• Home
  • PERISTIWA
  • Kata MUI, Tayangan Ramadhan Masih Ada Pelanggaran

Kata MUI, Tayangan Ramadhan Masih Ada Pelanggaran

Oleh: Redaksi
Jumat, 16/06/2017 20:33 WIB
Dibaca: 163 kali
Foto: Reuters

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai sejumlah tayangan televisi pada bulan Ramadhan tahun ini masih diwarnai dengan isi siaran yang tidak sejalan dengan semangat bulan suci Ramadhan. MUI menilai ada pelanggaran dari aspek busana, dialog, akting, tema dan pengisi acara.

"MUI mengkategorikan pelanggaran mulai dari ringan, sedang, hingga berat," kata KH Masduki Baidlowi, Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi ( Infokom) MUI dalam publish dan evaluasi tayangan 15 Hari Ramadhan di KPI Pusat, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Kategori pelanggaran ringan terdapat pada Sinetron 3 semprul mengejar surga 5 episode 1. Ditemukan pemain wanita berpakaian ketat mengikuti lekuk tubuh. Lalu, Busana Ayu Tingting & Zaskia Gotik yang mengenakan rok di atas lutut memperlihatkan aurat wanita dalam Program Sahurnya Pesbuker (ANTV) 27 Mei 2017 Menurut MUI, program ini tidak menghargai suasana dan semangat Ramadhan.

Kemudian MUI mendaftar kategori pelanggaran sedang. Pertama, sinetron religi "Surga yang Tidak
Dirindukan The Series" di Trans TV pada tanggal 3 Juni 2017, ditemukan pernyataan menghina ras tertentu dengan menyebut "onta" dari satu pemain kepada lawan mainnya.

"Ini tidak sensitif dengan kondisi sosial aktual di Indonesia," kata Masduki.

Kedua, MNC TV menghadirkan Ariel Noah sebagai penyanyi lagu religi di program Salam Ramadhan edisi 27 Mei 2017. MUI menyebut Ariel Noah pernah tersangkut kasus pornografi dan pornoaksi beberapa tahun lalu. Alasannya, tidak pantas seseorang yang pernah menjadi terpidana kasus pornografi dan pornoaksi (perzinaan), serta belum menunjukkan perubahan perilaku dan sikap, diberi panggung dengan menyanyikan lagu religi.

Sedangkan kategori pelanggaran berat, ada pada proggram penggambaran poligami sama dengan perselingkuhan pada sinetron "Surga Yang TaknDorindukan The Series" Trans TV tanggal 2 Juni 2017, lalu acara Sahurnya Pesbukers ANTV, Program Sahur OVJ yang berisi joget dan candaan yang tidak berakhlak Islam.

Dalam kesempatan yang sama, Coorporate Secretary MNCTV Alhafiz mengaku menerima masukan baik dari MUI maupun KPI. Sejak awal, kata dia, MU selalu datang ke MUI, termasuk untuk meminta masukan. Teguran dari MUI juga menurut dia tetap menjadi baham evaluasi internal MNC.

"Ada sifatnya khilaf seperti di acara Rumah Mamah Amy, kondisi tanpa sengaja kebetulan (Raffi, Nagita suami istri. Kalau acara hijaber, dalam sebuah drama pasti ada antagonis, protagonis. Lalu Ariel walaupun ulama, tapi tim lapangan tahu menjadi pribadi lebih baik," kata Alhafiz.

Senada, Nugroho Agung Prasetyo Coorporate Communication Manager ANTV menjadikan masukan MUI sebagai evaluasi. ANTV, kata dia, terus memperbaiki tayangan dari tahun ke tahun. "Kalau joget, itu sifatnya ciri khas, ikon, tapi tetap kami pantau supaya tentu sesuai nilai-nilai, tidak keluar koridor negatif, tapi secara umum kita tentu menerima masukan," kata dia

Sumber: republika.co.id

T#g:MUIRamadhanSinetron
Banner Affiliate Cloudmediabiz
Berita Terkait
  • Sabtu, 08/07/2017 13:02 WIB

    Ketum MUI Minta Pemberlakuan Sekolah Lima Hari Tunggu Perpres

    JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin meminta pemerintah menunggu keluarnya perpres tentang hari sekolah. Hal ini terkait dengan rencana pemberlakuan Peraturan Mente

  • Senin, 19/06/2017 13:40 WIB

    MUI Apresiasi BPOM Soal Mie Korea Mengandung Babi

    JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengapresiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan yang berhasil mendeteksi empat produk mie instan asal Korea positif mengandung f

  • Minggu, 11/06/2017 21:00 WIB

    Kemendikbud Keberatan Atas Penilaian MUI

    JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan keberatan atas penilaian Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meyakini kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan akan membuat

  • Minggu, 11/06/2017 20:20 WIB

    MUI: Sekolah 8 Jam per Hari Bikin Madrasah Gulung Tikar

    JAKARTA - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang memberlakukan waktu belajar 8 jam perhari dan libur Sabtu-Minggu mendapat kritikan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). W

  • Sabtu, 10/06/2017 09:47 WIB

    3 Saran MUI untuk Pengguna Media Sosial

    JAKARTA - Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Soleh menyampaikan Fatwa haram medsos menekankan aspek tabayun atau klarifikasi terhadap berbagai konten yang muncul di

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir