IDI Aceh Minta Masyarajat Disiplin Jaga Jarak

Oleh: Redaksi
Sabtu, 18/04/2020 10:27 WIB
Dibaca: 69 kali
Foto: cnn

BANDA ACEH - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh menyatakan kondisi Aceh belum kondusif dari pandemi virus Corona atau COVID-19. Diprediksi akan terjadi ledakan jumlah kasus positif apabila masyarakat tidak waspada dan disiplin menjaga jarak.

"Kalau kita tidak waspada, tidak putuskan rantainya, saya khawatir akan terjadi outbreak (ledakan kasus, red) ataupun (istilahnya, red) serangan kedua, yang lebih besar jumlah kasusnya, saya khawatirkan demikian," kata Ketua IDI Aceh dr Safrizal Rahman di Banda Aceh.

Ia menjelaskan Aceh tentu harus bersyukur karena tidak ada penambahan positif kasus COVID-19. Bahkan dari lima orang warga yang positif, empat diantaranya telah dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal.

Sedangkan, kondisi sebaliknya terjadi pada beberapa provinsi di Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan angka positif COVID-19, sedangkan eskalasi di Tanah Rencong terhenti untuk sementara.

"Ini bagi IDI berfikir bahwa Aceh diberi kesempatan untuk menyiapkan diri, bukan diberitahukan kita sudah selesai. Tapi bersiap-siap, karena kalau diberikan cobaan begitu lagi tak sanggup (tangani, red). Maka siapkan diri, itulah diberi hikmah yang harus kita ambil," katanya.

Safrizal menyebutkan ada beberapa yang menjadi pertimbangan prediksi terjadinya lonjakan kasus positif di Aceh. Menurutnya, secara teori hanya 15-20 persen pasien COVID-19 yang menunjukkan gejala, mendatangi rumah sakit, hingga kemudian terkonfirmasi positif, termasuk seperti lima orang pasien di Aceh.

"Artinya ada 80 persen lagi yang tidak bergejala, dan berada di sekitar kita, kemana-mana, jalan-jalan, menyebarkan virus ini," katanya.

Kondisi lain, kata dia, sekarang ini sudah mendekati musim mudik puasa ramadhan dan lebaran sehingga masyarakat berbondong-bondong pulang kampung, yang notabene dari wilayah terjangkit COVID-19.

"Saat ini sudah didata hampir 20.000 orang lebih sudah masuk ke Aceh, dan ini akan terus akan masuk. Pemerintah bisa bilang ASN tidak boleh pulang kampung, hak pemerintah. Tapi rakyat, pemerintah hanya bisa menyarankan tetapi tidak bisa memaksa enggak boleh," katanya.

Apalagi Aceh bertetangga dengan Sumatera Utara, salah satu daerah yang jumlah kasusnya juga terus bertambah. Sedangkan arus untuk masuk ke wilayah Aceh dari Kota Medan tersebur tidak dapat dibendung.

"Sulit saya membayangkan di tengah kondisi begini kita kalau tidak bersiap maka khawatirnya musibah itu akan datang lagi dan jauh lebih berat, membeludak, jauh lebih berbahaya dari pada sebelumnya,"

Kemudian, menurutnya, juga didukung terkait penerapan physical distancing di Aceh yang tidak berjalan dengan baik. Warga masih banyak beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker, begitu juga saat melaksanakan ibadah di masjid.

"Kita imbau pakai masker, kalau kita perhatikan sebagian besar tidak pakai masker. Kita lihat di keramaian, masyarakat sudah biasa di keramaian, duduk warung kopi rapat-rapat, dan segala macam," katanya.

"Saya sudah menjelaskan kepada semua pihak, ini belum selesai. Kita hati-hati, karena ini bagi IDI kita menyiapkan diri, kita membuat pelatihan kepada para dokter di kabupaten/kota supaya bersiap-siap karena kita tidak yakin ini selesai saat ini," katanya.

Sumber: Antara

Tag:idi acehjaga jarakvirus corona
Berita Terkait
  • Selasa, 02/06/2020 19:41 WIB

    MPU Aceh Nilai Terlalu Dini Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji 2020

    BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menilai Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama RI terlalu cepat mengeluarkan kebijakan membatalkan keberangkatan jamaah haji Indonesia 2020, m

  • Selasa, 02/06/2020 08:34 WIB

    Wings Air Enggan Terbang ke Aceh karena Sepi Penumpang

    NAGAN RAYA - Maskapai berjadwal Wings Air dipastikan masih menunda penerbangan ke sejumlah bandar udara di Provinsi Aceh akibat sepinya calon penumpang yang akan menggunakan jasa transportasi pesawat

  • Senin, 01/06/2020 17:15 WIB

    Unimal Buka Kampus Mulai 2 Juni

    ACEH UTARA - Dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Universitas Malikussaleh (Unimal) mulai 2 Juni 2020 kembali masuk kampus untuk memulai aktivitas perkantoran seperti biasa. Keputusan

  • Senin, 01/06/2020 15:57 WIB

    Selama Pandemi Virus Corona, 2.303 Pasangan Menikah di Aceh

    BANDA ACEH - Sebanyak 2.303 calon pengantin di Provinsi Aceh telah melaksanakan akad nikah sepanjang masa pandemi COVID-19, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus yang b

  • Sabtu, 30/05/2020 13:29 WIB

    Ini Syarat Angkutan Umum Bisa Masuk Aceh Pada 4 Juni

    BANDA ACEH - Angkutan umum bakal diizinkan masuk lagi ke Aceh mulai 5 Juni. Namun ada sejumlah syarat ketat yang harus dipenuhi demi mencegah penyebaran virus Corona di Aceh. "Angkutan umum diperbole

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir