 kali
Foto: detik.com

BANDA ACEH - Mantan Wali Kota Sabang Zulkifli Adam ditahan penyidik Kejati Aceh karena diduga melakukan korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan rumah guru. Dalam kasus ini, kerugian negara mencapai Rp 796 juta.

 Zulkifli, yang mengenakan rompi oranye, dibawa keluar dari ruang penyidik Kejati Aceh sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (5/9/2019). Dia berjalan ke mobil tahanan dengan dikawal petugas Kejati Aceh.

Selain Zulkifli, Kejati Aceh menahan Mismar selaku PPATK. Keduanya akan ditahan di Rutan Kajhu, Aceh Besar hingga 20 hari ke depan.

"Pada hari ini, penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka atas nama Zulkifli H Adam mantan Wali Kota Sabang dan Mismar selaku PPATK dalam perkara pembebasan lahan untuk perumahan guru di Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang," kata Kasi Penkum Kejati Aceh Munawal Hadi kepada wartawan.

Menurut Munawal, pembebasan untuk perumahan guru tersebut dilakukan pada 2012 dengan sumber anggaran dari APBK Sabang sebesar Rp 1,6 miliar. Dalam kasus ini didapati kerugian negara ratusan juta.

"Berdasarkan perhitungan ahli keuangan pada perkara ini didapati kerugian negara sebesar Rp 796 juta," jelas Munawal.

Sementara Zulkifli mengaku tidak bersalah dalam perkara ini. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Oktober 2018.

Menurutnya, SK penetapan lokasi lahan untuk pembangunan rumah guru diterbitkan Pj Wali Kota Sabang Zulkifli HS pada Juni 2012.

"Sedangkan saya dilantik sebagai Wali Kota Sabang tanggal 17 September 2012. Artinya, saya belum jadi wali kota saat itu," jelas Zulkifli.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi tersebut bermula pada 2012, ketika Dinas Pendidikan Sabang hendak membangun rumah dinas guru di Cot Damar, Gampong Raya Seunara, Kecamatan Sukakarya, dengan luas tanah sekitar 9.437 m2 dan di Blang Tunong Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, dengan luas tanah sekitar 664 m2.

Dalam prosesnya, terjadi penggelembungan harga sehingga menimbulkan kerugian negara.

Sumber: detik.com

Tag:kasus korupsikejaksaan tinggi acehmantan walikota sabangSabang
Berita Terkait
  • Kamis, 04/06/2020 15:33 WIB

    Gempa 4,8 Magnitudo di Sabang Rusak 17 Bangunan

    SABANG - Gempa bumi bermagnitudo 4,8 pada Kamis(4/6/2020) pukul 05.31 WIB mengguncang wilayah Kota Sabang, data sementara tercatat sebanyak 17 bangunan rusak ringan hingga berat. Kepala Bagian Umum d

  • Senin, 01/06/2020 18:34 WIB

    Sambut New Normal, Wisata Sabang Kembali Dibuka

    SABANG - Memasuki penerapan pola kehidupan normal baru atau New Normal, Pemerintah Kota Sabang, Aceh kembali membuka lokasi wisata serta pengoperasian moda transportasi laut dari Banda Aceh menuju Sab

  • Sabtu, 21/03/2020 22:31 WIB

    Satu PDP Corona dari Sabang Dirujuk ke RSU Zainoel Abidin

    SABANG - Seorang warga Kota Sabang yang masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Kota Banda Aceh guna penanganan medis l

  • Jumat, 06/03/2020 17:41 WIB

    Imbas Virus Corona, Sabang Marine Festival 2020 Ditunda

    SABANG - Event Sabang Marine Festival (SMF) 2020 yang rencananya bakal digelar pertengahan Maret mendatang diputuskan bakal ditunda. Panitia sudah menyampaikan kabar penundaan tersebut ke peserta dari

  • Selasa, 05/11/2019 15:26 WIB

    Perusahaan Diving Dituding Rusak Terumbu Karang di Sabang

    SABANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Sabang mengancam akan mencabut izin PT. Monster Scuba Diving Centre jika terbukti merusak terumbu karang. Perusahaan ini dituding merusak lingkungan saat pembersihan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir