• Home
  • Peristiwa
  • Kata Eks Petinggi GAM soal Kasus Soenarko Selundupkan Senjata dari Aceh

Kata Eks Petinggi GAM soal Kasus Soenarko Selundupkan Senjata dari Aceh

Oleh: Redaksi
Rabu, 22/05/2019 19:55 WIB
Dibaca: 90 kali
Foto: detik.com

BANDA ACEH - Eks Menteri Pertahanan (Menhan) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Zakaria Saman memastikan senjata yang diduga diselundupkan Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko bukan sisa konflik.

"Itu bukan senjata sisa konflik. GAM tidak punya lagi senjata, sudah diserahkan semua, sudah dipotong," kata Zakaria saat dihubungi wartawan, Rabu (22/5/2019).

Pria yang disapa Apa Karya ini tidak menampik masih banyak beredar senjata illegal di Aceh. Namun menurutnya, senjata tersebut dimiliki dan dipakai oleh sindikat mafia narkoba.

"Jika ada sabu yang masuk ke Aceh pasti ada senjata. Itu untuk melindungi diri mereka. Saya berani menjamin itu karena sudah berlangsung sejak lama. Tidak mungkin mereka masuk ke Aceh tanpa dibekali senjata untuk melawan," ujar dia.

"Setiba di Aceh senjata itu dijual. Jadi kalau soal senjata di Aceh ada uang ada barang," sambungnya.

Apa Karya berharap dugaan penyelundupan senjata yang dilakukan Soenarko tidak dikaitkan dengan GAM. Dia mengaku kenal dengan Soenarko dan pernah beberapa kali berkomunikasi.

"Jadi jangan dikait-kaitkan dengan GAM. Jangan seolah-olah GAM penjual senjata," kata dia.

Eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata api ilegal. Soenarko kini ditahan di Rutan Militer Guntur.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan Soenarko ditangkap karena berpotensi mengancam keamanan nasional. Wiranto menegaskan bahwa siapa pun tidak diperbolehkan memiliki senjata ilegal.

Menurut Wiranto, penangkapan Soenarko berkaitan dengan pernyataan yang pernah dilontarkannya. Selain itu, Soenarko diduga menyelundupkan senjata dari Aceh. 

Sumber: detik.com

Tag:gamkopassussenjatasoenarko
Berita Terkait
  • Kamis, 27/06/2019 14:25 WIB

    Saudi Gelar Turnamen PUBG, Ulama Aceh: Ukuran Kita Bukan Arab

    BANDA ACEH - Turnamen game Playerunknown's Battleground (PUBG) baru saja digelar di Arab Saudi. Bagaimana respons Ulama Aceh yang lebih dahulu mengeluarkan fatwa haram permainan tersebut? "Kit

  • Rabu, 26/06/2019 14:19 WIB

    Arab Saudi Gelar Festival PUBG Mobile

    JEDDAH - Di Indonesia, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh telah mengeluarkan fatwa haram bermain game Playerunknown's Battleground (PUBG) dan sejenisnya. Di Arab Saudi, turnamen PUBG Mobile

  • Senin, 24/06/2019 22:11 WIB

    PSI: Fatwa Haram PUBG Preseden Buruk Bagi Industri Game Indonesia

    JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai fatwa haram untuk permainan PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) yang dikeluarkan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sebagai tindakan ya

  • Senin, 24/06/2019 09:11 WIB

    Tanggapan Tim eSport Atas Fatwa Haram Game PUBG

    JAKARTA - Tim eSports Rex Regum Qeon (RRQ) menyayangkan adanya fatwa haram Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh terhadap permainan daring PlayerUnknown's Battlegrounds atau PUBG. Berdasarkan

  • Minggu, 23/06/2019 21:38 WIB

    Aliansi Masyarakat Dukung Fatwa Ulama Haramkan PUBG

    BANDA ACEH - Organisasi masyarakat dan elemen lainnya yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pengawal Fatwa Ulama Aceh (AMPF), tegas mendukung fatwa Ulama Aceh, terkait penggunaan game Player Unknown

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir