BNNK Pidie Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu

Oleh: Redaksi
Jumat, 17/05/2019 23:29 WIB
Dibaca: 119 kali
Foto: Antara

PIDIE - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie menggagalkan peredaran satu kilogram narkoba jenis sabu-sabu dan menangkap seorang terduga kurirnya tersebut.

Kepala BNNK Pidie AKBP Werdha Susetyo, di Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie, Jumat (17/5/2019), mengatakan tersangka berinisial M (26), bersama barang bukti satu kilogram sabu-sabu diamankan Kamis (16/5/2019).

"Tersangka M ditangkap di rumah kakaknya di Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila Kabupaten Pidie. Narkoba jenis sabu-sabu sempat disembunyikan di tumpukan sampah dibalut ikan asin di belakang rumah kakaknya," kata AKBP Werdha Susetyo.

AKBP Werdha Susetyo menyebutkan keberadaan narkoba tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima BNNK Pidie.

Informasi menyebutkan akan ada masuk narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Tuha Lala, Kecamatan Mila yang dilakukan jaringan antarprovinsi Aceh dan Sumut melalui jalur Darat.

Selanjutnya, tim BNNK Pidie dipimpin AKBP Werdha Susetyo dan didukung personel Polsek Mila dikerahkan mengejar terduga pelaku.

Saat itu, pelaku M dijemput rekannya berinisial MZ alias Si Kop. Keduanya dalam perjalanan dari Pasar Beureunuen menuju Gampong Tuha Lala.

Pelaku diduga sebagai kurir sabu-sabu ditangkap di rumah kakaknya yang tidak jauh dari rumah M. Tim menggeledah rumah tersebut dengan disaksikan Sekretaris Desa Gampong Tuha Lala.

"Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti sabu-sabu yang disamarkan pada tumpukan sampah dengan dibalut ikan asin di belakang rumah tersebut," kata AKBP Werdha Susetyo.

Berdasarkan pengakuan M, sabu-sabu tersebut berasal dari jaringan Aceh-Medan. Barang itu rencananya diedarkan di wilayah Kecamatan Mila dan Kabupaten Pidie.

AKBP Werdha Susetyo menyebutkan, dengan terungkap peredaran satu kilogram sabu-sabu tersebut berarti menyelamatkan 5.000 orang masyarakat di Kabupaten Pidie.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan informasi keberadaan bandar, pengedar, dan pengguna narkoba yang kehadiran mereka sangat meresahkan," ujar AKBP Werdha Susetyo.

Selain mengamankan satu kilogram sabu-sabu, BNNK Pidie juga mengamankan selembar uang 50 ringgit Malaysia, 19 lembar uang pecahan Rp100 ribu, satu unit sepeda motor BL 9410 N, sebuah telepon genggam, serta ATM dan KTP atas nama M.

"Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati," ujar AKBP Werdha Susetyo.

 

Sumber: Antara

Tag:bnkk pidieNarkobasabu
Berita Terkait
  • Kamis, 05/09/2019 18:44 WIB

    Pasien Rehab Narkoba Ditemukan Tewas Gantung Diri di Banda Aceh

    BANDA ACEH - Seorang pasien rehab narkoba di Banda Aceh berinisial SB (45) asal Nagan Raya, Aceh ditemukan gantung diri di rumah rehab. Polisi masih menyelidiki penyebab SB bunuh diri. SB ditemukan t

  • Kamis, 27/06/2019 15:35 WIB

    72 Ribu Korban Narkoba di Aceh Butuh Rehabilitasi

    BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menyebutkan sebanyak 72 ribu lebih korban penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang atau narkoba di provinsi ujung barat Indonesia tersebut

  • Sabtu, 22/06/2019 12:53 WIB

    Tiga Kecamatan di Pidie, Segi Tiga Emas Peredaran Narkoba

    PIDIE - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie mensinyalir ada tiga kecamatan di Pidie layaknya segi tiga emas dalam peredaran Narkotika. Tiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Mila, Del

  • Jumat, 24/05/2019 14:33 WIB

    BNNK Pidie Tangkap Kurir Narkoba Jaringan Antar Kabupaten

    PIDIE - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie menangkap seorang kurir narkoba jaringan antarkabupaten berikut mengamankan barang bukti berupa100 gram sabu-sabu. Kepala BNNK Pidie AKBP Wer

  • Rabu, 13/03/2019 17:39 WIB

    4 Kg Sabu Asal Aceh Gagal Masuk Surabaya, Dua Pengedarnya Dibekuk

    SURABAYA - Dua pengedar sabu diringkus. Dari mereka disita sabu sebanyak 4 kg. Kasus ini ditangani Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim. Kedua tersangka adalah Ridwan (46), warga Lhokseu

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2019 wartaaceh.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir