• Home
  • Peristiwa
  • Kedapatan Bawa Peluru dan Pisau di Bandara Malaysia, Warga Aceh Dibui

Kedapatan Bawa Peluru dan Pisau di Bandara Malaysia, Warga Aceh Dibui

Oleh: Redaksi
Sabtu, 20/04/2019 12:33 WIB
Dibaca: 198 kali
Foto: ilustrasi/google.com

KUALA LUMPUR - Seorang pekerja konstruksi asal Indonesia dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan Malaysia karena kepemilikan sebuah peluru, dua selongsong peluru dan sebuah pisau lipat di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Hakim A. Akhiruddin menjatuhkan hukuman penjara pada Saifullah (33) asal Aceh setelah dia mengaku bersalah memiliki benda-benda itu di dalam tas ranselnya. WNI itu kedapatan membawa benda-benda tersebut saat pemeriksaan di mesin scanning di KLIA2 pada 14 April pukul 05.00 waktu setempat.

Atas dakwaan kepemilikan sebuah peluru dan dua selongsong peluru, terdakwa divonis empat bulan penjara. Dia mendapat vonis tambahan dua bulan penjara untuk dakwaan memiliki sebuah pisau lipat.

Seperti diberitakan kantor berita Malaysia, Bernama dan dilansir The Star, Sabtu (20/4/2019), pengadilan memerintahkan WNI tersebut menjalani hukuman secara bersamaan sejak tanggal penangkapan pada 14 April lalu.

Terdakwa dinyatakan bersalah atas dakwaan sesuai Pasal 8 (a) Undang-Undang Senjata Api 1960, dengan hukuman maksimum tujuh tahun penjara atau denda tidak lebih dari 10 ribu Ringgit, atau keduanya. Dakwaan kedua terkait membawa pisau lipat diatur sesuai Pasal 29 (1) Undang-Undang Pelanggaran Ringan 1955, yang menetapkan hukuman denda hingga 1.000 Ringgit atau hukuman penjara maksimum 1 tahun, atau keduanya, jika terbukti bersalah.

Pengacara terdakwa, Zaflee Pakwanteh, telah meminta keringanan hukuman dengan alasan bahwa kliennya telah bersikap sangat kooperatif dengan polisi. Dia juga mengatakan bahwa ini merupakan pelanggaran hukum pertama yang dilakukan kliennya dan bahwa tidak tahu mengenai aturan di bandara Kuala Lumpur.

"Mengenai peluru, itu ditemukan di lokasi konstruksi dan klien saya menyimpannya sebagai souvenir," tutur pengacara tersebut. "Dia terburu-buru pulang ke Aceh karena putranya sakit," imbuhnya. 

Sumber: detik.com

Tag:kuala lumpurwarga aceh
Berita Terkait
  • Senin, 07/10/2019 16:38 WIB

    6 Keluarga Asal Aceh Pilih Bertahan di Papua

    BANDA ACEH - Enam keluarga asal Aceh memilih menetap di Papua di tengah gelombang eksodus ke berbagai daerah. Mereka akan kembali ke Wamena setelah kondisi kembali membaik. "Masyarakat Aceh yang suda

  • Minggu, 06/10/2019 21:20 WIB

    Warga Aceh di Papua Sehat dan Tidak Ada Masalah

    BANDA ACEH - Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Alhudri, menegaskan semua warga perantau asal Aceh yang menetap di Provinsi Papua hingga kini dipastikan aman dan dalam kondisi sehat."Warga Aceh yang a

  • Minggu, 06/10/2019 19:21 WIB

    Dampak Kerusuhan, Perantau Aceh di Papua Mulai Didata

    BANDA ACEH - Sejumlah warga Aceh yang bekerja dan merantau di Provinsi Papua kini mulai dilakukan pendataan agar memudahkan komunikasi sesama warga perantau yang ada di daerah itu."Kami sedang mengupa

  • Kamis, 03/10/2019 20:40 WIB

    4 Warga Aceh Tenggara Korban Kerusuhan Wamena Berada di Malang

    MALANG - Empat warga Lawe Sigala Timur, Lawe Sigala Gala, Aceh Tenggara, terdampak kerusuhan Wamena, Papua. Mereka yakni Friska Sitohang, 30, Natael Gultom, 3,5, Nasya, 8 bulan, dan Trisesi Sitohang,

  • Kamis, 03/10/2019 15:15 WIB

    Kisah Keluarga Asal Aceh Tenggara Saat Rusuh Wamena

    BANDA ACEH - Satu keluarga asal Aceh Tenggara, mengalami dampak kerusuhan di Wamena, Papua. Rumah mereka dikepung sekelompok orang, kemudian dibakar. Kini mereka berada di Malang, Jawa Timur. Kelima

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir