Legislator Minta Myanmar Bebaskan 23 Nelayan Aceh

Oleh: Redaksi
Jumat, 22/02/2019 23:14 WIB
Dibaca: 189 kali
Foto: ilustrasi/google.com

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Iskandar Usman Al-Farlaky meminta Pemerintah Myanmar membebaskan 23 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas negara itu pada 6 Februari 2019.

"Secara khusus kita minta pemerintah dan otoritas Myanmar untuk membebeskan 23 nelayan Aceh karena kita tahu betul mereka tidak bermaksud menangkap ikan di negara itu," katanya di Banda Aceh, Jumat. (22/2/2019).

Menurut Anggota DPRA daerah pemilihan Aceh Timur, ke 23 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas Myanmar tersebut bukanlah pengusaha perikanan dan mereka murni mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Mereka itu dominan berasal dari keluarga kurang mampu dan jika mereka ditahan keluarganya di kampung tidak ada yang menafkahi," tambahnya.

Ia berharap, Pemerintah Myanmar bisa memberikan pengampunan kepada 23 nelayan Aceh atas dasar kemanusiaan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Cut Yusminar menyatakan, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemerintahan Myanmar terkait penangkapan 23 nelayan Aceh.

"Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Luar Negeri Indonesia serta Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar terus berkoordinasi terkait penangkapan nelayan Aceh di Myanmar," terangnya.

Pemerintah akan mendampingi warga negaranya yang ditangkap di luar negeri dan kita ingatkan nelayan Aceh lebih berhati-hati saat melaut dan selalu memperhatikan GPS guna mencegah masuk ke negara orang, tambahnya.

Wakil Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftachhuddin Cut Adek sebelumnya menyampaikan, Kapal Angkatan Laut (558) Myanmar menangkap kapal nelayan Aceh bersama 23 awak kapal dekat dengan Pulau Zardatgyi di Kotapraja Kawthoung, Wilayah Taninthayi, Myanmar.

"Informasi yang kami himpun ke 23 nelayan Aceh itu sudah diserahkan Tentara Angkatan Laut Myanmar kepada Departemen Perikanan Distrik Kawthoung, Myanmar," kata dia.

Kapal nelayan Aceh itu masuk ke perairan Myanmar karena kompas/radar rusaknya dan tanpa sengaja atau/sadar melakukan aktivitas di perairan tersebut karena menyangka masih di wilayah Perairan Aceh, Indonesia, jelas Miftachhuddin.

Pada 6 November 2018 sebanyak 16 nelayan Kabupaten Aceh Timur ditangkap otoritas Myanmar dan 14 di antaranya sudah kembali ke Tanah Air karena memperoleh pengampunan dari Pemerintah Myanmar.

Kemudian, satu diantaranya meninggal dunia saat penangkapan dan jenazahnya sudah dikebumikan di negara itu. Lalu, seorang lagi Jamaluddin Amno masih menjalani proses hukum terkait dugaan ilegal fishing.

Sumber: Antara

Tag:legislator acehmyanmarnelayan acehnelayan aceh terdampar
Berita Terkait
  • Senin, 24/06/2019 19:02 WIB

    Tiga Nelayan Aceh Timur Ditemukan Selamat di Laut Seunuddon

    ACEH UTARA - Tiga nelayan tradisional asal Desa Teupin Pukat, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, ditemukan selamat di perairan Aceh Utara setelah ketiganya terombang-ambing di tengah laut kar

  • Selasa, 16/04/2019 21:23 WIB

    Nelayan Aceh Sepakat Tidak Melaut Pada 17 April

    BANDA ACEH - Panglima Laot (Lembaga Adat Laut) Aceh menyatakan masyarakat nelayan di provinsi paling barat Pulau Sumatera sepakat tidak melaut pada hari-H pencoblosan pemilih umum serentak, Rabu (17/4

  • Sabtu, 13/04/2019 09:34 WIB

    22 Nelayan Aceh Dibebaskan dari Myanmar

    BANDA ACEH - Sebanyak 22 nelayan Aceh yang ditahan otoritas Myanmar terkait dugaan pencurian ikan di wilayah itu akan dipulangkan ke tanah air. "Atas upaya diplomasi antara Pemerintah Indonesia dan P

  • Rabu, 10/04/2019 13:08 WIB

    11 Nelayan yang Sempat Ditahan Otoritas Thailand Tiba di Idi Rayeuk

    ACEH TIMUR - Sebelas nelayan yang ditahan karena memasuki wilayah perairan Thailand sudah dipulangkan. Mereka dibebaskan otoritas setempat dan diminta pulang sendiri ke Aceh Timur. "Alhamdulillah, bo

  • Selasa, 09/04/2019 21:15 WIB

    Alhamdulillah, Nelayan Aceh Timur Dilepas Otoritas Thailand

    JAKARTA - Konsulat Indonesia di Songkhla dilaporkan telah membebaskan 11 warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh Timur yang ditahan Aparat Keamanan Thailand karena melakukan pelanggaran batas wilayah.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir