• Home
  • Peristiwa
  • Dekati Ulama Aceh, Ini Ajakan Khusus Kiai Ma’ruf Amin

Dekati Ulama Aceh, Ini Ajakan Khusus Kiai Ma’ruf Amin

Oleh: Redaksi
Rabu, 19/09/2018 22:50 WIB
Dibaca: 1.461 kali
Foto: kumparan.com

BANDA ACEH - Prof DR KH Ma'ruf Amin (KMA) mengajak para ulama dan warga Aceh untuk fokus menatap masa depan, melupakan kelamnya masa lalu agar Aceh bangkit menjadi daerah yang bisa menyejahterakan warganya sesuai tujuan UUD 1945 dan Pancasila.

Hal itu disampaikan KMA saat berdialog dengan para pimpinan Dayah (Pondok Pesantren) se-Provinsi Aceh, di Hotel Hermes Palace, Rabu (19/9/2018).

"Masa lalu yang kurang baik itu mari kita lupakan. Tidak kita ulangi lagi dan jangan dihidup-hidupkan lagi. Kita kubur masa lalu. Menatap masa depan dengan rehabilitasi-rehabitasi dan perbaikan di semua bidang," papar KMA, menjawab pertanyaan salah seorang peserta dari kalangan Sufi Muda Aceh.

Lebih lanjut KMA mengatakan, masa depan bangsa ini bersama kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat menjanjikan. Dan terbukti dengan berbagai prestasi. "Buktinya ada, kebijakan satu harga, pemerataan pembangunan. Infrastruktur daerah dari pelabuhan, jalan dan lainnya diperkuat. Ke depan kita tinggal memperkuat potensi ekonomi daerah," kata KH Ma'ruf Amin.

Ke depan, kata KMA, perlu di Aceh dan seluruh daerah di Indonesia, harus dilakukan dengan pendekatan manusiawi, sesuai UUD dan Pancasila. Dan di Eropa Jokowi hal itu terealisasikan.

"Buktinya ada, kebijakan satu harga, pemerataan pembangunan. Infrastruktur daerah dari pelabuhan, jalan dan lainnya diperkuat. Ke depan kita tinggal memperkuat potensi ekonomi daerah," imbuhnya.

KMA juga menjelaskan kiprahnya di Majelis Ulama Indonesia yang berupaya mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan umat dan masyarakat ekonomi marginal. Menghilangkan kemiskinan dan memperkecil disparitas ekonomi dan pembangunan.

"Di MUI saya mengusulkan konsep arus baru ekonomi Indonesia ya g direspon oleh Pak Jokowi dengan program redistribusi aset dan memfasilitasi, advokasi untuk kemitraan antara koperasi, pesantren dengan para pemilik modal,"

Hal itu, kata KMA membuktikan bahwa Negara ini terbuka. Kalau ada yang bilang negara ini tidak pro islam. Itu salah. Karena negara ini terbuka. Asal sesuai mekanisme, bisa kok diterapkan. Buktinya UU Perbankan Syariah sampai asuransi syariah bisa dikembangkan di Indonesia. Aceh punya kesempatan besar untuk menerapkan syariah secara lebih luas. Tapi ya

Koordinator Santri Millenial Center Ahmad Yani mengungkapkan, kehadiran KMA sebagai Cawapres Jokowi memberi harapan tersendiri bagi para santri, agar ke depan, pemerintah juga memberi perhatian lebih terhadap pesantren.

"Santri itu representasi masyarakat kelas bawah. Karena pendidikan pesantren, dibandingkan pendidikan formal lainnya, cenderung lebih bisa dijangkau masyarakat ekonomi kecil. Tapi hasilnya, banyak lulusan pesantren bisa berkontribusi lebih untuk bangsa," imbuhnya. 

Sumber: kumparan.com

Tag:ma 039 ruf aminpemilu 2018ulama aceh
Berita Terkait
  • Selasa, 18/09/2018 21:40 WIB

    MUI Pusat Akan Beri Pemahaman Ulama Aceh soal Status Vaksin MR

    JAKARTA - Kementerian Kesehatan mencatat belum seluruhnya provinsi di Indonesia melakukan imunisasi pemberian vaksin Measle dan Rubella (MR). Salah satunya adalah Provinsi Aceh yan baru mencapai 7 per

  • Rabu, 08/08/2018 10:27 WIB

    Kisah Caleg PDIP dari Aceh yang Pernah Jual Buah Hingga Berprofesi DJ

    BANDA ACEH - Beragam latar belakang profesi mewarnai para bakal calon anggota legislatif 2019 yang mendaftar. Mulai dari profesi yang mentereng, sampai dengan profesi masa lalu yang kurang mengenakkan

  • Selasa, 24/07/2018 20:39 WIB

    Jokowi Teken PP, Begini Prosedur untuk Gubernur yang Mau Nyapres

    JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meneken Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengunduran Diri dalam Pencalonan Anggota DPR, Anggota DPR, Anggota DPRD, Presiden dan Wakil

  • Rabu, 18/07/2018 22:11 WIB

    Mendaftar sebagai Caleg, Penyandang Tunanetra Ini Ikut Tes Baca Al-Quran

    BANDA ACEH - Seorang pria penyandang tunanetra mengikuti tes baca Al-Quran yang diselenggarakan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh. Pria bernama Hamdanil tersebut merupakan bakal calon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir