• Home
  • Peristiwa
  • Bekerja di Kapal Asing, ABK Asal Aceh Dilaporkan Sudah Meninggal Dunia

Bekerja di Kapal Asing, ABK Asal Aceh Dilaporkan Sudah Meninggal Dunia

Oleh: Redaksi
Rabu, 03/06/2020 18:40 WIB
Foto: Ilustrasi

BANDA ACEH - Seorang anak buah kapal (ABK) asal Gampong Rawa, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, bernama Fadhil (26) yang bekerja di kapal asing dilaporkan hilang sejak November 2019.

Rusli Ahmad (53), ayah kandung Fadhil, melaporkan kehilangan anaknya yang bekerja di Kapal FV Wei Yu 18 di Banda Aceh, Rabu (3/6/2020). Rusli Ahmad juga menunjukkan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) sebagai kuasa hukumnya.

Sekretaris YARA Fakhrurrazi mengatakan Fadhil dilaporkan bekerja di PT Shafar Abadi Indonesia. Kemudian dipekerjakan ke kapal asing FV Wei Yu 18. Namun, kapal tersebut belum diketahui apakah kapal kargo atau kapal penangkap ikan.

"Komunikasi terakhir Fadhil dengan keluarganya pada Desember 2018. Namun, pada 11 November 2019, ada orang Langsa, yang juga bekerja sebagai ABK menyampaikan Fadhil tidak ada lagi," kata Fakhrurrazi.

Didampingi Ketua YARA Safaruddin, Fakhrurrazi mengatakan pihak keluarga penasaran maksud ABK asal Langsa tersebut Fadhil tidak ada lagi. Pihak keluarga berupaya memastikan maksud tersebut apakah Fadhil hilang atau meninggal dunia.

Selain itu, kata Fakhrurrazi, pihak keluarga juga menerima surat dengan kop PT Shafar Abadi Indonesia yang ditandatangani Rustoyo selaku presiden direktur menyebutkan bahwa Fadhil sudah meninggal dunia.

Dalam surat tersebut, pihak perusahaan menyebutkan akan memberikan asuransi jiwa Rp150 juta, uang duka Rp25 juta, serta bertanggung jawab atas gaji selama 12 bulan dengan nominal setiap bulannya 450 dolar Amerika Serikat.

"Namun, hingga kini pihak keluarga belum menerima asuransi, uang duka, serta gaji Fadhil seperti yang disebutkan dalam surat PT Shafar Abadi Indonesia. Dalam kasus ini, pihak keluarga menguasakan kepada YARA untuk melapor ke polisi," kata Fakhrurrazi.

Sumber: Antara

Tag:abk kapalkapal fv wei yunelayan acehwarga aceh
Berita Terkait
  • Selasa, 09/06/2020 17:54 WIB

    Nelayan Aceh Lihat Kapal Rohingya di Selat Malaka

    BANDA ACEH - Personel Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh mendapat laporan adanya kapal etnis Rohingya berlayar ke arah perairan Selat Malaka. Polisi meningkatkan patroli untuk me

  • Jumat, 29/05/2020 10:52 WIB

    Panglima Laot Aceh Minta Pemerintah Bantu 116 Nelayan Ditahan di 3 Negara

    BANDA ACEH - Sebanyak 116 nelayan Aceh ditahan di tiga negara karena melewati perbatasan saat melaut. Pihak keluarga mengaku khawatir karena sudah lima bulan tidak mendapat kabar terbaru terkait penan

  • Selasa, 28/04/2020 21:45 WIB

    Pemerintah Aceh akan Salurkan 10.000 Paket Bantuan Untuk Warganya di Malaysia

    BANDA ACEH - Pemerintah Aceh telah mengirimkan surat kepada Kepala BNPB selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo dan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi terkait permoho

  • Selasa, 14/04/2020 20:41 WIB

    Komunitas Masyarakat Aceh di Malaysia Minta Perhatian Pemerintah

    KUALA LUMPUR - Komunitas Melayu Aceh Malaysia (KMAM) meminta perhatian kepada Pemerintah Pusat dan Aceh agar memperhatikan mereka yang ada di Malaysia yang terkena dampak perpanjangan Perintah Kawalan

  • Minggu, 12/04/2020 12:24 WIB

    97 TKI Pulang ke Aceh Ditengah Wabah Corona

    MEDAN - Sebanyak 97 orang Tenaga Kerja Indonesia asal Aceh yang bekerja di Malaysia pulang ke tanah air, sejak Kamis hingga Jumat. Pemerintah Aceh menfasilitasi kepulangan semua pekerja tersebut dari

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir