• Home
  • Peristiwa
  • KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Suap Irwandi untuk Aceh Marathon 2018

KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Suap Irwandi untuk Aceh Marathon 2018

Oleh: Redaksi
Senin, 30/07/2018 21:13 WIB
Dibaca: 648 kali
Foto: ilustrasi/google.com

JAKARTA - KPK terus menelisik aliran dana suap yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf melalui pemeriksaan sejumlah saksi. Salah satunya saksi tersebut yakni Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Aceh, Darmansyah.

Pemeriksaan terhadap Darmansyah sebagai saksi dilakukan untuk mendalami terkait bagaimana pelaksanaan Aceh Marathon, serta bagaimana pengalokasian dana otonomi khusus yang dilakukan oleh Irwandi.

"KPK mengonfirmasi pengetahuan para saksi terkait dengan Aceh Marathon dan pelaksanaan alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh," ujar Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK Jakarta, Senin (30/7/2018.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan sempat menyebut sebagian dari uang suap Rp 500 juta yang diduga diterima Irwandi digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian untuk kegiatan Aceh Marathon.

"Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut sebagian diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian di kegiatan Aceh Marathon 2018," kata Basaria dalam konferensi pers pada Rabu (4/7/2018) lalu.

Selain memeriksa Darmansyah, penyidik KPK juga melakukan pendalaman terkait pendanaan Aceh Marathon terhadap ketiga saksi lainnya yakni Musri Idris selaku mantan Kadispora Aceh, IR Fajri selaku Kadis PUPR Aceh, serta Sayid Fadhil selaku Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).

Dalam kasus ini, Gubernur Aceh nonaktif Irwandi diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Penyerahan uang itu diduga dilakukan melalui dua orang swasta bernama T Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal. 

Ahmadi diduga memberikan uang itu sebagai ijon proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018. Selain itu, uang suap itu juga diduga digunakan untuk pelaksanaan Aceh Marathon 2018.

Sebelumnya, Darmansyah pernah menyampaikan bahwa dirinya tidak tahu soal penganggaran untuk baju dan medali peserta Aceh Marathon 2018. Dia mengatakan pengadaan baju, medali, dan promosi TV telah melalui tender oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

“Jadi semua itu tender BPKS Sabang. Prosesnya di sana, tidak ada anggaran dari Dispora untuk beli baju dan sebagainya,” ujar Darmansyah.

Sementara dari Dispora Aceh hanya menyediakan anggaran untuk hadiah 4 cabang perlombaan sebanyak Rp 3 milar.

Namun, pasca-penangkapan terhadap Irwandi tersebut membuat Aceh Marathon yang akan berlangsung di Pulau Weh Sabang 29 Juli 2018 resmi ditunda. Hal itu diketahui saat peserta Aceh Marathon mendadak dikejutkan oleh pesan elektronik (email) yang dikirimkan panitia tentang pemberitahuan pembatalan kegiatan marathon tersebut. 

Pemberitahuan penundaan tersebut dikirimkan ke email masing-masing peserta. Dalam pesan tersebut, panita menyebutkan bahwa Aceh Marathon 2018 ditunda pelaksanaanya sampai dengan September 2018.

Sumber: kumparan.com

Tag:aceh marathon 2018Irwandi YusufKorupsiKPK
Berita Terkait
  • Sabtu, 11/05/2019 14:54 WIB

    Saiful Perantara Suap Irwandi Yusuf Dipindah ke Lapas Banda Aceh

    BANDA ACEH - T Saiful Bahri, perantara suap Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dipindahkan ke Lapas Lambaro, Banda Aceh. Pemindahan Saiful yang divonis 5 tahun penjara ini dilakukan Jaksa pada KPK.

  • Rabu, 08/05/2019 14:05 WIB

    Ini Alasan Komnas HAM Periksa Irwandi soal Pelanggaran HAM di Aceh

    JAKARTA - Komnas HAM memeriksa Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf sebagai saksi kasus dugaan pelanggaran HAM berat di Aceh. Irwandi disebut banyak tahu soal peristiwa dugaan pelanggaran HAM itu.

  • Rabu, 08/05/2019 11:31 WIB

    Komnas HAM Periksa Irwandi Yusuf soal Pelanggaran HAM di Aceh

    JAKARTA - Komnas HAM mendatangi KPK untuk memeriksa Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Pemeriksaan itu dilakukan terkait kasus dugaan pelanggaran HAM di Aceh. "KPK memfasilitasi Komnas HAM RI untu

  • Senin, 08/04/2019 22:41 WIB

    Akhirnya Irwandi Yusuf Divonis 7 Tahun Penjara

    JAKARTA - Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Irwandi dinyatakan hakim bersalah menerima suap dan gratifikasi. "Menyatakan te

  • Senin, 11/03/2019 23:18 WIB

    Mantan Kepala BAIS Ungkap Peran Irwandi Yusuf di Perjanjian Helsinki

    JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS), Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B Ponto mengungkapkan upaya bekas Koordinator Juru Runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Irwandi Yusuf saat me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir