• Home
  • Peristiwa
  • KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Suap Irwandi untuk Aceh Marathon 2018

KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Suap Irwandi untuk Aceh Marathon 2018

Oleh: Redaksi
Senin, 30/07/2018 21:13 WIB
Dibaca: 499 kali
Foto: ilustrasi/google.com

JAKARTA - KPK terus menelisik aliran dana suap yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf melalui pemeriksaan sejumlah saksi. Salah satunya saksi tersebut yakni Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Aceh, Darmansyah.

Pemeriksaan terhadap Darmansyah sebagai saksi dilakukan untuk mendalami terkait bagaimana pelaksanaan Aceh Marathon, serta bagaimana pengalokasian dana otonomi khusus yang dilakukan oleh Irwandi.

"KPK mengonfirmasi pengetahuan para saksi terkait dengan Aceh Marathon dan pelaksanaan alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh," ujar Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK Jakarta, Senin (30/7/2018.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan sempat menyebut sebagian dari uang suap Rp 500 juta yang diduga diterima Irwandi digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian untuk kegiatan Aceh Marathon.

"Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut sebagian diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian di kegiatan Aceh Marathon 2018," kata Basaria dalam konferensi pers pada Rabu (4/7/2018) lalu.

Selain memeriksa Darmansyah, penyidik KPK juga melakukan pendalaman terkait pendanaan Aceh Marathon terhadap ketiga saksi lainnya yakni Musri Idris selaku mantan Kadispora Aceh, IR Fajri selaku Kadis PUPR Aceh, serta Sayid Fadhil selaku Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).

Dalam kasus ini, Gubernur Aceh nonaktif Irwandi diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Penyerahan uang itu diduga dilakukan melalui dua orang swasta bernama T Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal. 

Ahmadi diduga memberikan uang itu sebagai ijon proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018. Selain itu, uang suap itu juga diduga digunakan untuk pelaksanaan Aceh Marathon 2018.

Sebelumnya, Darmansyah pernah menyampaikan bahwa dirinya tidak tahu soal penganggaran untuk baju dan medali peserta Aceh Marathon 2018. Dia mengatakan pengadaan baju, medali, dan promosi TV telah melalui tender oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

“Jadi semua itu tender BPKS Sabang. Prosesnya di sana, tidak ada anggaran dari Dispora untuk beli baju dan sebagainya,” ujar Darmansyah.

Sementara dari Dispora Aceh hanya menyediakan anggaran untuk hadiah 4 cabang perlombaan sebanyak Rp 3 milar.

Namun, pasca-penangkapan terhadap Irwandi tersebut membuat Aceh Marathon yang akan berlangsung di Pulau Weh Sabang 29 Juli 2018 resmi ditunda. Hal itu diketahui saat peserta Aceh Marathon mendadak dikejutkan oleh pesan elektronik (email) yang dikirimkan panitia tentang pemberitahuan pembatalan kegiatan marathon tersebut. 

Pemberitahuan penundaan tersebut dikirimkan ke email masing-masing peserta. Dalam pesan tersebut, panita menyebutkan bahwa Aceh Marathon 2018 ditunda pelaksanaanya sampai dengan September 2018.

Sumber: kumparan.com

T#g:aceh marathon 2018Irwandi YusufKorupsiKPK
Berita Terkait
  • Rabu, 15/08/2018 11:37 WIB

    Periksa Plt Gubernur Aceh, KPK Telusuri Dugaan Korupsi Dana Otsus

    JAKARTA - Penyidik KPK memanggil Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah sebagai saksi. Nova akan diperiksa dalam perkara dugaan suap terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus (DOK) Aceh Tahun

  • Selasa, 14/08/2018 23:04 WIB

    KPK Telusuri Kaitan Steffy Burase dengan Proyek di Aceh

    JAKARTA - KPK mendalami soal perintah dan penerimaan lain oleh Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf terkait sejumlah proyek di Aceh. Salah satunya soal penerimaan terkait proyek Aceh Mararthon. "P

  • Kamis, 09/08/2018 20:47 WIB

    Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Kemenag Aceh Ditahan

    BANDA ACEH - Satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Kementerian Agama (Kemenag) Aceh ditahan Kejati. Tersangka Hendra Saputra merupakan Direktur PT Supernova yang menjadi rekanan

  • Kamis, 09/08/2018 17:43 WIB

    Diperiksa KPK, Dirjen Otda Kemendagri Jelaskan Mekanisme Dana Otsus Aceh

    JAKARTA - Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sumarsono dicecar pertanyaan terkait regulasi otonomi khusus (otsus) dan mekanisme penyaluran dana untuk

  • Rabu, 08/08/2018 13:47 WIB

    Sesdirjen Kemendagri Dipanggil KPK Terkait Kasus Irwandi Yusuf

    JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Indra Baskoro, dipanggil penyidik KPK. Dia bakal dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus suap yang menje

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir