Langgar Qanum Jinayah, 8 Warga Meulaboh Dicambuk

Oleh: Redaksi
Kamis, 07/12/2017 22:02 WIB
Dibaca: 25 kali
Foto: ilustrasi/metrotvnews.com

ACEH BARAT - Tujuh orang pria dan seorang wanita di Aceh Barat, Provinsi Aceh menjalani Uqubah atau hukuman cambuk di dapan umum karena terbukti melakukan pelanggaran Qanun Jinayah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Barat, Ahmad Sahruddin, di Meulaboh, Kamis (7/12/2017), mengatakan, uqubah terpidana cambuk di halaman Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh itu merupakan eksekusi lanjutan dari 39 terpidana yang ditangani sejak 2015.

"Hari ini kelanjutan dari eksekusi uqubah cambuk atau tahap kedua, pada 30 November 2017 sudah dilakukan terhadap 18 terpidana. Kali ini hanya delapan orang, artinya ada sisa 13 terpidana lainnya yang pasti akan dicambuk juga,"katanya usai kegiatan itu.

Dari delapan terpidana uqubah cambuk tersebut, satu orang wanita yang dicambuk 100 kali dengan rotan oleh algojo yang berpakaian serba hitam dalam kasus khalwat, satu orang kasus khamar (minuman) 11 kali cambuk dan enam lainnya kasus maisir (judi).

Ahmad Sahruddin, menegaskan, 13 orang terpidana lainnya dipastikan juga akan dicambuk, bilapun tidak ditemukan dalam tahun ini, maka akan dilakukan upaya penangkapan bersama kepolisian untuk dieksekusi pada tahun selanjutnya.

Kedelapan terpidana yang menjalani uqubah cambuk adalah mereka yang tidak bersedia membayarkan denda atau menjalani masa kurungan penjara sesuai hasil putusan pengadilan Mahkamah Syariah (MS) Meulaboh yang telah dilaksanakan.

"Karena 2017 ini sebentar lagi, mudah mudah-mudahan bisa kita laksanakan lagi semua terpidana, kalau tidak ya tahun selanjutnya. Yang jelas ada upaya paksa dari kami nanti dibantu Kepolisian, akan dijemput untuk penahanan, ditangkap,"tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, jumlah paling singkat dicambuk adalah empat kali, karena yang bersangkutan telah menjalani masa kurungan penjara, tujuh orang datang menyerahkan diri pada Kejaksaan dan satu orang lagi dijemput di Lapas Kelas II-B Meulaboh.

Ahmad Sahruddin, menyampaikan 13 terpidana lainnya saat ini tidak ada di daerah, apakah karena lebih awal diketahui sehingga bersembunyi, sebab yang belum dieksekusi itu tidak ada yang ditahan oleh pihak Kejaksanaan setempat.

"Dari daftar hari ini seharusnya sisa kemarin itu 21 terpidana, tapi yang dapat cuma delapan, ini kan dinamika, apakah karena ada bocoran atau bagaimana sehingga yang lainnya tidak ditemukan. Mereka akan ditangkap semua untuk dicambuk,"imbuhnya.

Provinsi Aceh dengan sebutan sebelumnya Aceh, memiliki kekhususan melaksanakan penegakan syariat Islam, uqubah cambuk, merupakan eksekusi Qanun Jinayah Nomor 6/2014 yang dilanggar oleh masyarakat di Provinsi Aceh. 

Sumber: antaranews.com

T#g:AcehHukum CambukSyariat Islam
Berita Terkait
  • Minggu, 10/12/2017 18:02 WIB

    Pertamina Amankan Pasokan LPG di Aceh

    BANDA ACEH - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I melakukan penambahan pasokan untuk pengamanan ketersediaan pasokan LPG 3 kg hingga jelang pergantian tahun. Hal ini dilakukan un

  • Minggu, 10/12/2017 13:11 WIB

    Udara, Air, dan Darat Menuju Sabang

    SABANG - "Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau. Sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia." Sepotong lagu nasional berjudul 'Dari Sabang Sampai Merauke' cipt

  • Jumat, 08/12/2017 15:21 WIB

    Polres Aceh Singkil Ringkus Dua Orang Pengedar Sabu

    ACEH SINGKIL - Satuan Reserse Narkoba dan Provost Polres Aceh Singkil meringkus dua orang warga Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Kapolres

  • Jumat, 08/12/2017 14:16 WIB

    KPA Pase salurkan sembako untuk korban banjir

    ACEH UTARA - Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah III Teungku Chiek di Paya Bakong, Wilayah Pasee, Kabupaten Aceh Utara, menyerahkan bantuan sembako kepada para korban banjir di 11 desa dalam Kecamat

  • Kamis, 07/12/2017 14:58 WIB

    Buang Sampah di Pulau 'Perawan' Aceh Ini, Siap-siap Kena Sanksi

    ACEH SINGKIL - Destinasi wisata Pulau Banyak, Aceh Singkil ibarat perawan di ujung barat Indonesia. Keindahannya yang alami perlu dirawat untuk menarik wisatawan dan perlu sanksi tegas jika ada yan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir