• Home
  • Peristiwa
  • Bayi Kembar Asal Aceh Tertahan di Rumah Sakit Malaysia

Bayi Kembar Asal Aceh Tertahan di Rumah Sakit Malaysia

Oleh: Redaksi
Senin, 07/01/2019 16:38 WIB
Foto: Antara

BANDA ACEH - Bayi kembar dari pasangan suami istri asal Kabupaten Nagan Raya, Ranjadi (34) dan Yulita (27) tertahan di salah satu rumah sakit Negara Malaysia karena tidak mampu membayarkan biaya persalinan.

Yulita, ibu bayi kembar yang dihubungi dari Aceh, Senin (7/3/201), mengatakan, dari kedua bayinya itu, satu orang bisa dibawa pulang karena keluarganya hanya mampu membayar untuk satu orang bayi, sementara yang satu lagi masih di rumah sakit.

"Faiz (laki-laki) sudah bisa keluar, namun Azizah (perempuan) masih tertahan di rumah sakit sampai kami melunasi semua biaya administrasi persalinan. Kami saat ini tinggal di Malaysia," katanya melalui sambungan handphone selularnya.

Dia berkata, untuk biaya administrasi persalinan bayi kembarnya di Rumah Sakit Malaysia, keluarganya harus membayar 26.000 Ringgit atau setara Rp78 juta, sementara dirinya hanya punya uang 5.000 Ringgit.

Khusus biaya persalinan per bayi 3.500 Ringgit, kemudian untuk keduanya senilai 7.000 Ringgit, kemudian ditambah beberapa biaya administrasi lain yang wajib dilunasi sehingga total biaya yang dibebankan senilai 26.000 Ringgit.

Ranjadi (kiri) menerima bantuan dari salah seorang dermawan.

"Untuk per bayi dikasih kurang sama pihak rumah Sakit jadi 4.137 Ringgit, sementara kami cuma punya 5.000 Ringgit sehingga hanya mampu membayar untuk satu orang bayi," imbuhnya.

Yulita menyampaikan, saat ini keluarganya harus mengeluarkan dana tambahan lagi untuk biaya perawatan bayi yang masih tertahan senilai 195 Ringgit, termasuk memperhitungkan biaya transportasi senilai 20 Ringgit atau Rp60.000/hari.

Keluarganya tinggal di Ceras Bete 4, Jalan Cengkeh, Malaysia, sementara kondisi bayinya dalam keadaan sehat di rumah sakit, namun keluarganya terpaksa mengurangi jadwal kunjungan melihat anaknya dua hari satu kali.

Persoalan ini juga tenggah ditangani oleh Anggota DPD RI Asal Aceh, Sudirman, yang mengkonfirmasi langsung keberadaan warga asal Kabupaten Nagan Raya tersebut di "Negara Jiran".

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nagan Raya, Abdul Latif, menyampaikan, saat ini mulai menempuh sejumlah upaya untuk membantu warganya yang bermasalah di Malaysia.

"Kita akan upayakan untuk mengeluarkan bayi kembar yang ditahan di rumah sakit ?Malaysia, masalah ini memang harus ada solusinya, kita tidak akan membiarkannya begitu saja dan berlarut-larut," sebutnya.

Kepala Dinas Sosial Nagan Raya, Nasruddin, SH menyampaikan Pemkab Nagan Raya tidak tinggal diam dan tetap memperhatikan kasus bayi kembar yang tertahan sejak beberapa hari lalu di rumah sakit di Malaysia.

"Sekarang kita sedang menelusuri bagaimana proses yang sebenarnya, untuk ditindak lanjuti masyarakat Nagan Raya yang sedang membutuhkan pertolongan biaya di Malaysia," sebutnya lagi.

Pemkab Nagan Raya melakukan rapat koordinasi, dihadiri Sekda Nagan Raya H TR Johari, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Nagan Raya, Ali Munir, dan Kepala Dinas Sosial Nagan Raya, Nasruddin.

Sumber: Antara

Tag:bayi kembarmalaysianagan
Berita Terkait
  • Selasa, 28/04/2020 21:45 WIB

    Pemerintah Aceh akan Salurkan 10.000 Paket Bantuan Untuk Warganya di Malaysia

    BANDA ACEH - Pemerintah Aceh telah mengirimkan surat kepada Kepala BNPB selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo dan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi terkait permoho

  • Kamis, 23/04/2020 18:06 WIB

    Jemaah Thariqat Syattariah di Nagan Raya Puasa Ramadhan Lebih Awal

    NAGAN RAYA - Pengikut aliran Thariqat Syattariah Habib Muda Seunagan atau Abu Peleukung di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, sudah melaksanakan ibadah puasa Ramadan 1441 Hijriah lebih awal pada Kam

  • Selasa, 14/04/2020 20:41 WIB

    Komunitas Masyarakat Aceh di Malaysia Minta Perhatian Pemerintah

    KUALA LUMPUR - Komunitas Melayu Aceh Malaysia (KMAM) meminta perhatian kepada Pemerintah Pusat dan Aceh agar memperhatikan mereka yang ada di Malaysia yang terkena dampak perpanjangan Perintah Kawalan

  • Rabu, 08/04/2020 22:03 WIB

    Cerita Warga Aceh di Malaysia Setelah Lockdown

    KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, telah mengeluarkan kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, yaitu dengan memberlakukan kebijakan lockdown. Kebi

  • Jumat, 03/04/2020 19:35 WIB

    Gara-gara Virus Corona, Kapal Cargo Berlabuh di Tengah Laut Calang

    ACEH JAYA - Sebuah kapal cargo pengangkut tiang pancang milik PLTU Nagan Raya terlihat sudah beberapa hari berlabuh di tengah laut Kabupaten Aceh Jaya karena tidak diizinkan bersandar di Pelabuhan Ca

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2020 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir