• Home
  • Peristiwa
  • Kisah Keluarga Asal Aceh Tenggara Saat Rusuh Wamena

Kisah Keluarga Asal Aceh Tenggara Saat Rusuh Wamena

Oleh: Redaksi
Kamis, 03/10/2019 15:15 WIB
Sekeluarga asal Aceh cerita mencekamnya rusuh di Wamena. (Foto: detik.com)

BANDA ACEH - Satu keluarga asal Aceh Tenggara, mengalami dampak kerusuhan di Wamena, Papua. Rumah mereka dikepung sekelompok orang, kemudian dibakar. Kini mereka berada di Malang, Jawa Timur.

Kelima warga Desa Lawe Sigala Timur, Kecamatan Lawe Sigala Gala, Aceh Tenggara, itu adalah Apner Gultom (33), seorang PNS di Diaspora Wamena; Friska Sitohang (30); berserta dua anak mereka, Natael Gultom (3,5) dan Nasya (8 bulan). Sementara satu orang lagi Trisesi Sitohang (26), adik Friska.

Friska berkisah, mereka sudah menetap di Wamena, Papua, sejak 2013. Saat terjadi kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu, dia bersama anggota keluarga yang lain bersembunyi di dalam rumah.

Tiba-tiba massa mengepung area tempat mereka tinggal. Di tengah ketakutan, mereka diselamatkan polisi yang tengah menggelar patroli.

"Kami bersembunyi di dalam rumah. Kami takut keluar, nantinya kami dibunuh, dibacok," kata Friska dalam keterangan tertulis yang disampaikan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Kamis (3/10/2019).

Saat keluar rumah, mereka hanya membawa beberapa dokumen penting serta baju seadanya. Tak lama berselang, rumah mereka dibakar massa. Harta benda milik mereka ludes dilalap si jago merah.

Friska dan keluarganya akhirnya dibawa ke tempat pengungsian. Dia menunggu pesawat untuk keluar dari Wamena. Beberapa hari lalu, pesawat yang menjemput warga Jawa Timur mendarat di Bandara Papua.

Melihat ada pesawat, Friska bersama dua anaknya serta adiknya ikut masuk ke pesawat. Kala itu, ibu-ibu dan anak-anak diprioritaskan lebih dulu untuk dipulangkan. Dia berpisah dengan suaminya di bandara.

"Kami berempat nyelip ke pesawat yang ada. Pokoknya waktu itu yang penting kami bisa keluar dari Papua. Kami pulang karena benar-benar nggak ada lagi yang bisa saya harapkan di sana," jelas Friska.

Mereka tiba di Jawa Timur pada Rabu (2/10/2019). Friska dan keluarganya kini mendapat pendampingan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail mengatakan ACT Aceh sudah berkomunikasi dengan pemerintah Aceh untuk memulangkan warga Aceh Tenggara itu.

"Tadi malam saya dapat kabar kalau Plt Gubernur Aceh Pak Nova Iriansyah sudah meminta Dinas Sosial Aceh menjemput mereka," ucapnya.

Ia menambahkan, penyelesaian konflik di Wamena saat ini merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, segala pihak perlu bersinergi kuat menyelesaikan konflik di sana terlebih sekitar 10 ribu orang sudah mengungsi.

"Tentunya, kondisi pengungsi harus kita perhatikan bersama agar kondisi kesehatan mereka terjaga, kebutuhan konsumsi tercukupi, serta bagaimana memikirkan keadaan mereka yang dibakar tempat tinggalnya di Wamena," jelas Husaini.

Sumber: detik.com

Tag:kerusuhan wamenawarga aceh
Berita Terkait
  • Rabu, 08/07/2020 16:26 WIB

    Ratusan Warga Aceh Perantauan Daftar di Website Database Masyarakat Aceh

    JAKARTA - Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal S.STP, M.S., melaporkan sebanyak 168 warga Aceh di perantauan sudah terdaftar di laman masyarakat.acehprov.go.id. Padahal laman

  • Senin, 06/07/2020 16:07 WIB

    Pemerintah Aceh Pulangkan Jenazah Warga Beureunuen yang Meninggal di Jakarta

    BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Badan Perhubungan Pemerintah Aceh (BPPA) memfasilitasi pemulangan jenazah Zakaria (60), warga Beureuneun, Pidie dari Jakarta, Senin 06 Juli 2020.BPPA dalam siaran

  • Rabu, 03/06/2020 18:40 WIB

    Bekerja di Kapal Asing, ABK Asal Aceh Dilaporkan Sudah Meninggal Dunia

    BANDA ACEH - Seorang anak buah kapal (ABK) asal Gampong Rawa, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, bernama Fadhil (26) yang bekerja di kapal asing dilaporkan hilang sejak November 2019. Rusli Ahmad (53)

  • Selasa, 28/04/2020 21:45 WIB

    Pemerintah Aceh akan Salurkan 10.000 Paket Bantuan Untuk Warganya di Malaysia

    BANDA ACEH - Pemerintah Aceh telah mengirimkan surat kepada Kepala BNPB selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo dan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi terkait permoho

  • Selasa, 14/04/2020 20:41 WIB

    Komunitas Masyarakat Aceh di Malaysia Minta Perhatian Pemerintah

    KUALA LUMPUR - Komunitas Melayu Aceh Malaysia (KMAM) meminta perhatian kepada Pemerintah Pusat dan Aceh agar memperhatikan mereka yang ada di Malaysia yang terkena dampak perpanjangan Perintah Kawalan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir