• Home
  • PERISTIWA
  • Cegah Penipuan, Polri Minta Kemenag Buat Aturan Bisnis Travel Haji dan Umrah

Cegah Penipuan, Polri Minta Kemenag Buat Aturan Bisnis Travel Haji dan Umrah

Oleh: Redaksi
Sabtu, 09/09/2017 16:40 WIB
Dibaca: 117 kali
Foto: ilustrasi/google.com

JAKARTA - Mabes Polri berharap kepada penyelenggara haji atau umrah yakni Kementerian Agama untuk membuat aturan kompetisi kepada pebisnis perjalanan haji dan umrah.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto hal itu diperlukan guna mencegah kompetisi persaingan yang tidak sehat dan bisa merugikan calon jamaah haji nantinya.

"Kami mohon pada stakeholder terkait untuk buat aturan lebih jelas supaya masyarakat enggak bingung, kira-kira standar harga itu berapa yang layak dan pantas untuk umrah dan haji," ujar Rikwanto di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Rikwanto mengutarakan, saat ini bisnis travel umrah dan haji sedang berkembang. Akan tetapi bila lebih baik penyelenggara haji harus menetapkan standar biaya yang harus dikeluarkan calon jamaah haji dan umrah. Seperti tentang harga tiket pesawat, fasilitas, hingga aktivitas yang akan dilakukan selama mengikuti ibadah haji atau umrah.

"Bila ada aturan seperti itu kan lebih jelas lagi dan supaya masyarakat tidak jadi bingung," imbuh Rikwanto.

Oleh karenanya, lanjut Rikwanto, hal seperti itulah yang pihaknya harapkan ada dan sepertinya sedang digodok agar segera muncul.

"Mudah-mudahan segera muncul. Jadi tak ada kompetisi yang enggak sehat sehingga masyarakat yang dirugikan dan tak bisa berangkat," tukasnya.

Untuk diketahui, Bareskrim Mabes Polri sudah menetapkan tiga tersangka kasus penipuan perjalan umrah First Travel. Selain suami istri pemilik First Travel yakni Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, polisi juga telah menetapkan Siti Nuraidah Hasibuan sebagai tersangka yang merupakan adik kandung dari Anniesa Hasibuan.

Sejauh ini, polisi telah menyita sejumlah aset milik tersangka berupa satu unit rumah di Jalan Venesia Selatan No. 99 Sentul City Rt 001/005, Sumur Batu, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Satu unit rumah atau kantor First Travel di Jalan Radar Auri No. 1 Cimanggi, Depok, Jawa Barat, satu unit rumah di Cluster Vasa Kebagusan Jalan Kebagusan Dalam IV No. 550 , Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Satu unit rumah di Jalan RTM, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Selain rumah, polisi juga telah menyita delapan aset perusahaan milik tersangka, yaitu PT. Interculture Tourindo, PT. Yamin Duta Makmur, PT. Hijrah Bersama Taqwa, PT. Bintang Balindo Semesta, PT. Anugerah Nusantara Mandiri Prima, PT. Anugerah Karya Teknologi, PT. Anniesa Hasibuan Fashion Yayasan First.

Tak hanya itu, aparat juga menyita lima mobil, lalu memblokir 13 rekening dengan rincian tiga rekening atas nama tersangka Andika, dua atas nama tersangka Anniesa, satu atas nama Kiki Hasibuan. Lalu, tiga rekening atas nama PT Anniesa Hasibuan dan empat rekening atas nama PT First Anugerah Travel.

Sumber: okezone.com

T#g:KemenagPenipuanTravelUmrah
Berita Terkait
  • Jumat, 20/10/2017 18:15 WIB

    Pemerintah Aceh Klarifikasi Status Pegawai yang Tipu 11 CPNS

    BANDA ACEH - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menipu 11 orang dengan iming-iming dapat meluluskan CPNS ternyata sudah dipecat. Tersangka S (50) dikeluarkan dari Kantor Gubernur Aceh sejak 2016

  • Rabu, 06/09/2017 12:46 WIB

    Indonesia Masuk Daftar Plesiran Travelers Dunia

    JAKARTA - Sejak dulu, Indonesia dikenal sebagai negeri yang memiliki alam nan rupawan, serta budaya yang beragam. Jadi, wajarlah bila negeri ini masuk 20 negara terindah di dunia. Adalah laman

  • Jumat, 10/03/2017 12:30 WIB

    Mahalnya Biaya Umrah karena Ada Permainan Oknum Nakal

    JAKARTA - Pemilik dan pembimbing ibadah Izzawisata Muslim (Izza Group) Ustadz Ahmad Buchory Muslim mengatakan, mahalnya biaya umrah dan haji karena adanya permainan oleh oknum-oknum pemilik travel

  • Jumat, 03/03/2017 16:13 WIB

    Kemenag: Standarisasi Pesantren Bukan Deradikalisasi

    JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan program yang dicanangkan pemerintah terkait standarisasi pesantren bukan deradikalisasi. "Bukan de

  • Jumat, 30/12/2016 06:44 WIB

    Tersandung Penipuan, WNA Malaysia Diamankan Polres Sabang

    SABANG - Diduga melakukan tindak pidana penipuan dan pengelapan uang, Kepolisiaan Polres Sabang amankan seorang perempuan WNA kewarganegaraan Malaysia inisial NA binti AT. Menurut Kapolres Saba

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2017 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir