• Home
  • Peristiwa
  • KPK Perpanjang Penahanan Irwandi Yusuf hingga 1 September 2018

KPK Perpanjang Penahanan Irwandi Yusuf hingga 1 September 2018

Oleh: Redaksi
Sabtu, 21/07/2018 09:12 WIB
Dibaca: 658 kali
Foto: kumparan.com

JAKARTA - Penyidik KPK melakukan perpanjangan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun 2018, Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf.

Tak hanya Irwandi, KPK juga perpanjang penahanan pihak swasta, Hendri Yuzal. Masa penahanan keduanya diperpanjang hingga 1 September mendatang.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari. Dimulai tanggal 24 Juli 2018 sampai dengan 1 September 2018 untuk tersangka IY (Irwandi Yusuf) dan HY (Hendri Yuzal). TPK Suap terkait dengan pengalokasian dan penyaluran dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (20/7/2018).

Perpanjangan penahanan juga dilakukan KPK terhadap Bupati Bener Meriah, Ahmadi, dan satu pihak swasta lain Syaiful Bahri untuk 40 hari ke depan. Keduanya juga turut berstatus sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai tanggal 25 Juli 2018 sampai dengan 2 September 2018 untuk tersangka AMD (Ahmadi) dan TSB (T Syaiful Bahri)," kata Febri.

Perpanjangan penahanan tersebut, menurut Febri, karena hingga saat ini penyidik masih membutuhkan keterangan dari tersangka dalam proses penyidikan dan pendalaman sejumlah fakta dan barang bukti. 

"KPK masih membutuhkan keterangan yang bersangkutan dan proses pemeriksaan saksi-saksi lain, termasuk pendalaman terhadap fakta-fakta," kata Febri.

Dalam kasus ini, Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Penyerahan uang itu diduga dilakukan melalui dua orang swasta bernama T Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal.

Pemeriksaan Perdana Bupati Bener Meriah Ahmadi

Ahmadi diduga memberikan uang itu sebagai ijon proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018. Adapun, sebagian uang suap juga diduga untuk pelaksanaan Aceh Marathon 2018. 


Sumber: kumparan.com

Tag:gubernur acehIrwandi YusufKorupsiKPK
Berita Terkait
  • Jumat, 15/05/2020 21:23 WIB

    Korban Puting Beliung di Pulo Aceh Didatangi Plt Gubernur

    BANDA ACEH - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengantar langsung bantuan masa panik kepada masyarakat Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar yang terdampak bencana puting beliung. "

  • Selasa, 31/03/2020 18:57 WIB

    Nova Iriansyah Semangati Tim Medis di RSU Zainoel Abidin

    BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah meresmikan pengoperasian Ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abi

  • Kamis, 26/03/2020 14:23 WIB

    Aceh Tetapkan Status Tanggap Darurat Virus Corona Skala Provinsi

    BANDA ACEH - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menetapkan status tanggap darurat skala provinsi untuk penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal tersebut sesuai Surat Keputusan

  • Minggu, 22/03/2020 18:06 WIB

    Cegah Corona, Plt Gubernur Minta Wali Kota Banda Aceh Tutup Warung Kopi

    BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyurati Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman terkait pencegahan penyebaran COVID-19. Nova meminta warung kopi hingga tempat wisata di Kota Gemilang tutu

  • Rabu, 18/03/2020 19:53 WIB

    Ini Hasil Rapat Forkopimda Aceh Terkait Virus Corona

    BANDA ACEH - Langkah Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengganti metode belajar tatap muka dengan belajar di rumah kepada para siswa, merupakan sebuah upaya untuk menekan Corona Virus

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir