• Home
  • PERISTIWA
  • Kisah Nuraini, Penderita Tumor Ganas di Aceh yang Butuh Bantuan

Kisah Nuraini, Penderita Tumor Ganas di Aceh yang Butuh Bantuan

Oleh: Redaksi
Sabtu, 13/05/2017 15:04 WIB
Dibaca: 165 kali
Foto: detik.com

ACEH UTARA - Setiap orang yang masih remaja pasti sedang asyik-asyiknya menghabiskan waktu dengan bersenang-ria dengan teman-teman. Tapi hal ini tidak berlaku bagi Nuraini, 16 tahun, gadis cantik asal Desa Alue Tingkem, Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh.

Dia tidak seberuntung teman sebayanya, apalagi untuk menggapai cita-citanya. Harapan itu sirna, termasuk untuk membahagiakan orang tuanya. Dara cantik itu bersekolah hanya sampai tingkat tsanawiyah. Ingin melanjutkan, tapi dananya tak ada.

Nuraini hanya bisa pasrah. Lebih sedihnya lagi, kaki sebelah kanan dara cantik itu sejak setahun terakhir divonis menderita tumor ganas. Dari keterangan medis, kakinya itu harus diamputasi karena sudah menjalar ke bagian lainnya.

Hingga, Jumat (12/5/2017) sore, Nuraini terlihat tertidur tak berdaya di atas ranjang dengan jarum infus di tangannya. Matanya berkaca, seakan dirinya tak percaya akan apa yang saat ini sedang dirasakan oleh dirinya.

Nuraini adalah anak keempat dari delapan bersaudara. Buah hati pasangan Nursidah dan Zulkifli itu sudah setahun menderita tumor ganas.

"Awalnya kami mengira Nuraini mulanya bisulan kecil di betis sebelah kanan. Namun lama-kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terus menjalar hingga ke bagian atas lutut," kata ibu kandung Nuraini, Nursidah, di rumah sakit.

Nursidah menambahkan anaknya tersebut hanya tamatan madrasah tsanawiyah swasta (MTsS) Peuto, Kecamatan Lhoksukon. Karena keterbatasan biaya, Nuraini tidak lagi melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas (SMA).

"Ayahnya sehari-hari hanya seorang petani. Jangankan untuk menyambung sekolah Nuraini, untuk makan sehari-hari saja sangatlah susah. Nuraini adalah salah satu siswa yang memiliki prestasi di sekolah. Namun apa hendak kami lakukan, keadaan serba kekurangan membuat anak Nuraini harus mengurungkan semua cita-citanya," tutur ibunya.

Nuraini sudah menjalani perawatan di empat rumah sakit. Pertama kali, Nuraini dirujuk ke RS Cut Mutia Lhokseumawe. Dari sana pihak rumah sakit membuat rujukan ke RS Fauziah Bireun dan selanjutnya dirujuk ke RS Zainol Abidin Banda Aceh dan sekarang ke RS TNI AD Lhokseumawe.

"Saat dirawat di Rumah Sakit Fauziah Bireun, pihak rumah sakit memvonis Nuraini menderita tumor ganas, sehingga sempat meminta uang sejumlah Rp 400 ribu. Alasan pihak rumah sakit Fauziah, uang tersebut untuk pemeriksaan sampel penyakit yang diderita Nuraini. Karena saat itu kami keluarga tidak memiliki uang sejumlah tersebut, maka anak kami gagal dioperasi dan selanjutnya Nuraini kami bawa ke Banda Aceh," ujar Nursidah.

Nuraini sudah berada di RS TNI AD Lhokseumawe selama empat hari. "Kami berharap ada upaya dari pihak rumah sakit untuk membantu kesembuhannya yang saat ini kondisinya sudah sangat labil dan tubuhnya kerap menggigil kedinginan."

"Nuraini sudah menderita selama kurang-lebih satu tahun, dengan kondisi tubuh sudah sangat kurus kering. Kami berharap semoga ada alternatif lain untuk kesembuhan anak Nuraini, bukan dengan cara amputasi," kata Nursidah. 

Sumber: detik.com

T#g:Aceh Utara
Berita Terkait
  • Jumat, 08/12/2017 14:16 WIB

    KPA Pase salurkan sembako untuk korban banjir

    ACEH UTARA - Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah III Teungku Chiek di Paya Bakong, Wilayah Pasee, Kabupaten Aceh Utara, menyerahkan bantuan sembako kepada para korban banjir di 11 desa dalam Kecamat

  • Rabu, 06/12/2017 09:57 WIB

    Dampak Banjir, Pedagang Lhoksukon Terpaksa Jualan di Median jalan

    ACEH UTARA - Puluhan pedagang ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon, terpaksa berjualan di median badan jalan dan trotoar kawasan itu sejak kemarin. Lapak dagangan mereka di pasar terpadu telah

  • Senin, 04/12/2017 10:52 WIB

    Ibukota Aceh Utara Diterjang Banjir

    ACEH UTARA - Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib menyatakan telah menetapkan daerahnya sebagai darurat bencana banjir. Hal itu seiring semakin meluasnya banjir merendam 19 kecamatan dari 27 kecamatan

  • Minggu, 03/12/2017 10:21 WIB

    Kapolres Aceh Utara Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir

    ACEH UTARA - Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji bersama ibu Ketua Cabang Bhayangkari dan rombongan, Sabtu (2/12/2017) meninjau langsung ke sejumlah Desa yang dilanda banjir di Kecamatan Matang

  • Jumat, 01/12/2017 16:44 WIB

    Terlibat Narkoba, Polres Aceh Utara Kembali Pecat Anggotanya

    ACEH UTARA - Lantaran sering bolos tugas dan terlibat penyalahgunaan narkoba, Bripda Samiran dipecat dari kesatuannya di Polres Aceh Utara, Kamis (30/11/2017). Pemecatan Samiran berlangsung dalam s

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir