• Home
  • Peristiwa
  • Mantan Aktivis Aceh Ingatkan Pelanggaran HAM Era Orde Baru

Mantan Aktivis Aceh Ingatkan Pelanggaran HAM Era Orde Baru

Oleh: Redaksi
Rabu, 12/12/2018 11:25 WIB
Dibaca: 519 kali
Foto: Ilustrasi/google.com

JAKARTA - Munculnya narasi positif mengenai Orde Baru belakangan ini dikritisi tokoh muda Aceh, Thamren Ananda.

Thamren mengungkapkan rakyat Aceh belum lupa terhadap peristiwa terkait penetapan Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) pada 1989-1999."Pelanggaran HAM di Aceh semasa rezim Soeharto lebih kejam dibanding kejahatan Abu Lahab dan Abu Jahal di zaman jahiliyah," tutur Thamren dalam keterangannya, Selasa (11/12/2018).

Menurut Thamren, apa yang disaksikan tentang kejahatan Orba kepada Aceh bukan hal baru. Sebelum ini, Komnas HAM telah melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran HAM yang terjadi di provinsi berjuluk Serambi Mekkah tersebut.

Hasilnya, kata Thamren, ditemukan adanya perkosaan atau bentuk kekerasan seksual lain yang setara, penyiksaan, pembunuhan, penghilangan orang secara paksa dan perampasan kemerdekaan atau kebebasan fisik secara sewenang-wenang, dalam peristiwa tersebut.  

"Dengan pengusutan secara transparan dan tuntas pelanggaran hukum dan HAM di daerah Aceh, hal ini tidak akan menimbulkan spekulasi yang dapat merugikan pihak ABRI (sebelum TNI-red) dan/atau tidak akan ada upaya balas dendam dari generasi yang akan datang," ujarnya.

Dengan pengusutan tuntas, lanjutnya, dunia internasional akan lebih percaya terhadap negara Indonesia. Yakni sebagai negara yang selalu memperhatikan penegakan hukum dan HAM.

Dia menegaskan masyarakat Aceh masih merasakan luka akibat kejahatan HAM tersebut. Sebagian peristiwa penyiksaan tragis dilakukan aparat militer. "Tidak ada kata yang tepat untuk melukiskan penderitaan rakyat di Aceh kecuali kata biadab," tutur mantan aktivis Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) ini.

Menurut Thamren, rezim Soeharto ini kualitasnya hampir sama dengan yang dilakukan Pol Pot di 'the killing field' Kamboja. "Kalau di Kamboja dikenal dengan istilah 'the killing field', maka di Aceh realitas ladang pembantaian itu adalah 'Bukit Tengkorak' yang jumlahnya sekitar 35 tempat, suatu jumlah yang melebihi jumlah ladang pembantaian di Kamboja," ujarnya. 

Oleh karena itu, Thamren mengatakan, pelanggaran HAM di Aceh harus diusut tuntas. Para pelaku dan aktor intelektualnya harus segera dimintai pertanggungjawabannya. 

Sumber: sindonews.com

Tag:daerah operasi militer acehorde barupelanggaran hamthamren ananda
Berita Terkait
  • Rabu, 08/05/2019 14:05 WIB

    Ini Alasan Komnas HAM Periksa Irwandi soal Pelanggaran HAM di Aceh

    JAKARTA - Komnas HAM memeriksa Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf sebagai saksi kasus dugaan pelanggaran HAM berat di Aceh. Irwandi disebut banyak tahu soal peristiwa dugaan pelanggaran HAM itu.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir