Bangkai Paus di Idi Gagal Dikubur

Oleh: Redaksi
Minggu, 24/06/2018 21:42 WIB
Dibaca: 172 kali
Foto: Antara

ACEH TIMUR - Tim khusus dari Unit Pelaksana Tugas Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (UPT-BPSDPL) Padang bersama instansi terkait gagal menguburkan bangkai paus sperma yang membusuk di Pantai Bagok, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. 

Informasi yang diperoleh di Pantai Bagok, Minggu, masyarakat sudah sepakat bangkai paus itu dikubur dengan menggunakan alat berat, namun operatornya tidak ada ditempat, sehingga tim BPSDPL kembali ke Sumatera Barat. 

Tim BPSDPL saat turun ke lokasi ikut didampingi Satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Langsa, Dinas Perikanan dan Perkebunan (DPP) Aceh Timur dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Resort Langsa. 

Saat turun ke lokasi, Sabtu (23/6), tim bersama masyarakat sepakat bangkai paus yang telah mengeluarkan bau busuk itu segera dibakar. Tetapi Minggu pagi, tiba-tiba masyarakat melalui aparat desa menolak dibakar. 

Alasannya, sampah dan sisa bangkai paus nantinya akan masuk ke area tambak warga saat air laut pasang, apalagi posisinya berdekatan dengan alur dan pada saat air pasang, warga mengairi air laut ke tambak. 

Seterusnya, tim BPSDPL itu kembali bermusyawarah dengan masyarakat setempat dengan tujuan mencari jalan keluar penguburan bangkai paus. Menjelang sore kembali disepakati bangkai paus dikuburkan di pantai dengan biaya sewa alat berat Rp10 juta. 

Setelah sepakat dikuburkan, ternyata operatornya tidak ditempat, sehingga tim BPSDPL Padang balik kanan bertolak ke Sumatera Barat. 

"Sebaiknya bangkai paus ini segera dikuburkan. Kita Insyaallah siap membantu," kata Ketua Tim BPSPL Padang, Ariston. 

Dikatakannya, selama dua hari pihaknya telah berusaha maksimal untuk menangani bangkai paus di Pantai Kuala Bagok, seperti menawarkan opsi penguburan, tetapi saat sudah sepakat ternyata alat berat yang dicari pihak masyarakat tidak memiliki operator. 

"Kita harap Pemda melalui instansi terkait segera membangun komunikasi dan sinergisitas, sehingga bangkai paus ini segera tertangani dan kita siap membantu," tutur Ariston. 

Sementara Mukim Bugeng, M Husein yang hadir dalam kesempatan itu berharap agar bangkai paus yang membusuk itu segera dikuburkan, karena bau busuknya sudah sangat menyengat dan sangat mengganggu aktifitas nelayan. 

"Kita tetap harap bangkai paus ini segera dikuburkan," kata M Husein. 

Paus jantan sperma dengan bobot 13,5 ton itu awalnya terdampar di Kuala Idi Cut, Desa Seuneubok Baroh, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, Jumat (15/6/2018) sekira pukul 10.00 WIB. 

Dilihat masih hidup lalu masyarakat setempat memutuskan untuk menarik ikan paus itu ke laut lepas. 

Sehari kemudian, paus yang sama mati dan terdampar di Kuala Bagok, Aceh Timur (15 kilometer ke arah barat Kuala Idi Cut), Sabtu (16/6/2018) sekira pukul 14.00 WIB. 

Dianggap paus yang sudah mati, warga memilih menghubungi aparat desa dengan harapan segera dikuburkan. Tetapi sejak hari pertama terdampar hingga saat ini belum kunjung dikuburkan.

Sumber: Antara

Tag:Aceh TimurPaus Sperma
Berita Terkait
  • Sabtu, 19/01/2019 22:57 WIB

    Dituduh Curi Sapi, Pria Aceh Timur Babak Belur dan Mobil Dibakar

    ACEH TIMUR - Puluhan massa menghajar seorang pria Jaf (47) di Desa Blang Nie Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur Jumat (18/1/2019) hingga babak belur. Bahkan, warga yang menduga pria asal Des

  • Selasa, 08/01/2019 14:22 WIB

    Harimau Belum Ditemukan, Polisi Imbau Warga Tetap Waspada

    ACEH TIMUR - Polsek Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, mengimbau masyarakat di Desa Peunaron Lama, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur tetap waspada beraktivitas di sekitar pinggiran hutan. Hingga

  • Rabu, 19/12/2018 12:21 WIB

    Kapal Tenggelam, 12 WN Myanmar Dievakuasi Nelayan Aceh Timur

    ACEH TIMUR - Sebanyak 12 warga negara Myanmar terdampar di Perairan Selat Malaka, Indonesia dievakuasi oleh nelayan Aceh Timur. Awal bulan ini, sebanyak 20 pemuda etnis Rohingnya juga terdampar di Kua

  • Rabu, 14/11/2018 13:54 WIB

    PT Medco Kembangkan Potensi Migas Aceh

    ACEH TIMUR - PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) terus berupaya mengembangkan potensi minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Aceh Timur, sebagai tanggung jawab yang telah diberikan Pemerintah.

  • Rabu, 29/08/2018 21:37 WIB

    Bea Cukai Aceh Hibah 27 Ton Bawang Merah

    ACEH TIMUR - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh menghibahkan 27 ton bawang merah eks impor kepada sejumlah pemerintah kabupaten/kota di provinsi itu. Kepala Kantor Wilayah Direktorat

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir