• Home
  • PERISTIWA
  • MaTA Desak Polisi Usut Korupsi Dana Desa di Aceh Utara

MaTA Desak Polisi Usut Korupsi Dana Desa di Aceh Utara

Oleh: Redaksi
Rabu, 05/07/2017 13:44 WIB
Dibaca: 132 kali
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH - LSM Transparansi Aceh (MaTA) mendesak kepolisian di Kabupaten Aceh Utara mengusut indikasi korupsi dana desa yang sudah dilaporkan ke Polres setempat.

Koordinator Bidang Hukum dan Politik Badan Pekerja MaTA, Baihaqi di Banda Aceh, Selasa (4/7/2017) mengatakan, sebelumnya masyarakat Ulee Rubek Barat, Kabupaten Aceh Utara, melaporkan indikasi korupsi dana desa ke Bagian Tipikor Polres Aceh Utara.

Laporan tersebut, ungkap Baihaqi, disampaikan pada 24 Mei 2017. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut kepolisian dari laporan masyarakat tersebut.

Indikasi korupsi yang dilaporkan tersebut berupa pengelolaan dana desa Gampong Ulee Rubek Barat, Aceh Utara, tahun anggaran 2016 tahap dua sebesar Rp275 juta lebih.

Laporan tersebut, kata Baihaqi, ditandatangani 100-an masyarakat. Laporan memuat sejumlah indikasi korupsi di antaranya pembangunan gedung taman kanak-kanak yang tidak sesuai rancangan anggaran belanja atau RAB.

"Selain itu, realisasi dana Badan Usaha Milik Gampong atau BUMG terindikasi tidak tepat sasaran. Penyaluran honorarium guru majelis taklim dan guru balai pengajian tidak sesuai," kata Baihaqi.

MaTA, sebut Baihaqi, sudah mengkaji laporan masyarakat Ulee Rubek Barat. Hasil kajian, laporan memenuhi unsur Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Seharusnya, pihak penegak hukum bersikap aktif. Ada tidaknya tindak lanjuti yang dilakukan harus disampaikan kepada masyarakat. Belum ada tindak lanjut memunculkan dugaan miring di tengah masyarakat," kata dia.

Menurut Baihaqi, laporan indikasi korupsi yang disampaikan masyarakat haruslah ditindak lanjuti. Sebab, hal ini menjadi motivasi bagi masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam pemberantasan korupsi.

"Laporan disampaikan ke Polres Aceh Utara merupakan wujud kepercayaan masyarakat kepada jajaran kepolisian. Dan ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan citra kepolisian di tengah-tengah masyarakat," kata Baihaqi.

Sumber: Antara

T#g:Aceh Utaradana desaKorupsiMaTA
Berita Terkait
  • Jumat, 08/12/2017 14:16 WIB

    KPA Pase salurkan sembako untuk korban banjir

    ACEH UTARA - Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah III Teungku Chiek di Paya Bakong, Wilayah Pasee, Kabupaten Aceh Utara, menyerahkan bantuan sembako kepada para korban banjir di 11 desa dalam Kecamat

  • Rabu, 06/12/2017 09:57 WIB

    Dampak Banjir, Pedagang Lhoksukon Terpaksa Jualan di Median jalan

    ACEH UTARA - Puluhan pedagang ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon, terpaksa berjualan di median badan jalan dan trotoar kawasan itu sejak kemarin. Lapak dagangan mereka di pasar terpadu telah

  • Senin, 04/12/2017 10:52 WIB

    Ibukota Aceh Utara Diterjang Banjir

    ACEH UTARA - Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib menyatakan telah menetapkan daerahnya sebagai darurat bencana banjir. Hal itu seiring semakin meluasnya banjir merendam 19 kecamatan dari 27 kecamatan

  • Minggu, 03/12/2017 10:21 WIB

    Kapolres Aceh Utara Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir

    ACEH UTARA - Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji bersama ibu Ketua Cabang Bhayangkari dan rombongan, Sabtu (2/12/2017) meninjau langsung ke sejumlah Desa yang dilanda banjir di Kecamatan Matang

  • Jumat, 01/12/2017 16:44 WIB

    Terlibat Narkoba, Polres Aceh Utara Kembali Pecat Anggotanya

    ACEH UTARA - Lantaran sering bolos tugas dan terlibat penyalahgunaan narkoba, Bripda Samiran dipecat dari kesatuannya di Polres Aceh Utara, Kamis (30/11/2017). Pemecatan Samiran berlangsung dalam s

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir