• Home
  • Peristiwa
  • KPK Perpanjang Penahanan Irwandi Yusuf hingga 1 September 2018

KPK Perpanjang Penahanan Irwandi Yusuf hingga 1 September 2018

Oleh: Redaksi
Sabtu, 21/07/2018 09:12 WIB
Dibaca: 550 kali
Foto: kumparan.com

JAKARTA - Penyidik KPK melakukan perpanjangan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun 2018, Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf.

Tak hanya Irwandi, KPK juga perpanjang penahanan pihak swasta, Hendri Yuzal. Masa penahanan keduanya diperpanjang hingga 1 September mendatang.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari. Dimulai tanggal 24 Juli 2018 sampai dengan 1 September 2018 untuk tersangka IY (Irwandi Yusuf) dan HY (Hendri Yuzal). TPK Suap terkait dengan pengalokasian dan penyaluran dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (20/7/2018).

Perpanjangan penahanan juga dilakukan KPK terhadap Bupati Bener Meriah, Ahmadi, dan satu pihak swasta lain Syaiful Bahri untuk 40 hari ke depan. Keduanya juga turut berstatus sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai tanggal 25 Juli 2018 sampai dengan 2 September 2018 untuk tersangka AMD (Ahmadi) dan TSB (T Syaiful Bahri)," kata Febri.

Perpanjangan penahanan tersebut, menurut Febri, karena hingga saat ini penyidik masih membutuhkan keterangan dari tersangka dalam proses penyidikan dan pendalaman sejumlah fakta dan barang bukti. 

"KPK masih membutuhkan keterangan yang bersangkutan dan proses pemeriksaan saksi-saksi lain, termasuk pendalaman terhadap fakta-fakta," kata Febri.

Dalam kasus ini, Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Penyerahan uang itu diduga dilakukan melalui dua orang swasta bernama T Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal.

Pemeriksaan Perdana Bupati Bener Meriah Ahmadi

Ahmadi diduga memberikan uang itu sebagai ijon proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018. Adapun, sebagian uang suap juga diduga untuk pelaksanaan Aceh Marathon 2018. 


Sumber: kumparan.com

Tag:gubernur acehIrwandi YusufKorupsiKPK
Berita Terkait
  • Rabu, 03/07/2019 18:33 WIB

    Plt Gubernur Ragu Arena MTQ di Sigli Bisa Digunakan Tepat Waktu

    PIDIE - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, khawatir pembangunan arena Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Aceh ke 35, di Kota Sigli, Kabupaten Pidie, tidak bisa selesai tepat waktu. &ldq

  • Rabu, 26/06/2019 15:45 WIB

    Ingat, PNS di Aceh Tidak Boleh Pakai Gas Elpiji 3 Kg

    BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Tanah Rencong menggunakan gas elpiji 3 Kg. Larangan itu tertuang dalam surat edaran yang dikirim ke pimpinan pegawa

  • Jumat, 21/06/2019 20:23 WIB

    Misteri Stempel Gubernur Aceh di LKPJ Wabup Pidie

    BANDA ACEH - Keberadaan stempel gubernur Aceh yang dipakai di Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Kabupaten Pidie tahun anggaran 2018 masih misteri. Wakil Bupati Pidie Fadhlulla

  • Sabtu, 18/05/2019 12:25 WIB

    Muzakir Manaf Tolak Dampingi Nova Iriansyah di Pemerintah Aceh

    BANDA ACEH - Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf menegaskan dirinya sama sekali tidak berminat untuk mendampingi Nova Iriansyah sebagai wakil gubernur di Pemerintah Aceh

  • Sabtu, 11/05/2019 14:54 WIB

    Saiful Perantara Suap Irwandi Yusuf Dipindah ke Lapas Banda Aceh

    BANDA ACEH - T Saiful Bahri, perantara suap Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dipindahkan ke Lapas Lambaro, Banda Aceh. Pemindahan Saiful yang divonis 5 tahun penjara ini dilakukan Jaksa pada KPK.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir