Bangkai Paus di Idi Gagal Dikubur

Oleh: Redaksi
Minggu, 24/06/2018 21:42 WIB
Dibaca: 234 kali
Foto: Antara

ACEH TIMUR - Tim khusus dari Unit Pelaksana Tugas Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (UPT-BPSDPL) Padang bersama instansi terkait gagal menguburkan bangkai paus sperma yang membusuk di Pantai Bagok, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. 

Informasi yang diperoleh di Pantai Bagok, Minggu, masyarakat sudah sepakat bangkai paus itu dikubur dengan menggunakan alat berat, namun operatornya tidak ada ditempat, sehingga tim BPSDPL kembali ke Sumatera Barat. 

Tim BPSDPL saat turun ke lokasi ikut didampingi Satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Langsa, Dinas Perikanan dan Perkebunan (DPP) Aceh Timur dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Resort Langsa. 

Saat turun ke lokasi, Sabtu (23/6), tim bersama masyarakat sepakat bangkai paus yang telah mengeluarkan bau busuk itu segera dibakar. Tetapi Minggu pagi, tiba-tiba masyarakat melalui aparat desa menolak dibakar. 

Alasannya, sampah dan sisa bangkai paus nantinya akan masuk ke area tambak warga saat air laut pasang, apalagi posisinya berdekatan dengan alur dan pada saat air pasang, warga mengairi air laut ke tambak. 

Seterusnya, tim BPSDPL itu kembali bermusyawarah dengan masyarakat setempat dengan tujuan mencari jalan keluar penguburan bangkai paus. Menjelang sore kembali disepakati bangkai paus dikuburkan di pantai dengan biaya sewa alat berat Rp10 juta. 

Setelah sepakat dikuburkan, ternyata operatornya tidak ditempat, sehingga tim BPSDPL Padang balik kanan bertolak ke Sumatera Barat. 

"Sebaiknya bangkai paus ini segera dikuburkan. Kita Insyaallah siap membantu," kata Ketua Tim BPSPL Padang, Ariston. 

Dikatakannya, selama dua hari pihaknya telah berusaha maksimal untuk menangani bangkai paus di Pantai Kuala Bagok, seperti menawarkan opsi penguburan, tetapi saat sudah sepakat ternyata alat berat yang dicari pihak masyarakat tidak memiliki operator. 

"Kita harap Pemda melalui instansi terkait segera membangun komunikasi dan sinergisitas, sehingga bangkai paus ini segera tertangani dan kita siap membantu," tutur Ariston. 

Sementara Mukim Bugeng, M Husein yang hadir dalam kesempatan itu berharap agar bangkai paus yang membusuk itu segera dikuburkan, karena bau busuknya sudah sangat menyengat dan sangat mengganggu aktifitas nelayan. 

"Kita tetap harap bangkai paus ini segera dikuburkan," kata M Husein. 

Paus jantan sperma dengan bobot 13,5 ton itu awalnya terdampar di Kuala Idi Cut, Desa Seuneubok Baroh, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, Jumat (15/6/2018) sekira pukul 10.00 WIB. 

Dilihat masih hidup lalu masyarakat setempat memutuskan untuk menarik ikan paus itu ke laut lepas. 

Sehari kemudian, paus yang sama mati dan terdampar di Kuala Bagok, Aceh Timur (15 kilometer ke arah barat Kuala Idi Cut), Sabtu (16/6/2018) sekira pukul 14.00 WIB. 

Dianggap paus yang sudah mati, warga memilih menghubungi aparat desa dengan harapan segera dikuburkan. Tetapi sejak hari pertama terdampar hingga saat ini belum kunjung dikuburkan.

Sumber: Antara

Tag:Aceh TimurPaus Sperma
Berita Terkait
  • Rabu, 10/04/2019 13:08 WIB

    11 Nelayan yang Sempat Ditahan Otoritas Thailand Tiba di Idi Rayeuk

    ACEH TIMUR - Sebelas nelayan yang ditahan karena memasuki wilayah perairan Thailand sudah dipulangkan. Mereka dibebaskan otoritas setempat dan diminta pulang sendiri ke Aceh Timur. "Alhamdulillah, bo

  • Selasa, 09/04/2019 21:15 WIB

    Alhamdulillah, Nelayan Aceh Timur Dilepas Otoritas Thailand

    JAKARTA - Konsulat Indonesia di Songkhla dilaporkan telah membebaskan 11 warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh Timur yang ditahan Aparat Keamanan Thailand karena melakukan pelanggaran batas wilayah.

  • Sabtu, 06/04/2019 16:04 WIB

    Lagi, Nelayan Aceh Timur Ditangkap Otoritas Thailand

    ACEH TIMUR - Sedikitnya 15 nelayan asal Kuala Idi, Aceh Timur, dilaporkan ditangkap di perairan Thailand. Mereka diduga melewati batas perairan Indonesia saat melaut menggunakan Kapal KM Haraoan Baroe

  • Senin, 25/02/2019 15:35 WIB

    Orangutan Mengamuk di Serbajadi, Gigit Mulut Petani

    ACEH TIMUR - Petani Jasmani (23) digigit orangutan hingga mulut dan hidungnya luka. Orangutan menyerang Jasmani setelah dilempari batu saat ketahuan makan durian milik warga Aceh itu. "Itu kan posisi

  • Sabtu, 23/02/2019 21:42 WIB

    Medco Malaka Bedah Rumah Warga Aceh Timur

    ACEH TIMUR - PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) akan melaksanakan program bedah rumah tidak layak huni untuk keluarga kurang mampu di Kabupaten Aceh Timur yang masuk dalam wilayah kerja perusahaa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir